
"kalau begitu bagus dong Pa, Rahman, Eva. Kalo mereka berdua sudah saling kenal. Dan mungkin saja mereka emang berjodoh." ujar Mama Rita ( Mama Aditya) pada suami nya dan kedua sahabatnya itu.
"Tunggu tunggu tunggu dulu, jangan bilang kalau Dia....." ucap Luna terhenti..
"Kalau Dia orang yang akan di jodohkan sama Aku," sambung Aditya. Pria itu menatap Papa Hadi dengan jari telunjuk yang mengarah ke wajah Luna.
"Emang Kamu pikir kamu mau di Nikahkan sama siapa?? Sama Kezia ?? Kezia sudah punya kekasih. Ya gak mungkin lah, lagian Papa sudah Kasih kamu kesempatan buat cari calon Istri sendiri tapi Kamu gak bisa. Yah lebih baik Kamu Papa Carikan calon istri," ujar Papa Hadi pada Aditya dengan sedikit bercanda dan semua orang yang ada di situ tertawa kecuali Aluna dan Aditya.
"Kami semua senang kalau Kamu dan Aluna ternyata sudah saling kenal. bahkan pernah satu sekolah. itu artinya, kalian cuma perlu waktu sebentar buat lebih dekat lagi dan saling membuka hati masing-masing," ujar Mama Rita pada Sang Putra dan Calon menantunya.
"Ayo Kita bersenang-senang untuk peresmian Perjodohan Anak Kita dan Karena perjodohan ini membuat kita jadi satu Keluarga," ucap Papa Hadi sambil tersenyum senang pada semua orang.
Suara tawa dari Papa, Mama, dan Kedua Calon mertuanya itu menandakan hari-hari yang akan Dia lalui akan terasa sulit mengingat Siapa Calon Suaminya itu. Yah Dia Aditya Hadi Prasetyo Pria yang pernah menghinanya saat mereka sama-sama masih duduk di Sekolah Menengah Atas.
Aluna Hanya bisa diam ketika Calon mertuanya Tersenyum Padanya. Dia tidak berusaha membalas senyuman itu. Hatinya terasa sakit dan kecewa atas perjodohan ini.
Kezia terlihat sesekali melirik sang Kakak. Ada perasaan kasian pada kakak sulungnya itu.
Aluna memanglingkan wajahnya dari Aditya. Wanita itu terlihat sangat kesal dan marah pada pria tampan yang ada dihadapanya.
"Gimana Kalau pernikahannya kita adakan Satu bulan lagi,??" saran Mama Rita yang sudah tak sabar ingin melihat Putra tunggalnya menikah.
"Itu terlalu cepat Ma,," Keluh Aditya pada Mama Rita.
"Lebih cepat lebih baik Nak, tidak perlu di tunda terlalu lama," ucap Mama Eva pada calon menantunya.
"Iya betul itu Pa, Hadi dan Rita" Ucap Mama Eva pada suami dan kedua Sahabatnya itu yang gak akan lama lagi akan menjadi besannya
"Kalau begitu Keputasanya Sudah Final yah, Deal Ya. Acara pernikahannya akan Kita adakan Satu Bulan lagi dan Kita akan membuat Pesta pernikahan yang termewah tahun ini" ucap Papa Hadi yang terlihat sangat antusias sama keputusan terbaik menurut kedua belah pihak.
Aditya menghela nafasnya sangat kasar, Dia melirik ke arah Aluna yang semenjak tadi hanya diam dan memasang ekspresi datar serta terlihat binggung. Akan tetapi Wanita itu tampak sedikit tenang dan sama sekali tidak berniat untuk mengeluh atau memprotes perjodohan dan pernikahan mereka. karena itu semua membuat Aditya merasa semakin kesal karenanya.
**Ada masanya sebuah keputusan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi disitu kita akan belajar dari makna dari sebuah ikhlas dan sabar.**