
Nissa masih saja terdiam, tak ada kata kat yang keluar dari bibirnya senyumnya seolah redup entah apa yang akan terjadi pada dirinya kedepannya..
"Niss maafkan aku ya, kamu bersabarlah aku janji aku akan menyakinkan Bunda." ucap Zaky pelan..
Nissa masih saja diam hal itu membuat Zaky merasa sedih melihat wanita yang sudah di rampas kehormatannya kini nampak murung..
"Mas Zaky bisa tolong antar Nissa pulang?" ucap Nissa lirih nyaris tak terdengar...
Zaky hanya mengangguk kemudian mengajak Nissa keluar dari rumah besarnya..
"Apa kamu memerlukan sesuatu?" tanya Zaky ketika tengah berada di depan kost Nissa..
Nissa hanya menggeleng kemudian turun dari dalam mobil Zaky begitu saja..
Zaky hanya dapat menatap Nissa namun Zaky tak bisa berbuat banyak untuk saat ini..
"Maafkan aku Niss, aku janji aku pasti akan bertanggung jawab atas dirimu, dan aku tak akan meninggalkanmu begitu saja." ucap Zaky lirih...
Sesampainya di dalam kostnya Nissa langsung menangis se jadi jadinya, hati sakit bila mengingat ucapan Nyonya Henny yang begitu melukai hatinya..
"Kenapa aku harus mengalami posisi seperti ini? Kenapa aku harus kehilangan kehormatan ku sementara dia saja gak .au bertanggung jawab kenapa?"Nissa masih saja menangis meratapi kebodohannya..
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Beberapa minggu setelah kejadian pada malam itu Nissa mengalami trauma yang mendalam penyesalannya kian dalam tak kala Nissa tahu bahwa dirinya sedang mengandung buah dari kesalahan mereka..
Nissa semakin terpuruk bahkan Nissa kini memilih untuk menemui Bundanya Zaky karena Zaky sedang berada di luar kota. Nissa memberanikan diri untuk menemui Nyonya Henny di kediamannya namun bukan pertanggung jawaban yang Nissa dapat melainkan hinaan yang kian perih menghujam jantungnya..
Nissa sengaja menemui Nyonya Henny dengan maksud Nyonya Henny akan mengerti tentang keadaannya bahwa kini Nissa sedang mengandung anak Zaky..
Nyonya Henny nampak tak senang melihat Nissa mengunjunginya..
"Apa yang mau kamu bicarakan kepada saya? Kamu tahukan saya tak punya banyak waktu?" ucap Nyonya Henny dengan segala keangkuhannya..
Nissa belum sempat berbicara namun telah di to dong dengan ucapan yang tak mengenakan..
"Maaf Nyonya maksud kedatangan saya, saya ingin mengatakan sesuatu. Ini menyangkut dengan Zaky putra Nyonya?" ucap Nissa sembari menundukkan kepalanya.
Nyonya Henny menatap kearah Nissa dengan tatapan yang memang tak suka..
"Ada perlu apa kamu mencari putraku?" ucap Nyonya Henny sembari menatap Nissa.
"Maaf Nyonya saya sedang mengandung anak dari Mas Zaky, dan saya bermaksud untuk meminta pertanggung jawaban. Mas Zaky tak bisa di hubungi jadi terpaksa saya menemui Nyonya."ucap Nissa sembari menitikan airmata..
Nyonya Henny kaget mendengar bahwa Nissa telah mengandung buah kesalahan dari sang putra, tapi Nyonya Henny justru mengelak..
"Saya yakin itu bukan anak Zaky, dan saya sangat yakin bahwa wanita seperti kamu pasti telah banyak tidur dengan lelaki di luar sana. Jadi apa yang kamu mau uang? atau apa katakan saja tapi tolong jangan ganggu apa lagi kamu mau menghancurkan kehidupan putraku dengan kamu memintanya bertanggung jawab atas benih yang ada di rahim kamu.Apa kamu paham maksudku?" ucap Nyonya Henny sembari berteriak..
Tangis Nissa semakin pecah ketika mendengar cacian dari Nyonya Henny..
"Maaf Nyonya saya memang orang miskin tapi saya gak serendah itu? Jika Nyonya tak mengizinkan Mas Zaky untuk bertanggung jawab atas anak yang ada di kandungan saya gak masalah saya akan pergi jauh dari kehidupannya." ucap Nissa sembari berdiri dan berlari meninggalkan kediaman Wijaya tanpa pamit..
Nyonya Henny nampak sangat marah setelah mendengar ucapan Nissa, menurutnya wanita seperti Nissa tak pernah pantas untuk mendampingi Zaky.
"Dasar wanita tak tahu diri, setelah kamu mengandung anak orang lain kamu amu minta anakku untuk bertanggung jawab?" ucap Nyonya Henny sembari mengpalkan kedua tangannya.