
Bunda Henny menatap kearah Nissa dengan tatapan yang kurang senang..
"Terus kamu disini tinggal dengan siapa?" tanya Bunda Henny sembari menatap kearah Nissa..
"Nissa ngekos Tante." ucap Nissa sembari tersenyum...
Setelah selesai berbincang kini Bunda Henny berpamitan untuk pergi ke kamarnya karena dirinya harus pergi untuk menghadiri suatu acara..
"Maaf Zak, Bunda harus bersiap karena Bunda ada acara penting. Nissa Tante tinggal dulu enggak apa apakan?"tanya Bunda Henny sembari tersenyum..
Nissa pun Ikut tersenyum..
"Enggak apa apa Tante, Tante pergi saja. Lagian kan Mas Zaky harus kembali kekantor." ucap Nissa sembari tersenyum dengan sangat manis..
"Ya sudah Bunda gak apa apa kalau gitu Zaky dan Nissa pamit ya Bunda." ucap Zaky sembari berdiri lalu menarik tangan Nissa untuk mengajaknya keluar..
Nissa merasa sedikit kesakitan pada pergelangan tangannya mungkin karena Zaky menariknya terlalu kuat..
"Maaf Pak tanganku sakit." ucap Nissa sembari mencoba melepaskan cengkaraman tangan Zaky dari pergelangan tangannya..
Zaky sedikit kesal karena perlakuan sang Bunda yang menurutnya membuat Zaky merasa malu di hadapan Nissa..
"Maaf aku gak sengaja.."ucap Zaky sembari melepaskan cengkraman tangannya dengan sedikit kasar..
Nissa merasa aneh, bingung dan juga kecewa dengan perlakuan Zaky kepadanya..
"Ya sudahlah Pak gak apa apa kalau gitu saya permisi mau pulang." ucap Nissa tanpa berkata apa apa lagi Nissa langsung keluar dari pekarangan rumah besar milik keluarga Wijaya..
Zaky masih menatap Nissa dan masih diam di posisinya. Tanpa Zaky sadari Nissa telah menghilang di balik pintu gerbang..
Zaky berusaha mengejar Nissa tapi batang hidung Nissa sudah tak nampak lagi..
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Dengan langkah yang gontai Zaky kembali masuk kedalam rumahnya dan duduk di ruang tamu sembari berfikir dan terus berfikir..
Ketika Zaky sedang terdiam tiba tiba sang Bunda datang masih dengan pakaian yang sama.
"Apa cewek itu sudah pulang Zak?" tanya zang Bunda yang tiba tiba saja muncul di hadapannya..
Zaky menatap kearah sang Bunda dengan tatapan yang penuh dengan kekecewaan..
"Maksud Bunda apa? Kenapa Bunda seperti itu sama Nissa?" tanya Zaky sembari menatap sang Bunda..
Bunda Henny duduk di hadapan Zaky sembari melipat kedua tangannya..
"Bunda kira kamu sudah tahu Zaky,Bunda seperti ini karena Bunda tak menyukai Nissa dia wanita yang gak pantas buat kamu? Dia wanita yang sama sekali gak pantas masuk kedalam keluarga Wijaya jadi Bunda mau kamu jauhi Nissa, apa kamu paham Zaky?" ucap sang Bunda dengan lantangnya..
Zaky menatap kearah sang Bunda..
Bunda Henny menatap kearah Zaky kemudian menatapnya dengan tajam..
"Apa menurutmu Nissa itu wanita yang baik, dia tidak jelas asal usulnya wanita seperti itu hanya menginginkan harta kamu saja Zaky, kamu sadar dan apa kejadian dengan Zaskia itu tidak cukup untuk membuatmu sadar Zaky." ucap Bunda Henny yang tak terima jika Zaky menentangnya..
Zaky menatap sang Bunda dengan tatapan marah..
"Zaky sudah sering bilang jangan sebut nama itu lagi di hadapan Zaky, pokoknya Zaky tidak mau di jodohkan titik. Dan satu lagi Zaky kecewa sama Bunda."ucap Zaky sembari pergi kekamarnya..
Nissa yang masih berjalan dan terus berjalan pun merasa kecewa dengan sikap Bosnya tersebut..
"Kenapa Pak Zaky tega banget menyuruh aku pulang sendiri mana jauh lagi." ucap Nissa yang sebenarnya Kecewa dengan sikap Nyonya Henny Ibunda dari sang bosnya itu..
Kenapa si orang kaya selalu memandang rendah orang miskin, dan kenapa mereka selalu memandang seseorang dari status sosialnya saja." gerutu Nissa dalam hatinya..
Nissa merasa sangat sedih sampai dia berjalan dan terus berjalan hingga Nissa hampir saja nyasar..
Zaky yang tiba tiba kepikiran pada Nissa pun langsung pergi untuk mencari keberadaan Nissa..
"Ya Tuhan aku lupa kalau ini sangat jauh dari kantor dan gadis itu bisa nyasar nanti." ucap Zaky yang langsung buru buru pergi..
Zaky mencari Nissa hingga jauh dari tempat tinggalnya dan setelah lama mencari akhirnya Zaky melihat Nissa di pinggir jalan yang sedang berdiri.
"Ayo naik.." ucap Zaky sembari menurunkan sepertiga kaca mobilnya..
Tak ada jawaban dari Nissa, Nissa hanya menatap Zaky lalu membuang muka kembali..
Nissa justru berjalan lagi untuk menghindari mobil Zaky..
Zaky yang melihat Nissa malah berjalan pun akhirnya marah, Zaky turun kemudian menarik tangan Nissa dan membawanya masuk kedalam mobilnya..
"Awww sakit.." pekik Nissa pelan..
Zaky langsung melepaskan cengkraman tangannya dan kemudian menghempaskan tubuh Nissa di jok depan mobilnya..
Nissa hanya bisa terdiam melihat ulah bosnya tersebut..
"Kamu mau nyasar ya, kenapa kamu gak dengerin ucapan saya." ucap Zaky sembari menatap Nissa dalam dalam..
Nissa menelan ludahnya kemudian menarik nafas panjang dan membuangnya berlahan..
"Bukankah Bapak tak menghentikan saya pergi? Jadi ya saya pergi maaf Pak." ucap Nissa sembari tertunduk..
Zaky semakin emosi setelah mendengar ucapan Nissa.
"Kan kamu bisa menunggu saya berbicara dengan Bunda saya, bukan main pergi begitu saja??" ucap Zaky sedikit membentak Nissa..
Nissa hanya bisa terdiam dan terdiam hingga pada akhirnya Zaky tak tega melihat Nissa pun dian dan kemudian melakukan mobilanya untuk mengantar Nissa pulang ke kosnya..