
Zaky pun nampak senang hari ini semangatnya begitu menggebu entah apa yang membuatnya bahagia.
Zaky pergi ke kantor miliknya untuk mulai bekerja dan kini hari hari Zaky terasa senang karena Zaky selalu menanti kembalinya Anissa dari London..
Waktu berlalu begitu cepat tak terasa dua bulan sudah Nissa dan Zaky berpisah, kini Zaky sedang berada di sebuah cafe menunggu seseorang di sana..
Tiba tiba Zaky melihat seorang gadis kecil yang sangat cantik yang sedang menangis..
Zaky pun menatap gadis kecil itu kemudian mendekatinya..
"Hai gadis cantik kenapa kamu sendirian? Dimana orang tuamu?" tanya Zaky sembari berjongkok setandar dengan gadis kecil itu.
"Bunda dan Ayah pergi, Dara di tinggalin." ucap gadis kecil itu dengan polosnya..
Zaky mencoba mencari cari keberadaan orang tua gadis kecil itu namun Zaky tak napak..
"Ya sudah kita tunggu saja Bunda dan Ayah kamu di sini, kamu tenang aja Om bukan orang jahat kok." ucap Zaky sembari tersenyum..
Dengan polosnya Dara pun menurut saja, dan hari ini Zaky terpaksa menunda metting dengan rekan bisnisnya karena ingin mengantarkan Dara kepada kedua orang tuanya..
Setelah sekian lama menunggu tiba tiba ada seseorang yang memanggil nama gadis kecil tersebut..
"Dara,Dara putriku.." ucap seseorang yang tak asing di telinga Zaky..
Zaky berbalik badan dan menoleh ternyata itu adalah Zaskia mantan kekasih Zaky..
Zaskia dan Frans pun kaget melihat Zaky yang sedang bersama sang putri..
"Bunda.." ucap Dara sembari berlari mengejar sang Bunda..
Kia dan Frans mendekat kearah Zaky, Zaky seakan tak percaya akan bertemu dengan mereka kembali..
"Mas Zaky terima kasih telah membantu putriku, Mas Zaky maafkan kami." ucap Kia sembari menunduk.
"Zak maafin aku ya, maafin atas kesalahan kami di masalalu 7 tahun sudah semenjak hari itu dan jujur kami merasa tak tenang telah membuatmu terpuruk waktu itu tapi kami saling mencintai aku harap kamu mengerti Zak." ucap Frans ikut menimpali ucapan sang istri..
Zaky bangun dari duduknya kemudian tersenyum kearah Kia dan Frans..
"Sudahlah bukankah itu sudah lewat, aku sudah memaafkan kalian kok, dan aku juga telah mengikhlaskan semuanya. Oh iya bagaimana kabar kalian dan gadis kecil ini putri kalian?"tanya Zaky sembari memegang pipi imut Dara.
Frans pun tersenyum..
"Iya dia putriku, namanya Andara." ucap Frans sembari menatap kearah Zaky..
"Baiklah ya sudah mumpung kita bertemu disini bagaimana kalau kita makan siang bersama untuk melepas rindu antar sahabat bukankah kita sudah lama tak bertemu." ucap Zaky sembari tersenyum..
Semenjak Zaky mengenal Nissa, Zaky telah berhasil menghapus nama Zaskia dari fikirannya baginya Kia hanya kisah masa lalu nya dan Nissa lah kisah masa depan Zaky..
"Ide yang bagus.." ucap Frans sembari tersenyum kemudian mereka memesan makanan sembari berbincang mengenai kehidupan mereka..
Zaky sangat senang bisa bertemu dengan Dara, mungkin jika Nissa tak keguguran waktu itu mungkin Zaky juga akan memiliki anak secantik Nissa atau setampan dirinya..
"Zak kenapa kamu bengong?" ucap Frans membuyarkan lamunan Zaky..
Zaky pun menoleh kearah Kia dan Frans kemudian tersenyum..
"Aku hanya sedang menatap wajah cantik Dara, dia sangat lucu dan menggemaskan." ucap Zaky menutupi perasaannya yang sebenarnya bahwa Zaky sedang mengingat Nissa..