
Papa Rahman Mahendra menyerahkan tangan Aluna Mahendra ke tangan Aditya .
"Tolong jaga Putri Ku," pinta Papa Rahman pada Pria yang sebentar lagi akan menjadi Menantunya itu.
"Pasti Pa" ucap Aditya sambil menerima uluran tangan Aluna.
Aluna tersenyum masam mendengar ucapan Pria yang sebentar lagi akan menjadi Suaminya.
Kini tiba waktunya Upacara pernikahan mereka di mulai.
"Tuan Aditya Hadi Prasetyo. apakah kamu bersedia menerima Nona Aluna Mahendra sebagai istri anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian,"
"Yah, Saya bersedia," jawab Aditya sambil menatap wajah Aluna .
"Nona Aluna Mahendra. apakah kamu bersedia menerima Tuan Aditya Hadi Prasetyo sebagai Suami anda, dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian,"
"Yah, Saya bersedia," jawab Aluna sambil menatap wajah Aditya.
"Dan apa yang di persatuan Tuhan dalam ikatan suci pernikahan tidak bisa di ceraikan oleh manusia."
"Sekarang Tuan Aditya bisa mencium isteri anda."
terdengar tepuk tangan dari keluarga dan para tamu undangan saat akan menyaksikan sepasang pengantin baru itu akan berciuman yang menandakan kalau sekarang mereka sudah sah di mata hukum dan agama sebagai suami istri.
Aditya mulai mendekati Aluna. Tangan Aditya mulai melingkarkan di pinggang Aluna. Kemudian dengan terpaksa Aditya mengecup Kening Aluna..
"Sekarang silahkan pengantin Pria dan Wanita bertukar cincin,"
Acara pernikahan dan bertukar cincin pun selesai.
Acara Resepsi pun di Mulai. Malam itu, alunan musik romantis terdengar indah ditelinga semua tamu undangan. Di sebuah Hotel mewah Aluna dan Aditya terlihat sibuk menyalami tamu undangan. Mata Aluna melihat sosok Pria yang Dia cintai berjalan mendekatinya. Dan Aluna sedikit terkejut melihat Wira hadir di Pernikahannya. Dia pikir Wira tidak akan datang.
Wira yang sejak tadi memperhatikan Aluna, hatinya benar-benar terasa sangat sakit melihat orang yang paling dia Cintai menikah dengan pria lain. Wira memang datang karena undangan keluarga Mahendra mereka tahu Aluna sahabat dari Wira. Tidak mungkin Dia tidak datang. Wira berusaha menguatkan hatinya. Bohong saja jika Wira tidak merasakan pedih melihat Wanita yang dia cintai sudah bersuami.
Kini Wira harus benar-benar belajar merelakan sahabatnya itu dan Wanita yang Dia cintai itu bahagia dengan pernikahannya.
Wira berjalan mendekati Aditya dan Aluna
" Aluna dan Aaa Aditya ( sedikit terbata-bata), selamat atas pernikahan kalian," ucap Wira pada Aluna sahabat baiknya itu.
"Terima kasih Wira, atas kehadirannya di pernikahan kami," ucap Aluna pada Wira
Aluna menatap mata Wira. Aluna melihat dengan jelas mata pria yang ia cintai itu terlihat berkaca-kaca, ingin rasanya Aluna memeluk pria itu. tapi itu semua tidak akan mungkin. mengingat sekarang Dia sudah menikah dan mempunyai suami. Aluna tahu jika Wira pasti sangat terluka. Kemudian Wira pun pergi menjauh dari pengantin baru itu.
****Pernikahan itu sekali seumur hidup jadi pasangan yang kamu pilih adalah pasangan hidupmu sampai mati. Maka, salah atau benar, itulah pasanganmu**
**Cinta tidak menciptakan pernikahan karena pernikahan yang sadar, terencana, menciptakan cinta. Hal yang sama terjadi dalam semua hubungan**
**Pernikahan bukanlah sebuah kata benda, tetapi sebuah kata kerja.
Pernikahan bukanlah hal yang bisa kau dapatkan, tetapi sesuatu yang kau lakukan****
Para pembaca yang baik. Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote dan Rate ya setelah membaca, Agar Author semangat nulisnya. Di tunggu Yaa 😊😊🙏🙏