GELORA ASMARA CEO

GELORA ASMARA CEO
Membeli Kado bersama



***


Aditya dan Aluna sudah terlihat selesai melakukan foto Pre-Wedding. Tiba-tiba ponsel Aluna berdering menandakan ada pesan masuk ke ponselnya.


"Lun, kamu tidak lupa kan. Lusa ulang tahun Papa, Kamu jangan lupa membelikan kado yah sayang,??" bunyi pesan Mama Eva pada putri sulungnya itu.


"Hmm hampir saja Aku melupakannya," ucap Luna pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Indra pendengaran Aditya.


"Ada apa,??" tanya Aditya penasaran. Pria itu berpikir pasti pesan itu dari Kekasih istrinya. entah kenapa Dia merasa sedikit kesal pada Pria yang menjadi kekasih istrinya itu. (Sampai sekarang Aditya tidak tau kalo Wira sahabat Aluna).


"Em dari Mama," jawab Aluna dengan menampilkan senyum indahnya.


"Oh Yaa, aku tidak percaya, bukankah itu pesan dari kekasihmu, Lun?" ucap Aditya sedikit menyindir Aluna.


"Niii, lihatlah," ucap Aluna sambil memberikan ponselnya pada Suaminya itu.


"Oh Yaa, Papa ulang tahun. Emm Kalo begitu ayok kita cari hadiah buat Papa.," ucap Aditya sangat antusias. entah apa yang ada di pikiran Pria itu seakan-akan Dia merasa harus menjadi menantu terbaik buat mertuanya.


"Aku tidak salah dengarkan," tanya Aluna pada Aditya sedikit heran. kenapa Pria arogan itu tiba-tiba berbaik hati berniat mau memberikan hadiah buat orang tuanya.


"Sungguh Ditt,?" tanya Aluna lagi, sambil menatap kedua mata Pria yang menjadi suaminya itu.


"Aku tidak akan mengulangi perkataan Ku untuk kedua kali Lun," ucap Adit tegas sambil menoleh pada Wanita yang menjadi Istrinya itu.


"Jalan" ucap Aluna tersenyum.


"Benar-benar Wanita yang tidak tau diri. Dia pikir Aku supir pribadi," batin Aditya di dalam hati.


***


"Selamat sore Tuan Aditya dan Nyonya Aluna. Mari Tuan Nyonya," ucap Pegawai dengan ramah sedikit membungkukan badan dan mengajak mereka untuk masuk ke dalam.


"ini terlihat bagus jika aku yang memakainya," ucap Aditya sambil mengambil jas yang ada di hadapannya lalu sedikit menempelkan jas itu ke tubuhnya.


"Dasar Pria Arogan, kita ke sini untuk membelikan hadiah buat Papa, kenapa jadi kamu yang lebih bersemangat ingin berbelanja," ucap Aluna yang terlihat sangat kesal pada Aditya. Pria itu Mala sibuk berbelanja untuk dirinya sendiri.


"Aku hampir melupakan tujuan utama kita Lun," ucap Aditya sambil tertawa. Pria itu merasa aneh akan sikapnya akhir-akhir ini. Dia merasa seperti bukan dirinya ketika sedang bersama Aluna.


"Dit, coba Kamu liat ini. Aku rasa jas ini terlihat sangat cocok buat Papa," ucap Aluna pada Aditya sambil menunjukan jas yang baru saja ia pegang.


"Hmm kamu benar, ini sangat cocok buat Papa," ucap Aditya pada Aluna tersenyum lebar. entah apa yang terjadi pada Pria itu akhir-akhir ini.




****Dia tidak yakin kapan itu terjadi. Atau bahkan saat itu dimulai. Yang dia tahu pasti adalah bahwa di sini dan saat ini, dia begitu jatuh cinta dan dia hanya bisa berdoa agar dia merasakan hal yang sama*


**Dalam cinta, menyerah tak selalu berarti kamu lemah. Kadang itu hanya berarti kamu cukup kuat tuk melepaskannya**


**Kamu mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu, tetapi kamu memegang hatiku selamanya**


Para pembaca yang baik. Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote dan Rate ya setelah membaca, Agar Author semangat nulisnya. Di tunggu Yaa 😊🙏🙏


Author sangat berharap para pembaca mengklik 👍👍👍👍


Terima Kasih 😊😇*******