Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Inseden (Dendam Lama)



         Diky tiba di rumah sakit dengan napas ngos-ngosan Dia sangat khawatir dengan keadaan Asisten nya, setelah mendengar kabar bahwa Fikry akan di operasi  sudah pasti kalau keadaannya sangat parah, sepanjang perjalanan Dia terus berdo'a semoga Fikry  masih bisa diselamatkan agar Dia bisa tau penyebab kecelakaan sesungguhnya, sebab Polisi hanya menyimpulkan bahwa kecelakaan ini tunggal dan penyebabnya karena Rem mobil blong.


"Dok, bagaimana keadaan Sepupu saya"


Tanya Diky dengan Cemas


"Dia harus di operasi, tulang kakinya ada yang pat*h dan kami menunggu persetujuan keluarganya"


Ucap sang Dokter


"Lakukan yang terbaik Dok, Aku akan hubungi keluarganya secepat mungkin dan Tolong selamatkan Dia"


 Ucapnya penuh penegasan


"Baiklah, segera urus Administrasi nya ya Pak, operasi akan kami dilakukan secepatnya, setelah ruangan disiapkan" Ucap Dokter sambil berlalu


          Setelah mengurus Administrasi Diky lalu menghubungi Ayah dan Juga Ibunya agar Mereka yang memberitahukan berita ini kepada Pamannya,


          Operasi masih berjalan Diky seorang diri menunggu sepupunya diluar karena Ayah dan Ibunya akan datang bersama dengan Paman dan Bibi nya.


"Apa yang terjadi Nak?"


"Kenapa Fikry sampai bisa kecelakaan seperti ini?"


Ayah dan Pamannya memborong pertanyaan yang Diky  sendiri tidak tau jawabannya.


"Maafkan Diky Ayah, Paman, Diky juga belum tau kejadian sebenarnya, Polisi menyimpulkan kecelakaan ini tunggal akibat Rem blong." ucap Diky sesuai yang ia dengar dari Dokter


"Apa kamu sudah hubungi Rehan agar memeriksa CCTV jalanan, Dia pandai meretas pasti kerjaan seperti itu makanan sehari-hari nya." Ucap Ayah Diky.


Diky yang sedang melamun, menatap Ayahnya,


 "Ayah benar Aku hampir lupa, Aku akan menelponnya sebentar."


Diky pun pamit untuk menghubungi Rehan sahabatnya dari kecil.


"Halo Dik, tumben bangat loh nelpon Gue, ada apa? " Tanya Rehan di sebrang saat sambungan telpon tersambung


"Han, tolongin Gue ya Fikry kecelakaan tadik sore sekitar pukul 5:30 PM, tapi polisi menyimpulkan kecelakaan tunggal, tapi aku nggak yakin Han."


"Apa yang bisa kubantu?"


"Tolong kamu Cek CCTV jalanan di tempat kejadian"


"Baiklah, itu tidak sulit bagiku, kirim alamatnya ya"


"Oke, Terimakasih ya Han."


"Nggak masalah, Fikry gimana keadaannya, apa Dia tidak terluka parah?"


"Diky masih diruang Operasi Han, tulang kakinya patah."


"Innalilahi, semoga Dia baik-baik saja"


Tolong kamu kirim alamatnya, aku akan kesana setelah memeriksa CCTV.


"Baiklah"


Tut Tut Tut


Sambungan terputus


        Diky lalu mengetik alamat tempat kejadian lalu mengirim nya pada Rehan dan kembali  Ke depan ruang Operasi bergabung dengan yang lain.


      Setelah hampir 3 jam menunggu akhirnya lampu dikamar Operasi mati, pertanda kalau Operasi telah selesai, Mereka menunggu dokter keluar dengan perasaan campur aduk,


Setelah sang Dokter keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana keadaan Anak saya Dok?" Ucap Sandra  Ibunya Fikry


"Alhamdulillah, Operasi berjalan lancar Tapi Pasien belum siuman"


"Alhamdulillah" Ucap mereka hampir bersamaan


"Kapan kami bisa menjenguknya Dok?"


"Di tunggu ya Buk, setelah dipindahkan ke ruang perawatan"


"Baik, Dok. Terimakasih." Ucapnya tulus


         Setelah Fikry di pindahkan ke ruang perawatan, akhirnya Diky pamit pulang Dia khawatir Diandra aka takut bila ditinggal sendirian terlalu lama.


       Pagi hari, Diky yang terlihat rapi menuju dapur dimana sang istri sedang memasak sarapan untuknya.


"Loh kakak kekantor hari ini?"


"Iya, banyak yang harus diurus, Fikry akan cuti beberapa hari, jadi segala pekerjaan harus aku lakukan sendiri,maafkan Aku, harusnya kita bulan madu, tapi Mala tertunda" Ucapnya memelas


" nggak apa-apa, bulan madu bisa kita lakukan kapan aja, terus gimana keadaan Fikry?"


" Nggak apa-apa kak, kan kita masih punya banyak waktu, tapi kalau Kakak ke rumah sakit, aku boleh ikut ya?"


