
Anissa yang telah sampai di bandara langsung mencari hotel terdekat untuk tempat tinggalnya.
Nissa sudah tak sabar ingin memberi kejutan kepada Zaky dengan kepulangannya..
Pada pagi harinya Nissa mengunjungi kediaman Wijaya untuk memberi kejutan kepada keluarga lelaki yang sangat di cintainya itu..
Nissa pun sampai kediaman Wijaya, setelah memencet bel ada seorang asisten yang membukakan pintu..
Setelah di persilahkan masuk Nissa langsung menemui Nyonya Henny yang sedang berada di dapur..
"Assalamualaikum Bunda.." ucap Nissa sembari tersenyum.
Nyonya Henny pun sangat terkejut melihat kedatangan Nissa..
"Nissa..." ucap Nyonya Henny kemudian memeluk Nissa..
Nissa pun tersenyum kemudian membalas pelukan Nyonya Henny..
"Bunda Nissa sangat merindukan Bunda." ucap Nissa setelah tiga tahun berpisah dengan wanita yang dulu tak pernah mrnyukainya..
Nyonya Henny pun tersenyum kemudian melepaskan pelukannya..
"Sayang kamu kapan pulang dari London? Kenapa Zaky tak menceritakan bahwa kamu akan kembali? Jika fia cerita Bunda kan bisa menyiapkan sesuatu buat Nissa." ucap Nyonya Henny sembari terus tersenyum..
Nissa pun tersenyum..
"Ini kejutan Bunda, bahkan Mas Zaky saja tak mengetahui bahwa aku telah berada di Indonesia. Oh iya Bunda, Mas Zaky ada dimana?" tanya Nissa yang mungkin sudah sangat merindukan Zaky..
Nyonya Henny pun tersenyum kemudian memberikan isyarat bahwa Zaky masih tertidur pulas di kamarnya karena hari itu adalah weekend jadi tak ada kegiatan..
Nissa lun meminta izin untuk ke kamar Zaky, dan setelah Nissa di izinkan kini Nissa pun masuk kedalam kamar Zaky..
Kamar Zaky tak terkunci itu menjadi kesempatan Nissa untuk masuk..
Nissa melihat lelaki yang sangat dia cintai masih tertidur dengan pulasnya. Timbulah niat jahil Nissa untuk membuat Zaky menderita.
Nissa mulai memencet hidung Zaky sehingga Zaky kesusahan bernafas..
Satu kali dua kali Zaky masih saja pukes dengan tidurnya.Nissa pun memencet hidung Zaky sedikit lebih kencang hal itu membuat Zaky marah dan kemudian berteriak..
"Kamu gila....." ucap Zaky terhenti ketika melihat siapa yang berada di sampingnya..
Nissa pun tersenyum dan kemudian tertawa..
"Mas aku enggak gila.. Ih mau kasih kejutan malah di katain gila." ucap Nissa sembari berpura pura marah..
Zaky masih tidak percaya dengan siapa yang dia lihat. Setelah memastikan dan benar bahwa itu Nissa, Zaky langsung memeluknya dengan sangat erat..
"Sayang maafkan aku, aku gak tahu itu kamu? Dan kapan kamu kembali ke sini kenapa kamu gak kasih tahu aku?" tanya Zaky sembari memeluk Nissa dengan sangat erat.
Nissa pun hampir kehabisan nafas..
" Mas peluknya jangan kencang kencang aku gak bisa nafas?" ucap Nissa dengan nafas yang tersengal..
Zaky langsung melepaskan pelukannya dan kemudian menatap Nissa yang telah berada di hadapannya..
"Maaf ya aku hanya kaget saja dan aaku juga tak percaya bahwa kamu telah kembali dari London habis kamu si iseng so kasih kejutan segala." ucap Zaky yang kemudian mencium kening Nissa..
Nissa pun tersenyum dan kemudian bangun dari duduknya..
"Mas mandi deh bau? Habis itu kita sarapan bersama aku juga mau bantu Bunda di dapur dulu." ucap Nissa yang ingin pergi namun di tahan oleh Zaky..
Zaky kembali memeluk Nissa kali ini dengan sangat lembut..
"Sebentar sayang aku ingin memelukmu sebentar lagi untuk melepaskan semua rasa rinduku kepadamu. Kamu tak pernah tahu bagaimana menderitanya aku hidup tanpa kamu, dammn sekarang aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu untuk hari ini esok dan seterusnya." ucap Zaky sembari memeluk Nissa dengan erat..
Nissa pun hanya bisa tersenyum dan hatinya merasakan bahagia karena merasa bahwa dirinya benar benar berarti untuk Zaky lelaki yang telah membuat dunianya menjadi lebih berwarna..