
Zaky merasa menang karena telah berhasil membuat Nissa untuk menuruti kemauannya..
"Nissa kenapa kamu sepolos itu, tapi bagus deh setidaknya aku bisa selamat dari perjodohan yang tak aku inginkan ini." ucap Zaky sembari tertawa..
Hari yang sudah di tentukan oleh Zaky kini pun telah tiba, Zaky membawa Nissa ke salon dan juga memberikan Nissa sebuah gaun yang sangat indah.
Zaky gak mau jika orang tuanya tahu jika Nissa hanyalah OG di kantor milik Zaky..
"Kamu harus menurut kepadaku, sekarang kamu harus di make up dulu karena Bundaku adalah wanita yang sangat memperhatikan penampilan seseorang, jadi kalau kamu gak mau di penjara turuti kemauanku."ucap Zaky merasa menang..
Nissa hanya diam saja tanpa berkata apapun baginya Nissa hanya hanya memikirkan kuliahnya saja.
"Baikalah lakukan saja apapun yang Bapak mau aku menurut saja." ucap Nissa sembari tertunduk..
Zaky menatap kearah Nissa..
"Apa kamu masih mau terus panggil aku Bapak? Aku minta kamu panggil aku Mas apa kamu paham.. Itu hanya di depan orang tuaku saja, apa kamu paham sayang." ucap Zaky sembari bercanda.
Mata Nissa melotot di panggil Sayang oleh Zaky..
"Upss aku hanya bercanda, aku harap kamu mengerti oke." ucap Zaky kemudian..
"Iya aku paham kok Pak Zaky." ucap Nissa ketus..
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Setelah membawa Nissa ke salon dan menyuruh Nissa mengganti pakaian mata Zaky tak berhenti berkedip melihat Nissa yang ternyata sangat cantik..
"Ternyata dia sangat cantik." ucap Zaky dalam hatinya..
Nissa pun merasa tak nyaman dengan penampilannya saat ini, dengan pakaian yang agak terbuka membuatnya merasa risih..
Nissa hanya terpaksa melakukan apa yang bos nya mau demi membuktikan dirinya tidak bersalah..
"Apa kamu sudah siap Nissa, kamu ingat ya ini hanya sandiwara saja jadi jika nanti aku bersikap manis sama kamu, jangan sampai kamu GR ya. Ingat itu, apa kamu paham?" ucap Zaky berusaha menekan mental Nissa..
Nissa menatap kearah Zaky dengan tatapan yang tak biasa..
"Apakah akh hanya kamu anggap sebagai boneka kamu saja Pak Zaky, aku tahu anda tahu jika saya tidak mencuri uang anda, tapi kenapa ada tetap memaksa saya untuk mengikuti semua kemauan Bapak? Tapi tak perlu khawatir aku akan melakukan apapun yang Bapak inginkan." gerutu Nissa dalam hatinya..
Zaky yang nampak melihat Nissa bengong pun menyenggol lengan Nissa sehingga membuat Nissa tersentak dari lamuanannya..
"Hei kenapa kamu bengong? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Zaky sedikit kesal..
"Gak ada apa apa Pak, kita bisa berangkat sekarang karena nanti malam saya masih harus kuliah." ucap Nissa sembari berpura pura tersenyum..
Zaky menatap kebohongan di mata Nissa tapi Zaky lebih memilih untuk tak perduli yang terpenting buat Zaky adalah Zaky bisa terbebas dari perjodohan itu..
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang, dan ingat kamu harus panggil aku apa?" tanya Zaky mengingatkan Nissa..
"Iya Mas Zaky.."ucap Nissa singkat..
Zaky dan Nissa pergi ke rumah Wijaya tentunya tempat tinggal Zaky yang sangat mewah dan besar..
Sesampainya di sana mata Nissa di buat takjub dengan interior dirumah mewah tersebut..
"Hei kamu jangan udik begitu? Aku tahu kamu gak pernah kan masuk ke rumah semewah ini?" ucap Zaky seperti menghina Nissa..
Nissa pun langsung tersadar kemudian berpura pura tersenyum walau batinnya sedikit terluka..
"Iya Mas maafin aku." ucap Nissa lirih..
Sesampainya di dalam rumah yang super mewah itu Nissa di persilakan duduk oleh Zaky, kemudian Zaky memanggil sang Bunda yang sengaja menunggu Zaky..
"Kamu tunggu di sini aku mau panggil Bundaku dulu. Ingat kamu gak boleh bikin aku malu." ucap Zaky lagi lagi menekan Nissa..
Nissa hanya mengangguk karena Nissa tak mau memperkeruh suasana..
Tak lama kemudian Nyonya Henny datang bersama Zaky, namun sepertinya Nyonya Henny tak menyukai kehadiran Nissa..
"Sayang kenalin ini Bundaku." ucap Zaky memperkenalkan Bundanya pada Nissa..
Nissa pun berdiri dan kemudian mengucapkan salam sembari mencium tangan sang Bunda..
"Assalamualaikum Tante,nama saya Nissa." ucap Nissa sembari mencium punggung tangan Nyonya Henny..
Nyonya Henny hanya tersenyum kemudian mempersilahkan Nissa untuk duduk..
"Duduklah, oh iya kamu anak dari keluarga mana?" tanya Nyonya Henny sinis..
"Maaf Tante saya hanyalah seorang anak yatim piatu Tante." ucap Nissa pelan..
Nampak sekali di wajah Nyonya Henny bahwa Nyonya Henny tak menyukai Nissa..