GELORA ASMARA CEO

GELORA ASMARA CEO
Hari Pernikahan l



Hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh Keluarga Hadi Prasetyo dan Keluarga Mahendra tapi tidak untuk calon penggantinya yaitu Aditya dan Aluna. Pernikahan Mereka di Adakan di salah satu Hotel Milik Keluarga Hadi Prasetyo.


Hari ini juga adalah hari dimana dua orang berbeda jenis akan di nyatakan bersatu dalam sebuah ikatan resmi yaitu Pernikahan. Yang akan di saksikan oleh puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang di undang oleh Kedua Keluarga tersebut.


Di dalam salah satu ruangan khusus untuk pengantin Wanita, Aluna tampak duduk di kursi yang di sediakan khusus untuk dia di rias.


Aluna sudah berdandan sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih yang membuatnya sangat anggun dan menawan. Gaun pengantin yang di pakainya terlihat sangat cocok di padukan dengan kalung berlian yang sangat cantik pemberian sang Calon Mertua.


Raut wajah Aluna itu terlihat tampak lesu, sama sekali tidak ada Kebahagian sedikitpun di wajahnya. Dia sedih, kesal, kecewa dan bahkan hampir berteriak. Semua tercampur aduk menjadi satu. Dia harus menahan semua rasa itu dalam hatinya yang paling dalam.


Tok Tok Tok


Suara pintu terketuk membuat Aluna mengangkat wajahnya dengan sangat lesu dan sedih. tiba-tiba Mama Eva masuk menampakkan sosok anggun dan awet muda di usia yang tak muda lagi.


"Maa," panggil Aluna


" Yaa Sayang, kenapa Kamu terlihat tak bahagia,?" Tanya Mama Eva pada putrinya


"Maa bisa tidak pernikahan ini di batalkan saja,??" pinta Aluna pada Mama Eva dan seketika itu jantung malam Eva berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Kamu jangan macem-macem Lun, sebentar lagi acara pernikahan Kamu akan di mulai


Jangan buat masalah deh. Kamu mau buat Papa Kamu kenak serangan jantung mendadak,?? ucap Mama Eva menatap Aluna.


"Lun,," ujar Mama Eva yang kemudian mendekat berjalan menghampiri Putrinya


"Maafin Mama dan Papa Lun, Mama dan Papa cuma ingin melihat kamu menikah," ujar Mama eva lirih.


"Maa," ucap Aluna


Aluna menghela nafasnya, Aluna menatap mata Mamanya. Mata itu tampak berbinar memancarkan rasa haru dan sedih di dalamnya. Aluna mendekat dan langsung memeluk sang Mama.


"Permisi, Mohon maaf kalo saya menganggu, sudah saatnya bersiap. Acara pernikahan sebentar lagi di mulai dan semua orang sudah menunggu calon pengantin wanita.


Aluna dan Mama Eva menganggukkan kepalanya mengisyaratkan mengerti apa yang di sampaikan seorang perempuan yang memakai seragam Wedding Organizer itu.


Keamanan Pernikahan Aditya dan Aluna di jaga sangat ketat. Hanya yang memiliki undangan saya yang bisa masuk.


Aluna mulai berjalan memasuki ballroom hotel dengan menggenggam erat tangan Papa dan Mamanya. Kezia dan sang Kekasih Arya Pratama berjalan tepat di belakang Aluna.


Aditya yang sudah menunggu, terus menatap calon istrinya itu. Senyum terpaksa di tampilkan oleh Aditya. Dia ingat pesan Papa dan Mamanya agar memasang senyum bahagia jika di acara pernikahannya itu.


***Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa*


**Pernikahan yang awet dibangun atas persamaan maupun perbedaan karena dalam pernikahan ada hal-hal yang mesti selaras dan ada hal-hal yang mesti berbeda untuk saling melengkapi**