
Aluna merasa ada yang mengusik kedua matanya, yah sinar matahari pagi yang telah menganggu tidur nyenyaknya. Ditambah lagi suara ketukan yang membuatnya terbangun. Aluna membuka matanya dengan sempurna.
"Yaa Tuhan, Aku kesiangan," ucap Aluna sedikit kaget sambil menoleh kesamping melihat jam dinding tepat di samping ranjangnya.
Semalam Aluna tidak bisa tidur sama sekali. Aluna memikirkan Aditya kenapa tidak kembali sampai malam. Dan bahkan sampai pagi, kemana Pria yang telah menjadi suaminya itu pergi, pertanyaan itu selalu terlintas di kepalanya, Dia merasa bodoh telah memikirkan Pria itu padahal Pria yang menjadi suaminya belum tentu memikirkan Dia. Aluna melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya.
"Hmm Adit,, Maaf Aku kesiangan," ucap Aluna sedikit malu. Aluna sedikit merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Baru bangun," ucap Aditya pada Aluna dengan sinis. Mood Pria itu sedang tidak baik dikarena masalah semalam dengan kekasihnya. Kekasihnya itu bisa-bisanya menyuruh menceraikan istrinya, padahal Cindy lah yang meminta Dia menikahi Aluna.
"Mama meminta foto kita," ucap Aditya tiba tiba. Aditya merasa tambah kesal ketika mengingat permintaan Mamanya itu.
"Aku menunggumu di bawah untuk makan siang, mandi dan gantilah pakaianmu, kita akan makan siang bersama dan berfoto bersama juga," ucap Aditya sambil berlalu meninggalkan Aluna yang mematung.
Aluna terdiam, menatap Pria yang sudah menjadi suaminya itu berjalan meninggalkannya, segera Aluna menepuk kepalanya, seakan menyadari kebodohannya yang bangun kesiangan. Aluna segera mandi dan berganti pakaian, Wanita itu segera turun ke lantai bawah untuk menemui suaminya. Dan Aluna menemukan Aditya yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"emm, Aditttt," panggil Aluna
"Yaa... duduklah , mau makan apa,?" tanya Aditya pada Aluna. Pria itu berbicara sangat sopan demi bisa mendapat kan foto bersama, semua itu Dia lakukan karena Mama Rita mengancam Aditya.
"Apa Saja, Ditt" ucap Aluna dengan canggung. Aluna mengeser kursi lalu duduk tepat di hadapan Pria arogan ya telah menjadi suaminya.
Aditya pun berbicara kepada pelayan hotel. agar membuatkan makanan yang sama dengan dirinya.
"Lun, bisa aku mengambil foto mu." ucap Aditya pada Aluna sedikit kesal.
"Tidak...," ucap Aluna tegas.
"Tapi, Mama menginginkannya, Aku juga tidak sudi mengambil fotomu dan menyimpannya di ponselku. Jika bukan karena Mama," Ucap Aditya yang marah pada Aluna. Suasana hatinya benar-benar buruk.
Tanpa persetujuan Aluna Aditya mengambil foto Aluna secara diam-diam. Lalu mengirimkan foto tersebut pada Wanita yang paling menjengkelkan di seluruh dunia Yaa Wanita itu adalah ibu kandungnya.
"Tanpa persetujuan dari mu aku bisa melakukan apa pun yang aku mau," batin Aditya sambil menatap Aluna yang sedari tadi terlihat sangat kesal padanya.
****seseorang tidak memenuhi kriteria kita, bahkan jauh sekali, maka bukan berarti kita tidak bisa menyukainya. Tanyakanlah ke orang tua kita, nenek kakek kita, pernikahan mereka langgeng, justru karena tetap menyukai seseorang dengan segala kekurangannya**– Tere Liye
**Kita jatuh cinta bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan karena melihat kesempurnaan pada orang yang tidak sempurna****
Para pembaca yang baik. Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote dan Rate ya setelah membaca, Agar Author semangat nulisnya. Di tunggu Yaa 😊🙏🙏