
Hai semuanya
Budayakan Vote sebelum membaca
Dan Komen sesudah Baca ya guyss!!!!!
*Skip pulang sekolah*
"Kakak dari kecil udah kehilangan sosok seorang ibu. Wajar kalau Kakak selalu minta di perhatikan. Bayu udah dewasa, harus ngerti kenapa Bunda selalu manjain Kakak. Berat lho, Nak jadi Kakak."
Bayu menghela napas. Sudah berkali-kali kalimat serupa meluncur dari bibir ibundanya. Namun, tak sekali pun Bayu berhasil mematahkan anggapan tersebut. Jika dulu, Bayu bisa memahami. Sekarang lain lagi. Bayu dan Wil sudah sama-sama dewasa, bisa mengurus diri sendiri. Bundanya tak perlu melibatkan diri terlalu jauh.
"Tolong tugasnya Kakak sekali di kerjain. Engga susah kok cuma tinggal tulis ulang jawaban Bayu ke buku tulis Kakak. Kakak juga kalau lagi sehat pasti ngerjain sendiri, orang peringkat nya aja di atas Bayu."
Kali ini apa lagi yang sebenarnya yang Wil inginkan? Apa anak itu kurang puas mengerjainya habis-habisan selama di sekolah tadi? Pertama Wil menjadi penyebab Bayu dihukum pada jam pelajaran pertama. Kedua, Wil membuat Bayu menghabiskan uang jajannya bulan ini untuk membayar tagihan ibi kantin yang di bebankan padanya. Terakhir, Wil membuatnya melewatkan makan seharian ini.
"Bayu dengar engga Bunda ngomong?"
"Dengar, Bun. Tapi, aku mau ganti baju dulu, istirahat juga, baru ngerjain tugas. Lagian Tugasnya buat hari Kamis kok. Sekarang baru Selasa."
"Bunda itu cuma mengingatkan, biar kamu engga lupa. Kata Kakak tadi kamu di hukum karena engga ngerjain tugas? Belajar disiplin dong biar bisa masuk 3 Besar kayak Kakak. Bunda, kan, jadinya bangga kalau kamu berprestasi juga."
Rasa laparnya langsung menguap begitu saja. Setelah dituduh macam-macam, diceramahi, dibandingkan pula. Kurang menyedihkan apa? Sayangnya, Bayu tidak bisa menganggah. Memilih menelan mentah-mentah semua yang di tuduhkan.
"Iya, Bun. Sekarang aku kerjain tugasnya. "
"Nah, gitu dong. Anak baik engga boleh melawan kalau di bilangin. Bunda begini karena sayang sekali sama kalian berdua. Bunda mau kalian maju dan sukses sama-sama."
Bayu sangsi. Orang asing sekalipun bisa melihat siapa yang lebih di sayang sang bunda. Bundanya terus mendorong Wil ke depan, sementara Bayu justru semakin merasa asing dan tertinggal.
"Bun, aku alergi udang."
"Eh, ya ampun. Bunda lupa, Nak. Karena Kakak engga enak badan, Bunda masakin makanan kesukaan dia biar makannya enak. Bunda lupa kamu engga bisa makan udang," sesal anggi. "Kamu mau di masakin apa kalau gitu? Coba kamu engga pilih-pilih makanan, kita tinggal makan bareng."
"Bun, aku alergi. Bukan pilih-pilih makanan. Bunda engga usah masak lagi. Aku nanti bikin. omelette aja. Lagi pengen."
"Oke. Nanti bekas masaknya diberesin lagi, ya, Nak. Papa engga begitu suka kalau rumah berantakan."
Pemuda itu tersenyum kecut. Memangnya apa yang ia harapkaan? Sang Bunda akan memaksa memasak sesuatu untuknya? Tidak akan pernah. "Iya, Bunda tenang aja."
"Bunda tinggal dulu, ya, Nak. Tugasnya jangan lupa."
Sebelum menenggelamkan diri bersama tugas sekolahnya, Bayu mengambil ponsel, Lalu mengetik sesuatu pada direct message Instagramnya....
^^^Luckystar^^^
^^^Bunny, Cowok sedih itu hina engga sih?^^^
Littlerabbit
Engga.
Cewek dan cowok dilasih organ lengkap pada setiap penciptaanya. Kalau cewek punya hati, berarti cowok juga sama. Jadi, cowok sedih itu bukan sesuatu yang hina. Normal untuk mereka yang memiliki hati.
...|Bersambung|...