
Hari ini adalah hari pertama Leo dan Leon kesekolah barunya, sekolah elit yang menjadi impian banyak siswa, namun tak banyak dari mereka yang beruntung, karena masuk kesekolah tersebut, haruslah memiliki otak yang cerdas, Leo dan Leon berangkat di antar Daddy nya,
Saat sampai disekolah banyak pasang mata yang melihat, ada yang merasa iri, ada juga yang ingin berkenalan dengan Saudara kembar tersebut, selain karena mendengar prestasinya juga karna memiliki ketampanan di atas rata-rata,
Leo yang terus berjalan menuju kantor mengikuti arah langkah Daddy-nya, tanpa memperhatikan sekelilingnya, berbeda dengan Leon yang sedikit tebar pesona pada beberapa siswi, baik itu kakak kelas maupun siswi baru sama seperti dirinya.
Setelah urusannya dengan kepala sekolah selesai Diky memutuskan untuk terus kekantor, dan berpesan kepada Anak-anaknya agar pulang dijemput Pak Jono, karena motor mereka ada dirumah, besok saja baru kesekolah naik motor.
Leo dan Leon memasuki ruang kelas masing-masing, Leo berada diruangan A sedangkan Leon di ruangan B. Awalnya mereka sama-sama diruangan A, namun Leon memilih untuk pindah keruangan B, hanya satu alasan utamanya karena tak ingin ditegur kakaknya jika tebar pesona pada siswi di kelas, dan juga tak mau bersaing nilai dengan saudaranya sendiri.
Baru masuk ruangan, Leon disuguhkan dengan penampakan yang indah, beberapa siswi menatapnya kagum, terkecuali siswi yang duduk didepan pojok kanan, Dia tampak biasa saja, bahkan sedang serius dengan buku-buku didepannya.
"Siapa Gadis yang duduk disana, seperti nya menarik?" ucap Leon dalam hati, sebuah tantangan baginya jika ada Siswi yang cuek padanya.
Tiba-tiba seorang Guru masuk keruangan tersebut, dengan memakai seragam Olaraga, membuat siswa-siswi baru menuju tempat masing-masing, termasuk Leon yang duduk disebelah sang gadis cantik yang cuek.
"Selamat pagi Anak-anak." sapa seorang Guru lelaki mudah dengan paras yang lumayan tampan.
"Pagi pak." jawab Siswa-siswi serentak,
"Baik, hari ini kita perkenalan ya," ucapnya ramah.
"iya pak." jawab murid-murid nya serentak.
"Perkenalkan nama Bapak, Dion Setiawan, biasa dipanggil Pak Dion, berhubung bapak juga Guru baru disekolah ini dan Bapak sebagai Guru Olaraga kalian, jadi kita perkenalan dulu yaa sebelum kelapangan, sekarang kalian perkenalkan Diri satu persatu."
Ucap pak Dion dengan ramah, tanpa memberitahu pada siswanya kalau Dia baru mengajar disekolah ini sebagai Guru honorer, karena Dia baru saja menyelesaikan S1 nya, bermodal prestasi dan juga nilai-nilainya yang diatas rata-rata membuatnya bisa mengajar disekolah Elit tersebut.
"Baik pak." Jawab Siswa-siswi serentak.
Satu persatu murid-muridnya memperkenalkan dirinya, awalnya Leon cuek mendengar perkenalan teman-temannya yang menurutnya sedikit lebay, terutama murid cewek yang sering tebar pesona, tak sadar dengan dirinya yang juga sangat suka tebar pesona pada cewek-cewek cantik, namun saat perkenalan terahir sebelum dirinya seorang siswi yang cuek, fokusnya teralihkan pada siswi tersebut.
"Perkenalkan nama saya Amanda Lestari biasa dipanggil Manda," lalu Siswi tersebut duduk kembali, membuat Leon tersenyum kecut.
"ternyata Dia, siswi yang pernah 1 sekolah dengannya, namun pindah sekolah karena ikut orang tua nya, sifatnya masih sama seperti dulu namun sedikit lebih cantik dari sebelumnya." guman Leon dalam hati.
kini giliran Leon sebagai siswa terakhir.
"Perkenalkan nama saya Leon Diky Pratama, biasa dipanggil Leon." ucap Leon lalu duduk kembali, tak ingin bicara banyak tentang dirinya.
"Apakah Kamu punya saudara kembar?" tanya Pak Dion.
"Iyya Pak, tapi Dia ada diruangan A." jawab Leon Jujur.
Dion yang menyadari kalau Leon adalah putra majikan Bapaknya berusaha bersikap santai, bagaimanapun ini adalah lingkungan sekolah, berbeda dengan Leon yang tidak ingat dengan Dion, bagaimanapun Dion sekolah di Asrama sejak SMP dan waktu itu Leon masih duduk di bangku SD.
"Biarlah aku samparin Anak-anak Pak Diky saat jam istirahat." ucap Dion dalam hati.
