
Diandra tiba-tiba pusing lalu pingsang, dengan gerakan cepat Dokter segara membersihkan lukanya lalu menjahitnya, dan dengan cepat memberikan pertolongan, sedangkan Diky yang melihat istrinya pingsang jadi panik sambil memegang istrinya lalu menatap Dokter dengan wajah datar yang sedang memasang alat-alat medis pada Diandra.
Sedangkan para perawat yang lain membersihkan si bayi, dan membantu Sang Dokter yang sudah keringatan,
Dokter wanita yang menyadari tatapan Diky agak berbeda, hanya tersenyum lalunya berkata.
"Maaf, Pak, kondisi pasien sangat lemah itulah mengapa Dia sampai pingsang, kami akan memindahkannya keruang UGD dulu"
guman sang Dokter.
"Apakah istri saya baik-baik saja Dok?" tanya Diky dengan wajah memelas
"Nggak apa-apa pak, biarkan Dia istirahat, saya permisi sebentar, Beliau akan dipindahkan ke UGD, saya permisi sebentar." Ucap Dokter sebelum keluar ruangan.
Setelah Dian dipindahkan ke UGD orang tua mereka akhirnya nya bisa menjenguknya walaupun harus satu persatu, karena kondisi Diandra masih lemah dan itu sudah aturan dari Dokter.
Dokter akhirnya keluar ruangan, setelah keadaan Diandra sudah membaik, tinggal menunggu waktu sadar.
" saya permisi dulu Pak, kabari saya jika terjadi sesuatu pada pasien, saya ada pasien lain"
Ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut
"Baik Dok,,, Ucap Diky
"*Maaf Pak, ini anaknya di Adzankan dulu*."
Suster datang membawah Bayi mungil mereka yang masih terbungkus kain, hanya wajahnya saja yang terlihat dan begitu Cantik,
"Baik, sus. Terimakasih." ucap Diky lalu mengambil Bayinya dari tangan suster
"Siapa nama Futri mu Nak?" tanya Zaki Bapaknya Diky
"Dian perna berkata kalau Dia akan memberi nama Anjani jika perempuan dan jika laki-laki Azka." Ucap Diky dengan sedikit tertunduk, sedih melihat keadaan istrinya saat ini.
"Jangan sedih, istrimu akan segera pulih, Nama yang cantik secantik Orangnya Futri Anjani Deky Pratama." Ucap Buk Ziea Ibunya Diky.
"Makasih Ma, pa" Ucap Diky tulus.
Setelah Diky selesai mengadzani Futri mereka, Suster lalu membawahnya kembali ke ruangan tempat bayi,
Malam hari Diky menunggu Diandra hingga ketiduran dalam keadaan duduk menyandarkan kepalanya ke bansal tempat istrinya terbaring dan masih memegang tangan istrinya, Mama dan Papanya juga Martuanya sudah pulang lebih awal, apalagi Si kembar tidak ada yang jaga, Meskipun ada Pak Jono dan Bik Maryam, tapi mereka punya tugas masing-masing, dan si Kembar selalu ingin bermalam di rumah sakit melihat adiknya.
Diky terbangun saat merasakan sesuatu bergerak, dan terpaksa membuka Matanya, meskipun sebenarnya masih mengantuk, semalam entah jam berapa Dia tertidur.
"*Dian kamu sudah sadar, Aku khawatir sama kamu*?"
tanyanya dengan wajah masih cemas.
"Hausss"
hanya kata itu yang mampu Dian katakan, Badannya masih sangat sakit, terutama bagian belakang,
Diky dengan segera memberikan air mineral pada istrinya, dan membantunya untuk minum,
lalu kembali menjaga istrinya.
"Dimana anak kita Mas? Apakah Dia perempuan atau laki-laki?" tanya Diandra yang belum tau jenis kelamin Anaknya.
"Perempuan sayang, dan sangat cantik seperti dirimu, tapi Dia masih Dikamar bayi, Kita akan pulang bersaman nya setelah kamu sembuh."
"Hmm, lalu Leo dan Leon dimana?"
" Di rumah sayang, diantar pulang sama Nenek dan Oma nya"
"Oh, badanku rasanya sakit,"
"tidurlah, aku akan menjagamu"
"Hmm"
Diruangan yang berbeda nampak seorang Dokter Wanita baru keluar dari ruangannya setelah mual-mual, selesai pengoperasi pasiennya Dia lanjut memeriksa pasien lain, Dia menolong banyak orang namun tak memperdulikan kesehatannya yang kini Hamil Muda.
Dokter Amel tergesa-gesa ke kantin belakang untuk makan, Awalnya Dia akan mengajak Suaminya namun karena Suaminya masih diruang Operasi maka Amel memutuskan untuk sarapan sendiri, karena tidak mungkin Dia menunggu sampai suami nya selesai, bisa-bisa Dia pingsang gara-gara kelaparan, apalagi Dirinya yang kini berbadan Dua.
"*Mbak pesan Nasi gorengnya ya, sama Teh hangat* " Ucap Dr.Amel
"Baik Dokter ku"
Semenjak Hamil, Amel memang sangat menyukai Nasi goreng, terkadang Dia menyuruh Suami nya untuk membelikannya diluar, atau bahkan menyuruh Suaminya membuatkan nya sendiri.
