
Ternyata Dia Lumayan cantik juga jika Dia membuka kacamatanya itu. Tiba-tiba Aditya berpikir seperti itu. Dan Aditya pun menyesali hal aneh yang melintas di pikirannya.
"Apa Gaun nya tidak bagus Tuan, tapi gaun ini pilihan Nyonya Eva dan Nyonya Rita, Kenapa bisa jadi tidak menarik di Mata Tuan Aditya Yaa,??" Tanya Pemilik Butik itu pada Aditya
"Gaunnya terlihat bagus kok, yang ini saja Saya suka, Lagi pula ini gaun pilihan Mama dan Tante Rita , Saya tidak ingin membuat mereka kecewa." ucap Aluna pada Pemilik Butik.
"hmmm," ujar Aditya sambil menaikkan salah satu Alis matanya.
Ting Ting Ting suara handphone Aluna berdering.
"Wira..," ucap Aluna yang kini melihat handphonenya dia tidak berniat mengangkat telepon sahabat baiknya itu.
Aku tidak tahu apakah keputusan yang aku ambil ini salah atau benar. Yang pasti semua ini Aku lakukan demi Mama dan Papa. Walaupun Aku sangat Mencintai Mu Wira, dan aku ingin Kamu yang menikah dengan Ku. Andai saja dari dulu kamu sudah menyatakan cintamu padaku yang pasti keadaanya tidak akan seperti ini.
Setelah selesai fitting jas dan gaun pengantin. mereka pun meninggalkan butik tersebut.
***Perusahan Aditya
Aku akui Aluna juga tidak terlalu jelek, dan tadi dia terlihat cantik tanpa kacamatanya itu. tetapi tetap saja Cindy lebih cantik dan Sexy darinya. Aku tidak bisa menerima kehadiran Aluna dalam hidupku. Karena kehadirannya, seluruh rencana hidupku hancur dan berantakan. Aku selalu saja marah dan kesal ketika melihat wajahnya itu bahkan dari dulu aku sudah membencinya. Dan karena kehadirannya itu Aku jadi batal untuk menikahi wanita yang paling Aku cintai yaitu Cindy.
"Permisi Tuan Muda, Anda kedatangan tamu," ucap Sekretaris pribadi Aditya yang bernama Nisa.
"Nona Cindy Tuan," ucap Nisa
Untuk apa Cindy datang kemari di jam kerja ?? Apa Dia tidak bekerja, bukanya tadi dia bilang akan ada pemotretan.
Sosok Cindy tiba-tiba muncul dari balik pintu. senyumnya yang manis selalu membuat hati Aditya tenang. Dia berjalan mendekati kursi Aditya Dia berjalan dengan sangat anggun dan terlihat sangat Sexy dengan pakaian yang Dia kenakan. Dia tipe perempuan yang selalu menjaga penampilannya agar terlihat sempurna sebagai seorang Model.
"Hallo Sayang..." ucapnya pada Aditya.
Aditya berdiri dan mendekat meraih pinggang Cindy lalu mengecup pipinya sekilas.
"Tidak biasanya Kamu datang kemari sayang, Ada Apa sayang,??" tanya Aditya pada Wanita yang di cintainya saat ini.
" Aku merindukan Mu sayang, Apa aku tidak boleh datang ke perusahaan milik Kekasih Ku, Atau Jangan bilang Kamu sudah melupakan Aku karena sudah Ada Calon Istrimu itu. Aluna, yahh itu kan Namanya kan Sayang,?? ujar Cindy berkata dengan nada yang manja.
"Aku tidak pernah melarang mu datang sayang, hmm tapi aku tidak mungkin melupakan mu demi Wanita itu, kamu sendiri kan yang menyarankan ide gila itu.," ujar Aditya sedikit kesal pada kekasihnya.
Cindy berjalan mendekati jendela kaca yang menampilkan indahnya ibu kota dari atas gedung perusahaan Aditya. Di Kepala Cindy sudah tersusun rencana untuk meminta persetujuan kekasihnya. Dia ingin meminta izin untuk pergi ke Singapura. kepergiannya itu sebagai tuntutan pekerjaan sebagai seorang Model. Cindy di kontrak perusahaan besar di Singapura. Perusahan itu ingin Cindy mempromosikan Produknya.