" iya ,sebentar malam selesai kerja kita kesana"


"Baiklah"


         Setelah hampir 1 Minggu dirumah sakit, akhirnya Fikry pulang kerumah Orang tuanya, sebenarnya Dokter masih melarangnya untuk pulang, tapi Fikry tetap kekeh mau pulang, katanya bau rumah sakit membuatnya mual, dan pusing.


       Akhirnya Dokter mengizinkan pulang dengan syarat harus tetap kontrol 2 kali seminggu.


       Selama Fikry sakit, Diky menjadi sangat sibuk dikantor, kadang juga hingga lembur, membuatnya sedikit bersalah pada sang istri, walau bagaimanapun mereka adalah sepasang pengantin baru.


"Fik, apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu bisa kecelakaan?  Polisi menyimpulkan bahwa ini kecelakaan tunggal akibat Rem blong, tapi menurut Rehan sepertinya kamu diikuti seseorang dari belakang, sayangnya mereka telah meretas beberapa CCTV jalanan" guman Diky


"Aku juga nggak tau persis, tapi Rehan benar Aku diikuti seseorang dari belakang dan kadang menghalangi jalanku, hingga aku harus ngebut, tapi polisi jga nggak salah, saat mobil lari dengan kecepatan tinggi tiba-tiba Rem blong dan Aku nggak bisa mengendalikannya, Namun sebelum aku jatuh  pingsang ada 2 orang yg mendekatiku mereka memakai penutup wajah jadi aku sama sekali tak mengenal wajahnya,"


"Apa kamu nggak ingat pakaian mereka atau apa yang bisa membuat kita mengenalinya?"


"Mereka memakai jaket warna hitam yang sama, di lengannya ada gambar elang"


" Gambar elang?" Ucap Diky memastikan


"iya"


"Bukankah itu anak Geng motor dari Elang hitam?"


"iya, kamu benar, jangan-jangan Dia balas Dendam kejadian 5 tahun lalu?"


"Bisa jadi"


" Tapi kenapa mereka tiba-tiba muncul?"


Keduanya tampak berfikir...


**Flashback on**


          5 tahun lalu Disebuah jalanan yang cukup sepi, 2 Gang motor sedang ada balap untuk memperebutkan kekuasaan, mereka adalah Anak-Anak Gang motor dari Elang Hitam dan Bangau hitam.


        Mereka Gang motor yang sangat kuat hingga keduanya sering seri jika sedang adu balap namun malam ini mereka kembali bertemu  untuk memperebutkan kekuasaan,


       Saat sedang di arena balap hal tak terduga terjadi Pembalap dari gang Elang hitam tak beruntung, disaat-saat kemenangan sudah mendekat tiba-tiba motornya oleng hingga mengalami kecelakaan fatal yang membuatnya meregang Nyawa dengan cara tragis.


       Hingga meninggal luka yang dalam bagi kawan-kawan nya, dan dari saat itu, tidak ada lagi balapan liar termasuk Gang Bangau hitam mereka bubar dan Diky memutuskan akan kembali kerja kantor bersama dengan Fikry Asisten sekaligus sepupunya.


       Tapi tidak dengan, Anak buah Elang hitam mereka seakan menantang dan tak terima atas apa yang menimpah Bos nya namun tak ada tanggapan dari lawannya, mereka cukup menyaksikan langsung kematian lawannya dengan cara tragis.


**Flashback off**


Setelah lama berbincang Diky memutuskan untuk kembali kerumah karena besok Dia ada meting penting, dan menyuruh Fikry  istirahat dulu agar tenaganya pulih total.



Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam akhirnya Dia sampai rumah, Namun Dia heran tak biasanya lampu rumahnya gelap?



Dia masuk hanya menggunakan senter Hp takut-takut ada maling dan langsung menyerangnya.


Setelah tiba diruang tamu Dia mencoba menyalakan lampu yang ternyata tidak mati, tiba-tiba sang istri muncul didepannya membawa kue dihias lilin dan diikuti oleh keluarga pak Jono [yang sudah mereka anggap keluarga]


"Taaaraaaaa


"Happay Brithday sayang"


Semoga panjang umur sehat selalu dan tetap jadi Suami kesayangan aku,


Ucap Diandra panjang lebar sambil membawa kue yang sudah dihias.


Diky sempat tak percaya kalau sang istri akan menyambutnya seperti ini, Dia sendiri lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.



Tanpa sadar setetes air matanya jatuh hingga ia mengecup Kening sang istri, Dia benar-benar bahagia memiliki Diandra dalam hidupnya.



Dia akhirnya meniup Lilinnya setelah mengucap Berdo'a dan lanjut makan kue bersama sang istri dan juga keluarga Pak Jono.



Meskipun keluarga Pak Jono adalah Pembantu dan Sopir istrinya tapi Dia selalu mengingat pesan Ibu nya, agar selalu memanusiakan manusia, jangan bersikap semenamena apalagi yang lebih tua dari kita.



Setelah acara makan Kue selesai Diky mengajak Diandra masuk kekamar karna dia ingin istirahat dan juga ingin mandi karna gerah setelah seharian kerja lanjut mengantar Fikry pulang kerumah orang tuanya.