
Setelah Nissa keluar dari ruanganya, Zaky menatap sepiring nasi goreng yang telah tersaji di atas meja kemudian mulai melahabnya..
"Ini sangat enak, hemms ternyata dia sangat pandai membuat ini, seandainya aku bisa makan ini tiap hari." ucap Zaky sembari tertawa sendiri..
Sementara itu jantung Nissa masih berdebar debar tak menentu saat bertatap pandang dengan Zaky..
"Huffz Pak Zaky ini bikin jantungku berdetak tak menentu saja, tapi aku harus sadar siapa aku dan siapa dia?" ucap Nissa dalam hatinya..
Nissa melanjutkan pekerjaannya dan mencoba melupakan semua kejadian di pagi itu..
"Niss tolong kamu bersihkan ruang metting sekarang ya, karena satu jam lagi akan ada metting penting." ucap Ibu Farida dengan lembut..
Nissa yang sedang menyiapkan minuman di pantry pun segera menoleh lalu menjawabnya dengan sopan.
"Baik Bu setelah ini saya akan bersihkan." ucap Nissa sembari tersenyum..
"Terima kasih Nissa.." ucap Ibu Farida sembari menepuk bahu Nissa dengan pelan..
Setelah selesai menyiapkan minuman Nissa bergegas untuk membersihkan ruang rapat yang sebentar lagi akan di gunakan..
"Wah aku harus cepat ini, aku gak boleh mengecewakan Ibu Farida." ucap Nissa sembari membersihkan ruang rapat lalu menyusun minuman di atas meja dengan sangat rapi dan teliti..
Nissa kaget dengan kedatangan Zaky yang tiba tiba tengah berada persis di belakangnya. Karena kaget Nissa hampir saja terjatuh untung dengan sigap Zaky menangkap tubuh Nissa sehingga Nissa tidak sampai terjatuh..
"Lain kali hati hati." ucap Zaky sembari pura pura merapikan dasinya yang sama sekali tak berantakan..
Wajah Nissa berubah merah merona karena berada di pelukan Zaky..
"Iya Pak, maaf dan terima kasih." ucap Nissa sembari menundukan setengah badannya lalu berpamitan untuk keluar dari ruang rapat itu..
Nissa masih berada di amabang pintu dan lagi lagi Zaky menghentikannya..
"Tunggu siapa bilang kamu boleh keluar dari sini. Aku mau bilang terima kasih untuk sepiring nasi goreng yang kamu kasih, oh ya jika boleh aku mau kamu membuatkan aku sarapan setiap pagi, tenang aja aku akan menambah gaji kamu." ucap Zaky sembari duduk di atas kursi dan melipat kedua tangannya..
"Baiklah Pak akan saya usahakan. Tapi masalah menunya bagaimana?" tanya Nissa sedikit ragu..
"Terserah kamu saja, kamu gak perlu khawatir aku akan membayar makanan yang kau buat untukku di luar gaji kamu." ucap Zaky dengan lembut .
Nissa hanya mengangguk berarti setuju dan setelah itu Nissa berpamitan untuk keluar..
"Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi gak enak sebentar lagi karyawan yang lain akan kesini." ucap Nissa sembari menunduk..
"Baiklah terima kasih." ucap Zaky sembari tersenyum...
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Lagi lagi jantung Nissa hampir saja copot di buat oleh bosnya itu..
"Kenapa si Pak Zaky selalu membuat aku dag dig dug." ucap Nissa sembari mengusap wajahnya dengan kedua tangannya..
Rapatpun siap untuk di mulai dan kini datu persatu karyawan telah datang ke ruang rapat..
Zaky yang masih terdiam pun tertegun dengan kehadiran Ibu Farida yang mengejutkannya..
"Pak Zaky..." panggil Bu Farida sembari memegang tangan Zaky..
Zaky tertegun dan kemudian menoleh ke arah Bu Farida..
"Iya Tante, maaf aku gak fokus.." ucap Zaky sembari tersenyum..
Bu Farida ikut tersenyum, Bu Farida tahu tentang Zaky yang tertegun setelah bertemu dengan Nissa..
"Ya sudah mari kita mulai rapatnya.." ucap Bu Farida sembari tersenyum...