
Malam yang sangat dihindari oleh Aluna telah datang. Aluna merasa Hari ini berlalu begitu Cepat.
Aluna menatap pantulan wajahnya dari sebuah cermin besar yang terpasang di dinding kamarnya. Aluna membuka Kacamata yang selama ini Dia Pakai atas saran Mama Eva. Aluna menarik nafas dan menghembuskannya berulangkali. Membuang semua perasaan gugup yang ada di hatinya.
Gaun berwarna merah muda itu sangat indah dan pas di pakai di tubuhnya. warnanya yang cerah sangat bertolak belakang dengan perasaanya saat ini. Aluna merasa sangat takut dan resah. Dia takut setelah pernikahan ini hidupnya tidak bahagia seperti yang telah Orang Tua nya harapkan selama ini.
Pernikahan itu sekali seumur hidup. Pasangan yang kamu pilih adalah pasanganmu sampai mati. Salah atau benar, itulah pasanganmu.
Pernikahan merupakan salah satu momen sakral yang paling membahagiakan dan selalu ditunggu oleh setiap manusia. Setiap orang berharap itu hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup, begitupun dengan Aluna. Tapi pernikahan di karenakan perjodohan dan paksaan. Apakah akan baik-baik saja??
"Kakak, Apa Kakak baik-baik saja??" tanya Kezia
Kezia berjalan masuk ke dalam kamar Kakaknya. Dia menutup pintu kamar itu, lalu mendekati Kakaknya.
"Apa Aku terlihat seperti orang yang bahagia setelah akan dipaksa menikah. Dan Aku sama sekali tidak bisa menolaknya??" ucap Aluna tertunduk .
"Maafin Aku yah Kak Luna. Seandainya aja aku tak memiliki kekasih. Aku pasti mau dan tak akan menolak jika di jodohkan Papa" ucap Kezia berpura-pura peduli pada Aluna
Aluna tersenyum bahagia menanggapi ucapan sang Adik. Yang Aluna pikir ucapan Kezia itu tulus dari hati kecilnya
Kedua Wanita itu kemudian diam dalam keheningan malam. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Sampai akhirnya, suara pintu terbuka memecahkan keheningan yang terjadi di dalam kamar itu.
"Kezia kenapa Kau lama sekali memanggil Kak Luna," tanya Mama Eva pada Kedua Putri kandungnya itu.
"Ayo Kak " Ajak Kezia sambil menggandeng tangan sang Kakak.
Saat mereka memasuki ruang makan. Aluna terus menundukkan kepalanya. detak jantungnya berpacu cepat seperti genderang perang.
"Ada Aku di sini Kak, Kakak jangan takut dan resah," bisik Kezia berpura-pura peduli pada kakaknya.
"Kamu...." Suara itu memecahkan keheningan yang terjadi, suara itu membuat Aluna mengangkat kepalanya dan mencari sumber suara yang tadi di dengarnya , Aluna memastikan jika apa yang terlintas dipikiranya salah.
Aluna menatap tajam ke arah Pria yang paling Dia benci selama hidupnya. Pria yang pernah menghina dirinya sewaktu sekolah menengah atas.
"Tunggu, Apa kalian sudah saling kenal ?" Tanya Papa Hadi ( Papanya Aditya) kepada Aluna dan Aditya.
"Iya Pa, Aku dan Dia....." ucap Aditya terputus
" Aditya itu Kakak kelas Luna sewaktu Luna SMA Om, " Luna berusaha menjelaskan pada semua yang Ada di meja makan.
"Yang benar Lun, kenapa tidak pernah cerita pada Papa Lun, ??" tanya Papa Rahman pada sang Putri
"Kenapa Luna harus cerita pada Papa,? Lagian mana Luna tahu kalo Aditya itu anak dari sahabat papa," ucap Luna.
Lanjut Guyss 😊
Jangan Lupa Like dan Komen Yah Guyss 😂......