
Selesai sarapan, Aditya dan Aluna beranjak hendak meninggalkan meja makan untuk kembali ke kamar mereka. Mereka Hendak menaiki anak tangga. namun langka mereka terhenti saat terdengar suara Mama Rita memanggil mereka.
"Tunggu...." tiba-tiba Mama Rita memanggil Putra dan menantunya itu.
" Ada Apa, Maa..."? tanya Aditya pada Mamanya. sambil berbalik badan menghadap ke arah orang tuanya. Dan Aluna pun ikut berbalik mengikuti Suaminya.
"Hmm Hampir saja Mama melupakannya. Oh ya kapan kalian berdua akan berbulan madu. Jangan bilang Kamu Aditya tidak merencanakan ya,?? tanya Mama Rita penuh selidik pada Putra kesayangannya itu.
Pertanyaan Mama Rita tiba-tiba membuat Aditya sedikit terkejut. Dia melupakan masalah bulan madu itu. Perhatian Papa Hadi dan Mama Rita tertuju pada Putra tunggalnya dan Wanita cantik yang sekarang sudah resmi menjadi menantunya.
"Aluna sayang, Kamu ingin berbulan madu ke mana,?? tanya Mama Rita dengan lembut.
"Luna ......" ucap Aluna terdiam sejenak sambil menoleh kepada Aditya mengisyaratkan meminta pendapat.
"Kami tidak akan berbulan madu, Maa" tiba-tiba Aditya berbicara seperti itu
Langsung saja Mama Rita dan Papa Hadi menoleh kearah Putranya, untuk meminta penjelasan dengan apa yang Dia ucapakan.
"Kenapa Ditt,? Tanya Papa dan Mama Aditya secara bersamaan. Mendengar ucapan Adtya membuat mereka penasaran. terutama Mama Rita mengernyitkan keningnya dengan heran akan jawaban Aditya, Pria itu menunjukan raut wajah yang penuh dengan penolakan.
" Maksud Adit, Kami sama-sama masih sangat sibuk bekerja, jadi kami belum memikirkan hal itu, Maa. " ucap Aditya meyakinkan kedua orang tuanya.
"iiiya Ma Pa. Kami sangat sibuk. Dan Luna rasa kami tidak membutuhkan bulan madu," sambung Aluna sambil tersenyum kepada kedua mertuanya. terkesan ada sedikit paksaan sehingga membuat Mama Rita menatap sangat curiga menantunya itu, saat dirinya membaca raut wajah wanita yang menjadi Istri Putranya itu.
"Lunnn, tentu saja kamu dan Aditya sangat membutuhkan itu sayang, dengan begitu kalian berdua bisa mengenal lebih dekat. Mama Papa pengen segera punya cucu. Mama tidak mau tau kalian berdua harus mengatur waktu dan merencanakan bulan madu," ucap Mama Rita tegas kepada Putra dan Menantunya.
"Yang di katakan Mama benar, Kalian harus pergi berbulan madu supaya kalian berdua saling mengenal lebih dekat. Papa mau kalian meninggalkan pekerjaan kalian untuk beberapa hari kedepan." sambung Papa Hadi sambil melihat kedua pengantin baru itu.
"Oke lah Maa Paa, kalau itu yang menjadi keinginan Papa dan Mama, Adit akan mengatur waktu untuk pergi berbulan madu. Tapi Adit akan pergi ke Singapura saja." ucap Aditya pada orang tuanya.
"Kenapa Ke Singapura, Dit, ? Apa itu tidak terlalu dekat,?" ucap Papa Hadi heran melihat Putranya
"Kenapa tidak Ke Paris, Dit?" sambung Mama Rita.
"Singapura atau tidak sama sekali," ancam Aditya pada Kedua orang tuanya yang menurutnya sangat menyebalkan selalu saja ikut campur soal kehidupan pribadinya.
Mama Rita, Papa Hadi dan Aluna terdiam mendengar perkataan Aditya. Aditya memilih Singapura agar bisa bertemu dengan Kekasih
hatinya yaitu Cindy Maryulis. Rasa rindu pria itu sudah tidak bisa di bendung ingin sekali bertemu dan memeluk wanita yang sangat Dia cintai saat ini.