
Diky dan Diandra juga Anjani yang baru saja tiba saat sudah malam, membuat Leo dan Leon jadi khawatir, sebab Orag Tuanya tak sempat mengabari kalau kemungkinan mereka akan sampai malam.
"Mom, Daddy, kalian kok baru sampai sih, Aku telpon nggak di angkat, di chat juga nggak dibalas, Mommy dan Daady mbuat kami khawatir saja, mau nyusul juga nggak tau dimana" guman Leon panjang lebar, saat Orang tua nyabaru saja sampai.
"Maaf, sayang, bukan maksud kami membuat Kalian khawatir, tapi tadik ada sedikit musibah, hingga lupa kabari kalian" ucap Diandra pada Anak-anak nya,
Sedangkan Diky terus menggendong Anjani yang sudah tidur pulas kekamarnya, lalu kembali kekamar pribadinya untuk membersihkan diri.
"Oh, tapi Mommy dan Daddy nggak apa-apa kan?" Tanya Leon memastikan, sambil memeriksa keadaan Orang tuanya juga Adek kesayangannya yang berada digendongan Daddy-nya.
"Kami nggak apa-apa, itu Bunda nya Lyaa teman Anjani tadik ketabrak kepalanya terbentur jadi di Operasi makanya kami lama pulangnya karena harus menemani Lyaa, saat Ayahnya mengoperasi Bundanya Lyaa"
jawab Diandra detail pada Anaknya agar tak banyak bertanya terus
"Ayahnya Lyaa seorang Dokter?"
"iya, Mommy mandi dulu ya, udah bertanyanya, mungkin Daddy kalian udah mandi" ucap Dian sambil menuju kekamarnya.
Sampai dikamar ternyata benar kalau Diky sudah mandi, dan sedang ganti pakaian, Diandra langsung menuju kamar mandi tanpa disadari oleh Suaminya.
Selesai mandi Diandra langsung memakai pakaiannya dan sedikit memoles Cream diwajahnya, rasanya sudah terbakar panasnya matahari dan banyaknya debu, akibat seharian berada diluar.
"kok, tadik lama dibawah sayang?" tanya Diky pada istrinya saat Diandra sedang memakai Cream wajah
"biasa, si Leon banyak tanya, maklum Anak-anak pada khawatir kita pergi terlalu lama"
"Oh, nggak terasa ya, Leo dan Leon sudah besar, sebentar lagi mereka akan lanjut ke sekolah menengah, rasanya baru kemarin aku menggendongnya" guman Diky yang membayangkan dimasa kecil Anak kembarnya yang sangat menggemaskan.
"iya Mas, aku juga nggak perna terbayang kalau Anak-anakku tumbuh menjadi Anak yang cerdas dan juga memiliki kepribadian yang baik dan rasa sayang yang tinggi juga tulus" Ucap Diandra dengan haru, tak perna terbayang sebelumnya, ia akan memiliki keluarga yang lengkap, apalagi setelah kepergian Ibu nya.
"istirahat yuk, besok kalau ada kesempatan baru kita jenguk Bundanya Lyaa."
"iya Mas, aku juga khawatir, apalagi kepalanya terbentur sangat keras"
Ucap Diandra tulus.
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya mereka tertidur,
Sementara ditempat yang berbeda, Dr. Recky tengah bersiap-siap akan kembali kerumah, dan juga mengantar Amelia agar bisa dirawat di rumah sakit milik Ayahnya tempat dimana Recky bekerja, selain karena Martuanya sangat khawatir dengan keadaan Amelia juga agar bisa dijaga Oleh suaminya sendiri saat waktu senggang, apalagi Amelia yang belum bisa mengingat Dirinya dan Anaknya membuat Lyaa sangat sedih.
Saat sampai Amelia langsung dibawah keruang perawatan, karena Dia belum pulih total, namun Recky bersikeras membawahnya pulang agar bisa memeriksa istrinya lebih dalam tentu dengan bantuan alat medis,
saat Amelia sudah diruang perawatan, Recky menelpon Sopir dirumah nya agar mengantar Buk Maya/Mertuanya kerumah sakit, Dia juga sudah mengabari Buk Maya saat perjalanan pulang dan memberitahu tentang keadaan Amelia, tapi Dia tidak memberitahu kalau Amelia tidak mengingat Dirinya dan juga Anaknya melainkan Pria lain.
Recky sengaja memberi tau Nomor kamar Amelia pada Ibunya agar Dia bisa mendengar apa yang akan terjadi jika Ibunya datang, apakah Dia juga lupa atau tidak.
Sampai rumah sakit, Buk Maya berjalan dengan cepat keruang perawatan putrinya yang sudah Recky beritahu sebelumnya.
"Sayang, apa yang terjadi? kenapa kamu sampai bisa di Operasi?" tanya Buk Maya penuh kekhawatiran sambil memeluk Anak semata wayangnya dengan erat.
kepalaku pusing saat akan mengingatnya, yang Aku ingat, Suamiku namanya Kak Diky kami baru menikah 2 bulan lalu, bukankah Ibu dan Bapak yang menjodohkanku dengan Dia, pasti Ibu tau kan, tolong beritahu pada Dokter tadik Buk," pinta Amelia pada Ibunya.
