F'Relin

F'Relin
10.



Sore itu sehabis pulang sekolah, Revaldo menantiku di parkiran.


"Kirain mau kabur." Ledeknya bersandar di sepedanya.


"Kan udah janji tadi." Jawabku. Revaldo memimpin jalan. Sekitar setengah jam kita sudah sampai di toko buku yang Revaldo minta.


Aku dan Revaldo memarkir sepeda ke tempat yang sudah disiapkan oleh toko buku itu sendiri. Revaldo antusias masuk ke dalam. Aku mengikutinya dari belakang.


"Kok aku belum pernah tau toko ini ya." Aku heran dengan toko ini sebab aku belum pernah mengunjunginya dan tidak tau jika di daerah ini ada toko buku.


"Ya kan ini toko baru Lin." Revaldo memilih buku yang ada di rak buku.


"Katanya gak suka buku." Aku mengalihkan edaran mataku kepadanya.


"Cuma suka cover nya. Kalo isinya buat kamu aja." Ia tidak mengalihkan pandangannya dari buku-buku di rak buku. Sesekali mengambil buku kemudian mengembalikannya.


"Lin, pilih aja. Aku bayar deh." Aku terkejut mendengar perkataannya. Jarang-jarang seseorang menraktirku. Meskipun bukan makanan.


"Beneran boleh? Aku milih dulu mana yang bagus." Senyumku tak luput dari bibirku saat ia menawarkan hal itu padaku. Ia melihatku tidak keberatan dengan tingkah lakuku.


"Kalo gitu aku bener. Anak kelas emang harus dikasih buku." Saat Revaldo menengok ke arah Felin. Ternyata Felin tak ada dan memilih di rak buku yang lain.


"Mbak, ini totalnya berapa?" Kataku di depan kasir. Revaldo melongo melihat buku yang kubeli.


"Ini yakin gak dikurangin satu atau gimana." Katanya menyeriuskan perkataanku. Ia berada di sampingku di depan kasir.


"Nggak deh bagus semua." Aku memamerkan deret gigiku pada Revaldo.


 


Bisakah kau juga membaca pikiranku ?


"Kamu bisa baca buku sebanyak itu?" Tanya Revaldo sambil membawakan bukuku. Kami sudah berada di depan sepeda kami.


"Lo gak ikhlas beliinnya ya."


Revaldo menaruh buku itu di keranjang sepedaku.


"Kita kepisah disini aja ya." Revaldo sudah ancang-ancang untuk pergi pulang. Arahnya bertolak belakang dengan arah rumahku.


"Oh iya. Makasih bukunya." Aku memasang wajah ramahku padanya.


"Jangan lupa tidur. Nanti keasyikan baca novel aja." Aku mengacungkan jari jempolku ke arahnya. Ia pun meninggalkanku. Aku segera bergegas pergi pulang kemudian membaca novelku.


Di setengah perjalananku, aku melihat Tama melewatiku. Ia menaiki sepeda berlawanan arah denganku. Tama pun melihat kehadiranku. Aku segera mengencangkan kecepatan sepedaku. Aku tidak ingin hari ini berurusan dengan Tama. Aku menengok ke belakang, untung saja Tama tidak mengejarku. Aku pun memelankan lajuan sepedaku.


Brukk


Tiba di pertigaan, Tama datang dari belokan yang akan aku lintasi. Dia sengaja menengahkan sepedanya kemudian sepedaku menubruk sepedanya untuk kedua kalinya.


Aku dan Tama tidak sampai jatuh. Mungkin aku yang menabrak belakang sepedanya.


"Oh jadi lo. Apa gue harus rusakin sepeda lo. Biar lo kapok." Tegas Tama mendekatiku.


"Bukannya sepeda butut lo yang udah nabrak gue?. Main nyalahin orang aja." Aku menyunggingkan senyumku.


"Nantang lo." Tama menarik kerah bajuku. Membuatku sedikit tertarik ke atas.


"Oh jadi gini kelakuan anak sekolah." Aku masih ingin menimpali perkataannya. Dari awal dia ada sudah membuatku muak. Memang pertama kali Tama kutabrak itu benar salahku. Tapi yang kedua ini aku yakin dia yang membuat rencananya agar aku seolah salah dan bersujud minta maaf padanya. Aku tidak seperti itu pada orang yang merubah temanku.


Aku mendorong tubuhnya namun ia tetap bertahan. Aku pun menampar wajahnya. Kemudian Tama melepaskan genggamannya yang ada di kerahku. Aku terjatuh. Tama memegangi pipinya yang tertampar olehku. Aku tak langsung pergi. Aku mengepalkan tanganku guna meninju pipinya yang belum sempat kutampar. Ia mengetahui gerakku, kemudian menahan kepalan tanganku. Tanpa pikir panjang, aku menendang perutnya membuat ia terjatuh ke belakang.


Aku segera pergi dari tempat itu dengan senyuman yang terpampang di bibirku. Siapa yang bermain-main padaku rasakan saja akibatnya. Dulu memang aku sempat mengikuti kelas bela diri. Hanya sebentar kemudian aku keluar dari kelas itu.