GELORA ASMARA CEO

GELORA ASMARA CEO
Singapura Punya Cerita



Setiba di Singapura. Aditya dan Aluna meninggalkan bandara mereka langsung menuju ke tempat penginapan yang sudah di pesankan oleh orang tuanya.


Setelah sampai di Hotel, Aditya lansung mengajak Aluna untuk menuju ke kamar yang akan mereka tempati selama berada di negara tersebut. Aditya membuka pintu kamar hotel itu dengan menggunakan Keytag yang sudah di berikan oleh Receptionist. Dan saat pintu sudah terbuka Aluna pun melangkakan kakinya mendahuluin Aditya.


Aluna langsung di suguhkan pemandangan yang begitu indah di lihat.



" Oh sungguh indah sekali pemandangan Kota Singapura jika di lihat dari kamar hotel ini," Kedua mata Aluna tidak berhenti memandang dan memperhatikan Negara Singapura dari Kamar hotel mereka.


Aluna mencoba merebahkan tubuhnya. Dia mencoba untuk memejamkan mata indahnya untuk beristirahat, namun kedua matanya terasa enggan memejam. Meski ranjang empuk dengan selimut hangat dan lembut serta AC yang dingin kamar hotel itu terlihat dan terasa sangat nyaman, tetapi Aluna merasa kesepihan. Rasanya sunyi dan sepi jika sendirian di kamar sebesar ini. Mata Aluna merewarang menatap langit-langit kamar hotel tempat Aluna menginap.


Yaa Pria yang menjadi suaminya itu pergi ketika sudah mengantarkan Aluna kedalam Kamar Hotel. dan meninggalkan istirnya itu seorang diri.


Sikap Aditya yang berubah menjadi lebih pendiam dari rumah, bandara hingga hotel di Singapura. Membuat Aluna terasa Aneh dengan sikapnya.


"Aaaaa Pria itu Menyebalkan," Seketika Suara teriakan Aluna memenuhi Kamar Hotel itu.


****


Dari Lantai 7 Aditya melihat lampu dari gedung-gedung hingga terlihat seperti jutaan bintang di langit. Malam yang indah, Alunan musik pun terdengar sangat merdu. Terdengar seorang wanita menyanyikan lagu romantis menambah suasana menjadi lebih syahdu. Aditya terlihat sedikit melamun di dekat jendela kaca yang menampilkan bayangan kota Sinagpura.


"Sayang...," teriakan Cindy terdengar di Indra pendengaran Aditya.


Seketika senyum di bibirnya mengembang di wajah Aditya. Saat suara tak asing menyapanya. Yaa Aditya sangat merindukan wanita ini, ingin memeluknya dan menciumnya. Seketika Aditya terdiam sambil memandang kekasih hatinya itu. Wanita yang Dia cintai itu terlihat sangat cantik dengan gaun Hitam tanpa lengan yang menampilkan pundak mulusnya.



"Kenapa sulit sekali bertemu dengan kamu setelah menikah,?" sindir Cindy pada Aditya.


Aditya terdiam mendengar Wanita itu mengungkapkan isi hatinya. Aditya mendesah, mengalihkan pandangannya dari Cindy. Aditya merasa sangat kesal pada kekasihnya itu. karena ide gila nya itu Aditya menikahi Aluna.


"Sayang, kamu lebih memilih karier mu dari pada aku sayang," ucap Aditya memandang wanita cantik yang mengisi hatinya itu.


Cindy hanya bisa diam saat mendengar. ucapan Aditya. Cindy mengakui jika yang di katakan Aditya itu benar.


"Aku mencintai Mu Sayang, Aku menyesal sekarang. Aku bersedia menikah dengan mu sekarang, dan Kamu harus menceraikan Istri mu itu sayang," ucap Cindy penuh permohonan


Aditya tersenyum kecil mendengar Cindy berkata seperti itu. Aditya merasa sangat kesal akan sikap Cindy yang sewaktu-waktu berubah.


"sayang mau kemana, jangan pergi,!!!" ucap Cindy sambil tangannya terulur untuk menahan Aditya yang tiba-tiba ingin pergi karena merasa sangat kesal akan perkataan Cindy.


"sayanggg.... Adityaaaaaa" teriak Cindy Sangat Kuat hingga pengunjung mendengar pertengkaran mereka


Aditya tetap melangkahkan kakinya pergi tanpa menghiraukan teriakan Cindy.


Para pembaca yang baik. Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote dan Rate ya setelah membaca, Agar Author semangat nulisnya. Di tunggu Yaa 😊🙏🙏