"Astaga, apa yang terjadi padamu Nak? apa kepalamu terbentur sesuatu?"
"kata Dokter tadik, kepalaku terbentur ke batu saat aku akan menolong anak kami, Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku, Kuharap Ibu bisa membantuku."
"Aku akan bicara dengan Suamimu sebentar, setelah Dia selesai dengan tugas-tugasnya."
"Hmm"
"istirahat lah agar kepalamu tidak pusing" pinta Buk Maya pada Anaknya.
Sementara ditempat yang berbeda, Diky yang sudah bersiap-siap ingin kekantor di cegah istrinya karena Dia sudah berjanji kalau pagi ini akan menjenguk Bundanya Lyaa, Diandra sudah menghubungi nomor Dr. Amelia sebelumnya dan Amel memberitahukan kalau hari ini Amel sudah sampai di rumah sakit Nugroho, dan dengan terpaksa Diky ikut mengantar Istri dan Anjani tentunya kerumah sakit sebelum berangkat ke kantor, dalam perjalanan tak lupa Diandra membeli Bua tangan untuk Bundanya Lyaa, biar bagaimanapun Beliau adalah Ibu dari teman Anaknya.
Namun saat akan masuk keruang perawatan Mereka berhenti saat melihat Dr. Recky berdiri di depan pintu ruang perawatan Istrinya, namun karena penasaran Diky dan Diandra mendekat dibelakang Dr. Recky tanpa Recky sadari.
Dan tentu saja Mereka mendengar apa yang Amelia katakan pada Ibunya.
Saat Amelia akan tertidur Dr.Recky masuk keruangannya dengan memakai seragam Dokter lengkap, diikuti Oleh Diky dan Diandra dibelakangnya,
Amelia yang melihat Diky pun tersenyum, namun saat melihat Dian juga ikut senyumnya memudar.
"Kak, Diky, kenapa lama datangnya, kakak dari mana? apa kakak begitu marah padaku hingga kakak tidak perna menjengukku dirumah sakit?" Amelia memborong pertanyaan pada Diky dengan wajah sedih.
Sementara Recky yang baru menyadari kedatangan Diky dan istrinya pun menoleh kebelakang dan benar saja Orang tua Anjani ada dibelakang, tapi kenapa Amelia mengenal Daddy-nya Anjani? Pertanyaan itulah yang terbesit di fikiran Recky.
Sedangkan Diky dan Diandra hanya terdiam, mereka terhanyut dalam fikiran masing-masing, apalagi melihat Buk Maya ibunya Amelia, Diky sangat yakin kalau Dia benar-benar Amelia yang ia Nikahi beberapa tahun lalu.
Buk Maya akhirnya buka Suara saat melihat sifat Anaknya.
"Saya akan jelaskan nanti pada Nak Recky, tapi dengar sayang, Dokter ini berkata benar Dia adalah Suami kamu saat ini dan yang duduk disana adalah Futri kalian, namanya Lyaa." ucap Buk Maya pada Anaknya agar tidak ada kesalahpahaman.
"Maaf, apakah benar Dia Amelia? tapi kenapa tidak mengenal Anda?" tanya Diky pada akhirnya.
"Jadi Kamu mengenal istri saya sebelumnya? Dan benar nama Anda Diky?" tanya Recky pada Diky yang sedikit kecewa pada kenyataan yang tidak ia ketahui setelah beberapa tahun menikah dengan istrinya.
"Nama saya memang Diky, saya pernah menikah sebelumnya dengan Anak Buk Maya, namanya Amelia tapi saya baru tau hari ini kalau Dr. Amelia yang memeriksa istri saya adalah Amelia mantan istri saya, karena banyak perbedaannya dengan Amelia yang dulu saya kenal, Meskipun wajahnya mirip, apalagi Amelia yang tidak mengenal Saya sebelumya" tutur Diky dengan jujur, sebelum Buk Maya menjelaskan, Dia tidak mau jika rumah tangga mantan istrinya rusak hanya karena Dirinya.
"iya, Dia pernah kecelakaan saat baru selesai Wisuda kedokteran, dan Memori ingatan nya hilang sebagian, saya sudah membawahnya berobat dimana-mana, tapi tak kunjung sembuh, saat kejadian kemarin ingatan nya Mala kembali ke masa lalu, mungkin saya akan membawanya keluar negri untuk melakukan operasi, saya rasa ada beberapa sarafnya yang terganggu"
jelas Dr. Recky panjang lebar, meskipun Dia kecewa dengan kenyataan jika Dia menikah Amelia dengan status janda, tapi Dia akan tanyakan kejelasannya saat Diky dan keluarganya sudah pulang, Dia rasa ini harus dibicarakan secara kekeluargaan tanpa orang lain, apalagi Dia masih sangat ingat kalau Dia yang merenggut Kesucian istrinya.
Sementara Amelia jadi sedih juga kaget mendengar perkataan Recky dan Diky, Dia berfikir bahwa apakah benar kalau Dr. Recky adalah Suaminya, sedangkan Diky juga sudah menikah dan memiliki Anak, kepalanya tiba-tiba pusing saat sedang memikirkan MasalaluNya, dan kenyataan yang terjadi.
Akkkhhhhh
Amelia berteriak histeris sambil memegangi Kepalanya yang sakit.