FIND ME IN YOUR HEARTS

FIND ME IN YOUR HEARTS
Sedikit Perhatian



Selama dalam perjalanan baik Zaky dan Nissa tak ada yang berbicara apapun..


Nissa membuang muka menghadap kearah sepion, sementara Zaky fokus mengemudi..


Hati Nissa bercampur aduk menghadapi sikap Zaky yang cuek parah..


Sementara Zaky juga bermain dengan perasaannya antara marah dan kesal karena sikap cuek Nissa dan juga tentang sikap Bundanya..


"Kamu mau makan apa?" ucap Zaky membuka pembicaraan..


Nissa menatap kearah Zaky dengan tatapan yang kurang meyakinkan dengan sikap Zaky..


"Kamu ngajak aku makan. Eh maaf Bapak ngajak saya makan?" tanya Nissa mengulangi ucapannya..


Zaky menatap Nissa dengan tatapan yang tidak suka..


"Apa perlu saya mengulangi ucapan saya?Jangan pura pura bodoh deh." ucap Zaky dengan acuhnya..


"Gak usah Pak, saya gak lapar." ucap Nissa kembali menatap ke arah luar kaca mobil yang Nissa tumpangi..


Zaky merasa bersalah karena telah membuat Nissa tersinggung...


Zaky menatap kearah Nissa, tapi Nissa berpura pura tak melihatnya..


"Udah deh gak usah ngambek kayak anak kecil aja." ucap Zaky pelan..


Zaky merasa nyaman berada di dekat Nissa, Nissa gadis yang sederhana dan terlihat biasa saja tapi sangat mempesona..


Nissa tak menjawab ucapan Zaky, Nissa merasa Zaky hanya mempermainkan perasaannya saja..


Zaky menatap ke arah Nissa dengan tatapan yang kurang suka dengan sikap Nissa..


"Aku ngomong sama kamu bukan sama tembok kan?" ucap Zaky sedikit kesal.


Nissa menatap ke arah Zaky kemudian kembali menundukan wajahnya.


"Terserah Bapak saja." ucap Nissa lirih nyaris tak terdengar di telinga Zaky..


Zaky menjadi kesal dengan sikap Nissa, Zaky kemudian mengemudikan mobilnya dengan sedikit ngebut..


Nissa menjadi panik melihat Zaky nampaknya sangat marah dengan sikapnya..


Nissa ketakutan dan tanpa sengaja memegang lengan Zaky..


Zaky mengontrol kembali kecepatannya hingga Zaky terpaksa menghentikan mobil yang mereka tumpangi..


"Kamu kenapa Niss? Apa kamu takut?" tanya Zaky sembari mengusap kening Nissa yang nampak berkeringat..


Nissa menatap ke arah Zaky, dan Nissa baru menyadari bahwa dia memegang lengan Zaky dengan sangat erat sehingga nampak memeluk lengan Zaky..


"Maaf Pak, saya refleks." ucap Nissa sembari melepaskan pegangan tangannya..


Zaky tersenyum kemudian kembali mengusap kening Nissa yang nampak masih berkeringat..


"Kamu gak apa apa kan? Maaf aku gak tahu kalau kamu fobia dengan kecepatan mobil apa mungkin kamu pernah trauma dengan kecelakaan?" tanya Zaky pelan..


Nissa menatap kearah Zaky kemudian menangis..


"Maaf Pak saya pernah mengalami trauma ketika kecil, karena kecelakaan itu saya harus kehilangan kedua orang tuaku, dan saat itu hanya saya yang selamat." ucap Nissa sembari menangis...


Zaky merasa bersalah karena telah membuat Nissa kembali mengingat masa lalunya..


"Maafkan aku Nissa, sudah gak apa apa ada aku di sini." ucap Zaky tanpa sengaja memeluk Nissa untuk menenangkan hati Nissa..


Cukup lama mereka saling berpelukan hingga pada akhirnya Nissa menyadari berada di pelukan Zaky..


"Maaf Pak Zaky, saya susah gak apa apa." ucap Nissa sembari melepaskan pelukan Zaky..


Zaky merasa canggung karena tanpa sadar memeluk Nissa, tapi dalam hati Zaky mendapatkan ketenangan ketika Nissa berada di pelukannya.


"Baiklah kamu sudah agak tenang bukan? Ya sudah kita makan dulu dan aku minta satu hal sama kamu kalau di luar kantor jangan panggil aku Bapak, karena usia aku baru 30, panggil saja Mas atau apa gitu. Kamu paham?" ucap Zaky sembari menatap Nissa..


Nissa hanya mengangguk dan kemudian mencoba untuk tersenyum..


"Baiklah Pak." ucap Nissa sembari tersenyum..


"Aku bilang jangan panggil Bapak, kamu masih gak paham juga ya?" ucap Zaky kesal..


"Iya Mas Zaky maaf." ucap Nissa sembari menundukan wajahnya...


Sesampainya di sebuah restoran Zaky dan Nissa nampak seperti sepasang kekasih yang sedang dinner bersama, Zaky dan Nissa adalah pasangan yang serasi di mata orang orang yang menatapnya..


Sementara Nissa merasa canggung di pandangi oleh orang orang di sekelilingnya.


"Kamu jangan kaku gitu, biasa saja oke." ucap Zaky setengah berbisik...