
Setelah Zaky kembali ke Jakarta lagi,kini Nissa mulai fokus kembali dengan pendidikannya karena tinggal satu tahun lagi Nissa telah bisa menyandang gelar sebagai Dokter muda yang sukses..
Nissa dengan begitu semangatnya ingin segera menyelesaikan pendidikannya dan segera kembali ke Indonesia..
"Kamu pasti bisa Nissa kamu pasti bisa." ucap Nissa dalam hatinya..
Di lain tempat..
Zaky yang sedang sibuk dengan pekerjaannya kaget setelah melihat Bastian menemuinya..
"Ada apa kamu menemuiku Tian?" tanya Zaky sembari menatap kearah Bastian dengan tatapan yang menyimpan pertanyaan..
Bastian pun duduk dan kemudian tersenyum..
"Aku hanya ingin meminta maaf atas semua yang pernah aku lakukan kepadamu dulu. Aku telah melakukan banyak kesalahan sehingga mata aku tak dapat melihat bagimana kebaikan kalian terhadapku dan juga keluargaku. Aku tahu kamu gak akan memaafkanku jika kamu tahu semua kejahatan yang telah aku lakukan terhadapmu." ucap Bastian sembari tertunduk..
Zaky pun tersenyum dan berpura pura tak tahu tentang apa yang terjadi..
"Maksud kamu apa Tian? Dan apakah kamu pernah berbuat salah kepadaku sehingga kamu meminta maaf?" tanya Zaky seolah tak tahu apa apa..
Bastian menarik nafas panjang dan mengakui semua kejahatannya kepada Zaky, bahwa Bastian lah dalang di balik semua kesulitan yang Zaky alami selama ini..
"Aku tahu aku salah Zak, jika kamu mau melaporkan aku ke polisi aku siap Zak. Tapi aku mohon sama kamu jaga Nissa untukku.." ucap Bastian sembari menatap Zaky..
Mendengar nama Nissa di sebut oleh Bastian,Zaky pun menatap heran kearah Bastian..
"Maksud kamu apa Tian? Kamu ada hubungan apa sama Nissa? Kamu tahu kan jika Nissa itu adalah calon istriku?" tanya Zaky mulai sedikit kesal..
"Aku tahu Zak, tapi asal kamu tahu aku juga sangat mencintai Nissa tapi Nissa selalu saja menolakku. Aku juga tahu siapa lelaki yang telah mengambil hati Nissa yaitu kamu." ucap Bastian sambari menunduk..
Zaky pun menarik nafas panjang dan mencoba meredam emosinya..
"Ya sudahlah lupakan saja, Kamu kan tahu aku sangat mencintai Nissa dan gak mungkin jika aku akan menyakitinya. Buat aku lebih baik aku yang terluka dari pada Nissa jadi kamu jangan khawatir tentang semua itu." ucap Zaky sembari menatap wajah Bastian..
Bastian pun merasa lega setelah mendengar ucapan Zaky.
"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu." ucap Bastian sembari berdiri dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Zaky..
Satu tahun sudah berlalu dan kini Nissa telah menyandang gelar sebagai seorang dokter muda.
Nissa sudah tak sabar untuk kembalilagi ke Jakarta untuk segera menemui Zaky dan keluarganya..
"Mas lihatlah aku sekarang susah menjadi seorang Dokter. Dan aku akan segera kembali untukmu."ucap Nissa sembari mengemasi semua barang barangnya..
Kini Nissa telah berada di bandara dan akan segera meninggalkan negara yang selama ini menjadi saksi perjuangannya untuk menjadi seorang dokter.
"Terima kasih ya Allah karena berkat kebesaran mu kini aku telah berhasil menjadi seorang dokter. Dan aky janji aku akan mempergunakan jabatanku ini dengan sangat baik.." ucap Nissa dalam hatinya..
Tak lama kemudian pesawat yang Nissa tumpangipun segera take off dan segera berangkat menuju kota kelahirannya Indonesia.
Nissa sengaja tak memberi tahu tentang kepulangannya karena Nissa ingin memberi kejutan untuk Zaky dan juga orang tua Zaky..