Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Dokter itu Bundaku



Akhir pekan tiba, dan sesuai janji Amelia dan Recky pada Futri semata Wayangnya, hari ini mereka bersiap-siap akan membawa Lyaa ke taman permandian Air panas, awalnya Mereka ingin ke puncak atau Pantai, Namun berhubung banyak Anak-anak kepermandian, dan Lyaa sangat ingin kesana bersama Ayah dan BundaNya, mendengar teman-teman nya yang akan kepermandian bersama keluarga nya, maka Lyaa pun ingin kesana,


"Sayang, Udah siap semuanya?" tanya Recky yang baru saja turun dari tangga yang sudah rapi


"Udah sayang,, nih barang-barangnya, "Ucap Amel sambil memberikan Barang-barang mereka kepada Suaminya,


"Ibu, nggak ikut ?"


"Nggak Mas, Aku udah ajak, tapi katanya nggak enak badan, pengen dirumah aja istirahat.


"Tapi, apa nggak apa-apa kalau kita tinggal?" Ucap Recky karna merasa kasian pada Ibu mertuanya yang sudah Tua.


"Nggak apa-apa Mas, kan ada Bik Surti, Aku juga udah bilang sama Bik Surti, agar Menjaga Ibu dan melarang Ibu melakukan apapun.


"Ibu selalu nggak bisa Diam, Beliau selalu melakukan banyak Hal, bahkan selalu membantu Bibik mengurus Rumah dan juga kebun sayur yang ada dibelakang, Aku kasihan padanya, udah Tua tapi selalu mau bantu-bantu.


"Aku juga udah larang Ibu, Mas. Tapi katanya kepalanya akan sakit kalau selalu diam di rumah nggak ngelakuin apa-apa.


"yaa udah, biarin aja jika itu keinginan nya, asal jangan capek-capek kasian Dia, udah bantuin kita ngurus Lyaa,...


"iyaa, Mas. Aku juga selalu ingatin Ibu kok..


Yukkk berangkat ke buru siang,...


Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Lyaa bersorak ria, Dia sangat bahagia, ini kali pertama Ayah dan Bunda nya membawanya liburan, mereka yang selalu sibuk membuat Anaknya kadang iri pada teman-temannya jika mendengar mereka bercerita tentang Asyiknya hari libur bersama keluarga, sedangkan Lyaa hanya bisa menghabiskan hari liburnya dirumah bersama Nenek, kadang juga sama Bunda, itupun kadang hanya Β½ hari, karna Bundanya akan ke rumah sakit jika ada panggilan mendadak.



Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai kesebuah wisata permainan Air panas yang sangat ramai pengunjungnya, Lyaa dengan tak sabar turun saat melihat teman-temannya sudah ada disana bersama keluarga nya, tentu saja membuat Lyaa senang karna Dia juga datang bersama Kedua orang Tuanya..



Melihat Anaknya yang hendak berlari menemui seseorang, Amelia dengan terpaksa mengejarnya karna tak ingin Anaknya terluka, apalagi tempat tersebut sangat ramai mengingat sekarang adalah hari libur.


Sementara Recky mengambil barang-barang mereka dan berjalan menemui istrinya yang sudah sampai lebih dulu, Duduk sambil memangku Anaknya yang ingin main Air bersama teman-temannya...


"Sayang, kok masih disini?" tanya Recky karna Amelia tak membiarkan Anaknya bermain Air..


"Ayah, Bunda melarang ku turun, katanya Bunda tak pandai berenang, takut aku tenggelam, makanya nungguin Ayah, " Ucap Lyaa dengan wajah memelas, mengadu pada Ayahnya


"Ohh gitu, sini sayang main Air sama Ayah aja, Bunda emang tak bisa berenang sayang, itulah mengapa Bunda tak perna mengajakmu kepermandian," Recky memberi penjelasan pada Futri nya agar tak salah paham pada Ibunya.


"Gitu ya Ayah,, kalau gitu ajarin Lyaa berenang yaa biar Aku nggak kayak Bunda, aku pengen seperti Mereka pandai berenang "


Ucapnya sambil menunjuk pada salah satu teman kelasnya yang sedang diajar berenang oleh Kedua orang tuanya..


"Memangnya Lyaa kenal sama mereka?"


"iyaa Ayah, Dia teman baikku, Namanya Anjani, dan itu Daddy sama Mommynya, kata Anjani setiap hari libur mereka selalu liburan jika Daddy-nya nggak ada kerjaan dikantor ". Ucap Lyaa panjang lebar, berharap Ayah dan Bundanya juga bisa seperti mereka..


"Ohh gitu ya,, sekarang kita berenang ya Sayang, tapi Lyaa ganti baju dulu, tuhh Bunda udah bawain baju renang untuk Lyaa"


Ucap Recky mengalihkan pembicaraan karna tak ingin Anaknya sedih dihari liburnya.


Akhirnya Lyaa benar-benar di ajar berenang oleh Ayahnya, sedangkan Amelia sibuk dengan Ponselnya, memotret dan Merekam Anak dan Suaminya.


Selesai belajar berenang Recky membawa Anaknya untuk ganti pakaian lalu makan, agar tidak sakit, mengingat Anaknya hanya sarapan sedikit waktu dirumah sangking semangatnya untuk Tamasya...



Sementara didekat mereka, juga ada keluarga kecil yang sedang mangajak Anaknya tuk makan setelah selesai berenang.


