
**Cinta tidak menciptakan pernikahan. Pernikahan yang sadar, terencana, menciptakan cinta. Hal yang sama terjadi dalam semua hubungan**
Terlihat Aditya keluar dari rumah ganti baju, suasana hatinya terlihat sangat bahagia bukan karena akan berbulan madu dengan Aluna yang statusnya sebagai Istri yang sah di mata hukum dan agama. Tetapi karena Aditya akan segera bertemu dengan Wanita pujaan hatinya yaitu Cindy Maryulis. Aditya terus menampilkan senyum manisnya yang muncul di bibirnya. Dia memakai pakaian yang cukup santai mengingat dia akan berlibur bukan bekerja. tanpa setelan jas seperti biasanya yang selalu melekat di tubuh Aditya dengan sempurna. Aluna pun sudah selesai bersiap-siap untuk melakukan perjalanan Bulan Madu mereka ke Singapura. Aditya dan Aluna terlihat sudah rapi dan membawa satu koper yang berisikan baju mereka masing-masing dan keluar dari kamarnya.
Namun raut wajah Aluna pagi itu nampak terlihat tidak bahagia dan senang selayaknya pengantin baru yang akan melakukan bulan madu. Aluna benar- benar merasa sangat kesal pada Aditya yang secara tiba-tiba menyetujui permintaan mertuanya itu. Aluna hanya bisa diam dan memanglingkan pandanganya dari Pria yang menjadi suaminya itu.
"Ada apa dengan Wajahnya??" batin Aditya dalam Hati.
Aditya dan Aluna akan masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh supir pribadi Keluarga Aditya. Mereka pun berpamitan pada orang tuanya.
"Selamat berlibur dan selamat bersenang-senang yah sayang," ucap Mama Rita sambil memeluk Aditya dan Aluna secara bergantian. Dan Mama Rita memegang kedua pipi menantunya itu dan menciumnya.
"Hati-hati di jalan dan kabarin Papa dan Mama jika sudah sampai" ucap Papa Hadi ikut menimpali ucapan Istrinya.
Aditya dan Aluna Mengangguk dan mengiyakan perkataan Mama dan Papanya dengan pasrah.
"hmm jangan lupa beri Mama dan Papa kabari baik yaitu Mama pengen segera punya Cucu," ucap Mama Rita penuh permohonan.
Seketika sekujur tubuh Aluna menegang ketika mendengar mertuanya itu berbicara mengenai seorang Cucu. Aluna memeluk Mertuanya mengisyatkan agar jangan terlalu berharap.
"Makasih Paa, Papa tidak perlu repot- repot mengatur kepergian kami," Aluna merasa tidak enak dan merasa sungkan kepada Papa mertuanya tersebut.
"Ditt, Mama titip Aluna yah, jaga istri cantikmu ini baik-baik," ucap Mama Rita pada Aditya sambil sedikit mengoda Putra kesayanganya itu.
"Baik lah Ma, Pa. Aditya akan menjaga Aluna dan melindunginya. kalau begitu Aditya dan Aluna pergi dulu yah Maa Paa," ucap Aditya pada kedua orang tuanya.
"Yaa sudah sana kalian berangkat. Mama doakan semoga kalian segera di beri keturunan. Mama sangat ingin sekali segera memiliki seorang cucu yang lucu." ucap Mama Rita penuh harapan dan begitu girangnya.
Aluna hanya melebarkan kedua matanya sambil menelan salivanya seakan tenggorokannya tertelan sesuatu ketika mendengar permintaan Mama mertuanya itu. Mereka pun melangkakan kakinya pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk segera berangkat ke Bandara.
**Jika menabur padi di sawah rumput pasti tumbuh, tapi jika menanam rumput padi tak akan tumbuh sama seperti pernikahan tabur lah benih-benih kebaikan agar menuai buah kebaikan pula**
**Tidak baik jika memaksa pasangan memenuhi keinginan kita karena pernikahan adalah ikatan pemenuhan keinginan bersama**
Para pembaca yang baik. Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote dan Rate ya setelah membaca, Agar Author semangat nulisnya. Di tunggu Yaa 😊🙏🙏