
***
"Aluna Mahendra, Aku mencintaimu Mu," ucap Wira dengan Mata berbinar
Aluna menarik nafasnya yang terasa berat dan sesak. Meskipun rasa sakit dan sesak menggerogoti paru-parunya Dia tetap harus mengatakan yang sebenarnya.
"Wira .. Aku tidak Bisa menerima Cinta Mu Karena Aku ......" ucap Luna lirih sedikit terputus dan tak mampu melanjutkan ucapannya.
"Kenapa Lun.." ucap Wira dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf" seuntai kata mulai terurai dari bibir mungilnya. Aluna kembali membasahi bibirnya yang terasa begitu kering. Dia benar-benar gugup dan hatinya terasa begitu sakit dan berat. di satu sisi Dia bahagia Orang yang Selama ini di Sukainya dan Menyatakan Cintanya. Tapi di Sisi Lain Dia Telah di Jodohkan dengan Pria yang sama sekali tidak di kenal.
"Kenapa Luna ?? " tanya Wira dengan nada lembut
"Aku, Aku, Aku di Jodohkan Raa" ucap Luna dengan berurai Air Mata.
Wira mengangkat Kepalanya menatap Wanita yang begitu Dia cintai yang kini tampak begitu resah. Siapapun tidak akan ada yang bisa menebak seperti apa perasaanya sekarang. karena sesungguhnya, Dia merasa sekarang adalah akhir dari kisah Cintanya sebelum bisa memulainya bersama Aluna. Sahabat sekaligus Wanita yang selama ini mengisi hidupnya.
"Bisakah Kau memikirkannya lagi ?? Ku Mohon " pinta Wira dengan nada sungguh-sungguh dan tangannya sedikit meremas tangan Aluna Yang Dia Pegang.
" Aku Tahu ini keputusan yang sangat sulit namun Aku yakin ini adalah keputusan yang terbaik untuk kita. keputusan Aku sudah Tepat." ucap Aluna dengan nada lirih dan melemah, serta menarik tangannya. Dengan mata berkaca-kaca Dia menatap Pria tampan di hadapannya.
"Hubungan kita berakhir sampai di sini. bahkan belum sempat memulainya" ucap Wira dengan sedikit berteriak.
Wira merasa dunianya runtuh begitu tahu kenyataan yang terlontar dari bibir mungil Aluna.
Wira menatap sendu Sahabat sekaligus Wanita yang sangat Dia Cintai. Begitu bodohnya Dia selama ini tidak berani mengungkapkan perasaanya pada sahabatnya itu. Sekarang sudah terlambat.
"Lalu, apa dengan begitu Kau akan menuruti keinginan Orang Tua Mu menikah dengan Pria yang tidak kau kenal dan kau cintai " ucap Wira dengan nada tegas.
Sakit di hati Aluna kian terasa Pedih
"Iya" ucap Aluna air mata sudah membasahi pipinya.
"Haruskan Kau melakukanya??" tanya Wira pada Aluna
"Demi Keluarga Ku. Mereka ingin Aku menikah denga Pria itu " ucap Aluna
"Apa dengan itu Kau bahagia. Kau tidak bisa
mengorbankan kebahagian Mu demi Mereka" ucap Wira berusaha mempengaruhi keputusan Aluna.
" Tentu saja Aku bisa. Aku tidak peduli apakah aku bisa atau tidak. Tapi yang pasti Aku tidak akan pernah sanggup mengecewakan mereka sebagai orang tua Ku. Mereka sudah memberikan begitu banyak kebahagian pada Ku selama ini. Aku hanya bisa melakukan ini untuk Mereka. Itu yang akan membuat mereka bahagia meskipun Aku harus mengorbankan kebahagian Ku" ucap Aluna dengan tegas.
Wira paham betul akan hal ini. Betapa Dia mengerti bahwa Aluna begitu menyayangi Keluarganya lebih dari apapun. Siapa yang menyangka hasil akhir yang dia dapat hari ini. Baru mengungkapkan sudah terpatahkan.
"Baiklah semoga kau bahagia dengan keputusan Mu Aluna" Ucap Wira sambil menatap mata wanita yang Dia cintai.
Wira pergi. Bahkan tanpa berkata apapun lagi Dia berjalan meninggalkan Wanita yang sangat Dia cintai. semoga Kau tak menyesal dengan keputusan Mu.
Para pembaca yang baik. Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Vote dan Rate ya setelah membaca, Agar Author semangat nulisnya. Di tunggu Yaa 😊😊🙏🙏