"Mom, kalau Dokter itu nggak punya waktu libur yaa?" tanya Anjani tiba-tiba saat melihat kearah temannya juga disuap oleh Bundanya, saat mengingat ceritanya kalau Dia jarang liburan karna kedua orang tua nya seorang Dokter dan sangat sibuk.


"Punya kok, kalau tanggal merah atau hari Minggu, kecuali Dokter ahli atau Dokter kandungan, karna walaupun hari libur jika ada yang tiba-tiba lahiran, ya terpaksa harus pergi". Ucap Dian panjang lebar pada Futri nya..


"Ohh gitu ya, tapi kok Lyaa bilang kalau Orang tuanya jarang ada dirumah mereka selalu sibuk,"


"Mungkin Orang tuanya Dokter ahli, memangnya teman kamu yang mana sayang?"


" Tuhhh disana, tunjuk Anjani pada Lyaa,, aku panggil dulu ya Mom" Ucapnya dan langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari Mommynya.


Anjani datang sambil berpegangan tangan dengan Lyaa, lalu mengajaknya mengobrol dengan kedua orang tuanya.


Namun saat sedang mengobrol tiba-tiba Anjani kebelet pipis, dan terpaksa Diandra mengajaknya ke toilet umum yang ada dibelakang.


"Nak, nama kamu siapa ?" tanya Diky yang belum tau tentang Lyaa karna saat Anak dan istrinya mengobrol membahas tentang Lyaa, Dia sibuk dengan Ponselnya.


"Lyaa Om, Namaku Lyaa Khairunnisa Recky Nugroho


"Kamu Anaknya Recky, Dokter Ahli beda itu ?" tanya Diky dengan perasaan


"iyaa Om, kata Bunda, Ayahku ahli beda makanya jarang libur, dan nggak punya waktu ngajak Aku jalan-jalan" Ucapnya sambil tertunduk


"Nggak usah sedih sayang, kerjaan Ayahmu itu mulia, kan selamatkan nyawa orang"


"iyaa,, aku nggak sedih Om, aku bangga kok punya Ayah dan Bunda yang sama-sama Dokter, meskipun mereka selalu sibuk, tapi mereka sayang sama Aku." Jawabnya dengan wajah sumringah, tak seperti tadik..


"Emangnya, Ayah dan Bundamu mana Nak "?


"itu disana Om", ucapnya sambil menunjuk kepada kedua orang tua nya yang masih asyik berbincang.


Saat Diky melihat kearah tersebut, Dia sempat tak percaya dengan apa yang Dia lihat ' Amelia' Dokter kandungan yang telah membantu istrinya melahirkan 'Anjani' dan sangat mirip dengan Mantan istrinya, walaupun kepribadian nya sudah beda tapi Diky masih belum yakin kalau Dia bukan Amel mantan istrinya.


"Nama Bundamu Amelia ?" Tanya nya dengan penasaran


"iya, Om, kenal sama Bundaku juga ?"


"Ehh_ nggak terlalu kok, siapa nama lengkap Bundamu Nak ?" tanya Diky dengan perasaan


"Em siapa ya,, ( memegang kepalanya sambil mengingat-ingat)


ah aku ingat,,, Namanya Amelia Soebandono. Om.


"Amelia Soebandono ?" masih memastikan


"iyaa,,,


Diky yang sempat tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Anak kecil itu bahwa Amelia telah melahirkan seorang Putri yang hampir seumuran dengan Anaknya.


"itu berarti saat mengoperasi Diandra, Dia juga sedang hamil?


Tapi kok aku nggak tau yaa, kalau Suaminya Dokter Recky, Putra pemilik Rumah sakit Medica Nugroho".


Bathinnya.


Saat sedang melamun tiba-tiba Diandra datang bersama Anjani,


"Lagi mikirin apa si Mas, kok melamun aja?"


tuhh anak orang, nggak kamu liatin, yang ngajak kesini tuh Anak kita, kalau ada apa-apa gimana?" Celoteh Diandra yang mengira kalau Diky melamun sejak tadik dan tidak memperhatikan teman Anaknya.


"Nggak kok, Kalian udah datang, kok lama ?"


" Ngantri, banyak orang,"


"Om, Tante, Anjani, aku pamit ya, Ayah dan Bunda akan khawatir jika aku terlalu lama". Ucap Lyaa


"iya sayang, mau di antar nggak ?"


tawar Diky, yang sebenarnya pengen Liat Amelia lebih dekat, karna menurutnya Amelia sekarang sangat berbeda dengan Amelia yang dulu, sekarang jauh lebih bersih dan Cantik,



Waktu di rumah sakit Dia tidak terlalu memperhatikan wajahnya, karna selain karna khawatir dengan keadaan istrinya juga Amelia tidak mengenalnya dan mengatakan kalau Dirinya baru pertama kali bertemu dan hanya sekali menikah, Namun karna mendengar pengakuan dari Anaknya Amelia, Dia jadi penasaran tidak mungkin Anak sekecil itu berbohong, dan jika Dia anak angkat, tidak mungkin Recky bertahan lama jika Amelia masih seperti dulu, enggan untuk di sentuh laki-laki. itulah dalam fikiran Diky.


"Nggak usah Om, itu dekat kok.."


Jawabnya sambil berlari kearah kedua orang tua nya..


Namun saat Akan sampai


Bugk


Brakkh


Brakkkhh


πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸ’–πŸ’–πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