Amelia kini hamil 4 bulan, setelah pernikahannya dengang Dokter Recky, awal menikah Amelia masih enggan sama Suaminya Namun karna kesabaran dan juga pengobatan yang Recky berikan membuatnya Luluh, dan juga mendengar saran dari Ibunya, tentu saja Buk Maya selalu menasehati Anaknya, karena tidak ingin pernikahan keduanya berakhir perpisahan seperti Pernikahan sebelumnya.
Namun Buk Maya tidak perna memberitahu kalau Amel perna menikah sebelumnya, mengingat Amel yang tidak perna disentuh oleh mantan suaminya, maka Ibu nya memustuskan untuk tidak memberitahunya termasuk Suaminya.
Selesai sarapan Amel kembali keruangannya, Dia ingin istirahat sebelum pulang, jika sudah tidak ada jadwalnya.
Namun baru ingin merebahkan Diri suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangannya.
Tok tok tok
Dia pun terpaksa bangun kembali dan membuka pintu, Ternyata yang datang Suami nya,
"Mas, Recky"
Dia lalu berhambur memeluk Suaminya, semenjak Dia hamil, ia sangat senang berada dalam pelukan Suaminya, bahkan saat tidur.
"Sudah makan sayang" ucap Dr.Reckhy sambil membelai kepala Istrinya, lalu mencium keningnya.
"Udah, tadik makan di kantin, abisnya Mas lama bangat, Aku sudah sangat lapar, jadi makan sendiri"
jawabnya yang masih memeluk Suaminya.
"Kalau gitu istirahat lah, aku akan menemanimu, jadwalku 2 jam lagi, kalau kamu sudah kosong sebaiknya istirahat sayang, ingat jaga kesehatan mu."
ucap Recky mengingatkan istrinya agar jangan sampai terlalu capek.
"Hm baiklah, tapi temani aku disini ya" ucapnya merajuk
Diruangan yang berbeda setelah beberapa hari di rumah sakit, hari ini Diandra akan pulang kerumahnya bersama dengan Bayi nya, Ibu dan Anak kembarnya ikut datang menjemput,
setiap pulang sekolah mereka selalu datang diantar Pak Jono dan akan pulang sehabis sholat isya, meskipun beberapa kali ingin menginap di rumah sakit, Namun Daddy nya mengatakan kalau Anak-Anak tak boleh bermalam di rumah sakit.
Taaaraaaaaaa
Sampai rumah Dian dikagetkan dengan banyaknya balon dan juga lampu warna warni, ternyata semua ini sudah dipersiapkan oleh Suaminya, dan itulah mengapa Ayah dan juga Mama Martuanya nggak datang menjemput karena mereka membuat kejutan untukNya, dan menyambut kedatangannya bersama Putri nya.
Dengan rasa bahagia Dian Sampai meneteskan air mata, ia tak perna menyangkah akan mendapatkan keluarga yang utuh dan sangat menyanyanginya.
"Selamat datang sayang semoga kalian sehat selalu"
Ucap Mama Martuanya sambil memeluk dan mencium kening menantunya
"Makasih Ma, Dian bahagia bangat, semoga Mama dan Bapak juga sehat selalu."
ucap Dian tulus dan membalas pelukan Mama mertua nya
"Sekarang kita makan ya, Mama sama Bik Maryam sudah masak banyak dan juga kesukaan kamu sayang"
"Ayoo ayoo aku sudah sangat lapar, tadik Daddy nggak mampir makan dulu, katanya Mommy dan Dede, bayi mau istirahat," Leo dan Leon merajuk
"Aduhh duhh sayangnya Oma, tapi Daddy kamu itu benar sayang, Mommy harus banyak istirahat kan baru selesai lahiran"
Ucapnya sambil membelai kepada kedua cucu nya
"gitu ya Oma ?"
"iya sayang, kan Lahiran banyak darah yang keluar"
"Kalau gitu aku bakal jagain Mommy dan Dede'" Ucap Leon dengan senyuman
"Berdua dong, kan, aku juga mau jagain Mommy sama Dede bayi" celutuh Leo tak mau kala
"iya, iya. Jagain nya berdua, sekarang kita makan dulu tuhh makanannya keburuh dingin."
Ucap Diky melerai Anak-anaknya, karena jika terus berdebat tidak akan pernah selesai.
Akhirnya mereka makan sambil sesekali mengobrol, sedangkan Diky mengantar Diandra ke kamarnya, kalau mengambil makanan mereka, Diky lalu menyuap istrinya sambil makan.
Pagi hari Diky harus masuk kantor karna sudah beberapa hari cuti, selama istrinya di rumah sakit, beruntung ada Fikry yang selalu siap menghandel pekerjaannya, kadang juga jika ada yang perlu ia tandatangani, Fikry terpaksa membawahnya ke rumah sakit, atau Diky yang bolak balik, karna Dea juga dalam keadaan Hamil besar saat ini.
" Dek, aku ke kantor ya, kalau perlu sesuatu panggil Bik Maryam aja, ingat jangan kemana-mana, kamu belum pulih total" pesan Diky pada istrinya
"iya, Mas. hati-hati dijalan, pulang jam berapa?"
"Akan aku usahakan pulang cepat"
setelah sarapan Diky lalu berangkat sekalian mengantar Anak-anak nya, semalam merengek minta di antar sama Daddy nya, katanya sudah lama tidak diantar Daddy kesekolah.