
Nissa melihat Nyonya Henny hampir tertabrak oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.
Nissa berlari tanpa memikirkan janin yang ada di dalam kandungannya..
Nissa mendorong tubuh Nyonya Henny hingga ke tepian jalan raya dan tiba tiba..
Bruggghhhhhhh tubuh Nissa terpental jauh dan kemudian terjatuh di tepian jalan hingga kepala Nissa membentur tepian jalan..
Nyonya Henny melihat Nissa terjatuh langsung berteriak dan kemudian mendekati tubuh Nissa..
Nyonya Henny berteriak ketika melihat itu Nissa wanita yang sedang di cari oleh sang putra, wanita yang tengah mengandung benih dari sang putra dan wanita malang yang kini terkulai lemah tak berdaya..
Nyonya Henny berteriak dan kemudian menangis dengan kencangnya..
"Nissaaaaaaaaaaa..." ucap Nyonya Henny sembari menggoyangkan tubuh Nissa yang tengah tak sadarkan diri..
Nyonya Henny semakin terpukul ketika melihat daerah segar yang mengalir dari area Nissa..
Dengan cepat Nyonya Henny memanggil ambulance dan kemudian membawa Nissa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan..
Sesampainya di rumah sakit Nyonya Henny masih saja menangis menghawatirkan kondisi Nissa dan bayi yang ada di dalam kandungannya..
Dokter masih menangani Nissa di ruang ICU sementara Nyonya Henny merasa sangat bersalah dan berdoa supaya Nissa baik baik saja..
"Nissa kamu telah menyelamatkan ku, aku mohon kamu kuat ya kamu kuat." ucap Nyonya Henny sembari menitikan airmata..
Dalam benak Nyonya Henny tak pernah menyangka bahwa Nissa akan bertaruh nyawa untuk menyelamatkan nyawanya..
Nissa pun lupa untuk menghubungi Zaky..
Tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat nama seseorang yang menelfonyya.
"Bunda dimana? Bunda baik baik saja kan? Kenapa Bunda menangis? Apa Bunda ada masalah?" tanya Tuan Wijaya yang menelfonnya..
"Ayah.. Ayah.. Nissa Yah, Nissa.." ucap Nyonya Henny terpotong..
Tuan Wijaya pun kaget mendengar nama Nissa di panggil olehnya..
"Bunda kenapa? Kenapa dengan Nissa Bunda? Ayo jawab?" tanya Tuan Wijaya sendesak sang istri..
"Nissa kecelakaan Yah, dan Nissa mengalami pendarahan, Cucu kita Yah, cucu kita?" ucap Nyonya Henny sembari terbatas bata..
Tuan Wijaya pun kaget mendengar ucapan sang istri..
"Apa maksud Bunda? Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Tian Wijaya panik..
"Nissa menyelamatkan Bunda ketika Bunda hendak tertabrak dan kini Nissa..." ucap Nyonya Henny terhenti..
Tuan Wijaya pun ikut panik mendengar bahwa Nissa mengalami kecelakaan..
"Apa kamu gak bercanda Bunda, terus gimana keadaannya sekarang? Kalian dimana?" ucap Tuan Wijaya sedikit membentak sang istri..
Nyonya Henny semakin terdengar isak tangis nya.
"Bunda di rumah sakit kencana Ayah.." ucap Nyonya Henny lirih...
Tanpa berfikir lagi Tuan Wijaya langsung menemui sang istri ke Rumah Sakit Kencana untuk melihat sendiri keadaan Nissa..
Zaky sangat syok mendengar kabar yang di dengar nya.
"Apa maksud Ayah?" ucap Zaky seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan sang Ayah..
Tuan Wijaya pun menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan..
"Nissa mengalami kecelakaan Zak, dan kata Bunda Nissa sekarang kritis." ucap Tuan Wijaya dengan suara yang serak..
Zaky pun syok mendengar bahwa Nissa kecelakaan..
"Nissa dimana Ayah?" tanya Zaky dengan suara yang gemetar.
"Rumah sakit Kencana... Ayah mau kesana. Kamu hati hati di jalan kita ketemu disana." ucap Tuan Wijaya lirih..
Zaky sudah tak menjawab ucapan sang Ayah, Zaky langsung tancap gas menuju Rumah Sakit Kencana..
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Sesampainya di Rumah Sakit Tuan Wijaya langsung menemui sang istri yang terlihat sangat syok..
"Bunda... Bagaimana keadaan Nissa." ucap Tuan Wijaya dengan sedikit gugup..
"Masih belum tahu Yah, Dokter belum juga keluar.." ucap Nyonya Henny sembari tertunduk lemas..
Zaky pun tengah sampai di Rumah Sakit, Zaky langsung mencari ruang IGD untuk melihat kondisi wanita yang sangat di cintainya..
"Bunda... Ayah.. bagaimana keadaan Nissa?" tanya Zaky dengan suara yang gemetar..
"Sabar ya Zak, kata Bunda Dokter belum keluar. Kita doakan yang terbaik buat Nissa dan calon anak kamu." ucap Tuan Wijaya mencoba menenangkan Zaky..
Zaky terlihat sangat terpukul dengan kejadian itu..
"Kenapa ini terjadi kepadaku?" ucap Zaky menyesali apa yang telah terjadi...
"Kamu yang sabar ya Zak, ini semua cobaan ambillah hikmah di balik semua ini." ucap Tuan Wijaya sembari menenangkan Zaky..
Tak lama kemudian Dokter yang menangani Nissa pun keluar dan Dokter tersebut memberikan kabar buruk..
"Maaf dengan keluarga pasien?" tanya Dokter Sintia yang menangani Nissa.
"Iya Dok, saya calon suaminya? Bagaimana kondisi calon istri dan bayi yang di kandungnya? Apa mereka baik baik saja?" tanya Zaky yang memberikan beberapa pertanyaan sekaligus..
Dokter Sintia pun bingung harus menjawab yang mana dulu..
" Maaf Pak, untuk saat ini kondisi Ibu Nissa terbilang kurang baik dia masih koma. Dan maaf ada kabar buruk yang terpaksa harus saya sampaikan, janin yang ada di dalam kandungan Ibu Nissa terpaksa kami keluarkan karena janin tersebut telah meninggal dan kami terpaksa membersihkannya ini juga demi keselamatan Ibu Nissa sendiri." terang Dokter Sintia..
Zaky semakin terpuruk dengan kabar yang di terimanya Zaky tak percaya dengan kenyataan pahit yang di dengar nya.
"Lantas bagaimana dengan Nissa apakah dia masih bisa memiliki keturunan lagi?" tanya Zaky memastikan kondisi Nissa yang sebenarnya..
Dokter Sintia pun tersenyum...
"Masih Pak karena rahim Ibu Nissa baim baik saja, hanya saja karena benturan yang tepat mengenai perutnya membuat janin yang di rahimnya tak bisa bertahan.." jelas Dokter Sintia sembari tersenyum kemudian pergi meninggalkan Zaky dan keluarganya...