
Nissa masih terlihat sangat terpukul dengan kejadian itu. Dengan kenyataan bahwa dirinya telah kehilangan buah hatinya..
"Maafkan aku Niss aku yang telah membuatmu seperti ini." gerutu Zaky dalam hatinya..
Zaky dan Nissa hanya saling diam, tak ada satu patah katapun yang keluar dari bibir keduanya..
Tiba tiba ada suara ketukan pintu dari arah ruang rawat Nissa..
"Bunda..." ucap Zaky lirih..
Nissa pun menengok kearah pintu dan kaget dengan kedatangan Nyonya Henny..
Nyonya Henny tak menjawab ucapan Zaky, Nyonya Henny nampak tersenyum setelah melihat kondisi Nissa..
"Nissa kamu sudah bangun nak."ucap Nyonya Henny sembari tersenyum...
Nissa menelan silvanya kemudian juga pura pura ikut tersenyum..
"Iya Tante,, Tante kemarin gak apa apa kan?" tanya Nissa masih dalam kondisi yang lemah..
Nyonya Henny menaruh tas di tangannya keatas meja yang berada di dekat ranjang Nissa..
"Bunda gak apa apa Nissa, maafkan Bunda ya telah membuatmu seperti ini seharusnya Bunda yang berbaring di tempatmu bukan kamu." ucap Nyonya Henny dengan mata yang berkaca kaca..
Nissa pun tak kuasa menahan airmatanya setelah mendengar ucapan Nyonya Henny..
"Iya Tante gak apa apa kok, kondisi Nisaa juga telah membaik." ucap Nissa lirih..
"Jangan panggil Tante panggil Bunda saja sama seperti Zaky, Maafkan Bunda Niss telah membuatmu kehilangan buah hatimu, cucu Bunda.." ucap Nyonya Henny sembari menangis..
Nissa pun ikut menangis anak yanh seharusnya menjadi pengikat antara dirinya dan Zaky kini telah tiada dan Nissa merasa tak pantas buat Zaky..
"Iya Bunda mungkin ini susah kehendak yang diatas, Nissa ikhlas Bunda.." ucap Nissa mencoba menyembunyikan kesedihannya.
Nyonya Henny memeluk Nissa dengan sangat erat.
"Maafkan Bunda sayang maafkan, Bunda sangat berhutang nyawa sama kamu sayang maafkan Bunda.."ucap Nyonya Henny sembari memeluk Nissa dengan erat..
Zaky pun merasa senang sekaligus sedih dengan kejadian ini, di satu sisi Zaky merasa senang karena kini Bundanya telah bisa menerima Nissa tapi di sisi lain Zaky merasa sedih karena harus kehilangan buah cintanya kepada Nissa..
Zaky pun mendekat kearah Nissa dan kemudian duduk di tepi ranjang Nissa..
"Niss maafkan aku ini salahku, seandainya aku bisa menemukan mu lebih dulu mungkin semua ini tak akan pernah terjadi..
"Apa maksud kamu Mas, bukankah ini yang kamu mau Mas, aku tahu kamu tak pernah mencintaiku Mas dan mungkin inilah jalan yang terbaik buat hubungan kita."gerutu Nissa dalam hatinya..
Nyonya Henny pun menyentuh pergelangan tangan Nissa yang nampak sedang memikirkan sesuatu..
"Nissa sayang apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu bengong sayang?" ucap Nyonya Henny sembari memegang tangan Nissa dengan lembut...
Nissa kaget dengan sentuhan lembut di tangannya..
"Iya Nissa gak apa apa kok Bunda.. Maafkan Nissa." ucap Nissa dengan gugupnya...
Nyonya Henny pun tersenyum kemudian memberikan Nissa makan siang..
"Ya sudah kamu makan dulu kalau gitu ya, supaya kondisi kamu cepat pulih sini biar Bunda yang suapin." ucap Nyonya Henny sembari tersenyum..
Nyonya Henny dan Zaky selamat ingin membuat Nissa melupakan kesedihannya..
"Iya Niss kamu harus makan ya, kamu harus ingat kondisi kesehatan kamu? Walau sekarang kamu seperti ini kamu juga harus tetap kuat." ucap Zaky sembari tersenyum..
Nissa pun hanya bisa membalas senyuman Zaky, dalam hati Nissa merasa sangat hancur.
Nissa beranggapan bahwa semuanya tidaklah berarti Nissa beranggapan bahwa Nissa tak pernah pantas buat Zaky dan Nissa telah memutuskan untuk meninggalkan Zaky setelah kondisi Nissa benar benar membaik...
Nissa kini tengah makan di suapin oleh Nyonya Henny Nissa merasa sedih sekaligus senang karena mendapatkan kesempatan untuk bisa dekat dengan Ibu dari lelaki yang sangat di cintainya, tapi di lain sisi Nissa merasa sedih karena dengan kebaikan Nyonya Henny membuat Nissa mengingat almarhumah sang Bunda yang telah lebih dulu meninggalkannya..
Nissa pun menikmati makanan yang di berikan oleh Nyonya Henny, Nyonya Henny pun merasa sangat senang karena bisa menyuapin Nissa dengan kedua tangannya..
Nyonya Henny merasa bahwa Nissa adalah wanita yang pantas dan cocok untuk putra semata wayangnya Zaky...
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Setelah selesai makan Nissa dan Nyonya Henny nampak berbincang. Zaky pun berpamitan untuk pergi ke kantor karena tiba tiba ada urusan yang harus di selesaikannya..
"Bunda.. Niss aku pamit kekantor dulu ya, ada urusan yang harus Zaky selesaikan." ucap Zaky ketika berpamitan kepada Nyonya Henny dan juga Nissa..
Nissa pun hanya tersenyum setelah Zaky berpamitan Nissa hanya mengangukan kepalanya..
"Iya Zak kamu hati hati ya, kamu jangan khawatir disini biar Bunda yang jagain Nissa kebetulan kan hari ini Bunda lagi gak ada acara." ucap Nyonya Hennya sembari tersenyum...
Zaky pun tersenyum kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan Nissa..
Dalam hati Zaky merasa heran dalam hatinya kenapa Bunda nya kini justru bisa meluangkan waktu buat Nissa sementara buat dirinya saja terkadang terabaiakn...