Setelah jadwal mata pelajaran pertama selesai, murid-murid berhamburan keluar dari kelas, ada yang manuju kantin ada juga yang nongkrong dibawah pohon sambil memakan cemilan, dan beberapa siswa memilih tinggal dikelas membaca buku,
Leon memilih ke kantin sekolah, tak lupa mengajak saudara kembarnya, awalnya Leo memilih dikelas, tapi karena perutnya minta diisi maka mau tidak mau Dia akhirnya mengikuti Adiknya yang sangat suka tebar pesona,
Sampai di kantin mereka makan sambil sesekali mengobrol, tiba-tiba terdengar suara seseorang.
"Boleh saya bergabung?" Ucap Pak Dion yang masih berdiri didekat kedua putra kembar Diky.
"Jangan memanggil ku Pak, jika diluar kelas." guman Dion sambil menatap kedua siswa tersebut, membuat keduanya jadi bingung,
"Maaf, apa kami mengenal Bapak?" tanya Leo yang memang sudah lupa sosok Dion.
"Iyya, kalian mengenal saya, kecuali kalau kalian sudah lupa, Aku Dion putra Pak Jono dan Bik Maryam." guman Dion tanpa sedikitpun rasa malu mengakui kedua orang tuanya.
"Benarkah?" tanya Leo dan Leon hampir bersamaan.
"Hum, jawaban Dion membuat kedua Anak itu berdiri lalu memeluk Gurunya juga teman bermainnya dimasa kecilnya, Membuat beberapa siswa melirik ke arah mereka, membuat Leo dan Leon melepaskan pelukannya.
"Kakak, kemana Saja selama ini? Kenapa nggak perna kerumah?" Leon melontarkan beberapa pertanyaan pada Dion.
"Saat tamat SD, aku ke lanjut ke Asrama Putra, dan jarang pulang, SMA juga begitu, hingga Aku kuliah sambil kerja meskipun Ayah dan Ibu memberikan uang padaku, tapi aku juga harus mandiri bukan?
Dion menjelaskan pada Mereka tanpa ada yang ditutupi, Dion sudah menganggap Leo dan Leon seperti Adik sendiri begitupun sebaliknya.
"Lalu kakak, tinggal dimana sekarang?"
Dion baru akan menjawab pertanyaan Leon tiba-tiba pesanan Dion datang, lalu mereka makan sambil sesekali mengobrol.
"Kak, Dion. Kalau ada waktu senggang kakak kerumah jalan-jalan ya, Mommy dan Daddy akan senang jika tau Kakak sudah ada di kota ini." pinta Leon pada Dion saat mereka akan kembali ke kelas.
"Iyya, insyaAllah kakak akan berkunjung bila ada waktu senggang, kakak tinggal di kost-an dekat sekolah ini, kakak belum lama tinggal disini jadi belum sempat kesana, Aku juga belum bertemu dengan Ayah dan Ibu." ucap Dion jujur
"Baiklah, sampai jumpa kak, kami ke kelas dulu," Ucap Leo dan Leon lalu pamit.
Ting ting ting ...
Bel terakhir berbunyi pertanda akhir pelajaran, semua murid bersiap-siap akan pulang,
Leo dan Leon keluar kelas dan menunggu Pak Jono di gerbang sekolah, setelah beberapa menit Pak Jono sudah datang, beliau lalu menghampiri Kedua Anak majikannya,
"Pak, apa Bapak tau dimana Kak Dion sekarang?" tanya Leon saat Mobil yang mereka lewati sudah melintas melewati gerbang sekolah.
"Nggak Den, Bapak terakhir ketemu saat Dia Wisuda beberapa bulan lalu, tapi kalau Ibu mungkin tau, karena mereka sering telponan, kalau Bapak jarang Komunikasi, hanya hal-hal penting saja yang akan dibahas."
"Oh, gitu, apa Bapak tau, kalau tadik kami ketemu dengan Kak Dion !" guman Leon
"Benarkah?" tanya Pak Jono dengan wajah Sumringah.
"iya, kenapa Aku harus bohong sama Bapak."
"Dimana Den,?"tanya Pak Jono dengan penasaran.
"Disekolah, Kak Dion mengajar sebagai Guru Olaraga, tapi tadik kami hanya perkenalan dengan Siswa-siswi lainnya."
"Ohh, aku akan sampaikan kabar ini pada Ibu." guman Pak Jono dengan bahagia
Saat Leon dan Pak Jono sedang berbicara membahas Dion, Leo hanya jadi pendengar dan Sibuk dengan ponselnya. bukan tidak peduli tapi Leon lebih cepat berbicara dan terlalu banyak bicara menurut Saudara kembarnya.
Sifat yang diajarkan Diandra pada Anaknya tertanam penuh dalam fikiran nya untuk selalu menghargai yang lebih tua, meskipun itu hanya sopir dan pembantu rumah tangga, itulah yang membuat Anak-anaknya tak pernah memandang kasta dan selalu menganggap Dion sebagai Kakaknya.
Namun dibalik sifat lembutnya mereka juga memiliki sifat Garang yang tidak ingin orang lain menindas nya, itulah yang Diky ajarkan kepada kedua Putranya agar bisa mandiri tanpa membebani orang lain dan harus saling menjaga, dan sifat itu lebih banyak dimiliki Leo daripada Leon, Karena Dia hanya akan bicara pada hal-hal yang penting saja, dan Dia juga berwajah datar, dan tak suka di usik orang lain.
🌺🌺🌺❤️🌺🌺🌺