
** 3 bulan kemudian ***
Hoeeekkkkkk hoeekkkkk.
Diandra, yang tengah sarapan pagi bersama keluarga kecilnya merasa mual-mual,, Dia sampai lelah bolak balik kamar mandi,
Diky sampai ikut menghentikan makannya karena harus membantu istrinya yang sudah terlihat pucat,
Sementara Sikembar yang masih enteng dengan sarapannya merasa kasian dengan kondisi Mommy nya,
Setelah keadaan Diandra lumayan membaik, Diky akan menngantar nya ke Dokter, Namun Anak-anak juga ingin ikut serta, tapi Diky menyarankan agar kesekolah saja.
"Leo sama Leon diantar Pak Jono kesekolah ya, Daddy mau antar Mommy ke rumah sakit, kasian Mommy mual-mual terus sampai pucat gitu."
Ucap Diky pada Anak-Anak nya (sambil nunjuk kearah istrinya)
"*kirain Daddy mau antar kita*"
Jawab Leon dengan wajah memelas
"Nggak bisa sayang, kan mau antar Mommy ke rumah sakit, arahnya juga berlawanan jadi nggak bisa barengan, Mau ya di antar sama pak Jono, entar kalau hari libur kita liburan ke Vila yang ada di puncak"
Bujuk Diky pada ke dua Anak kembarnya
"ya deh, tapi benaran ya, Daddy janji kita liburan ke Vila kalau udah libur panjang"
Ucap Leon
"iyaa Daddy janji sayang"
sambil mengangkat jari Jempolnya pada Anak-anaknya
Setelah Anak-anak nya diantar Pak Jono, Diky segera mengantar Diandra ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum kekantor.
Hooeeekkk hooeekkk
Didalam mobil Diandra masih mual-mual.
"Mas, mobil kamu kok bau bangat sih, ganti Farfum ya?"
katanya sambil tutup hidung karena tidak tahan dengan bau mobil suaminya
"Nggak kok, Dek, ini bau Farfum yang biasanya, Mas nggak perna ganti-ganti Farfum"
"Masak sih ini kok bau bangat,
Hoeekkk hoeekkk
Diky yang nggak tega liat istrinya mual-mual terus memilih menghentikan mobilnya dipinggir jalan, Lalu menelpon Fikry agar datang mambawa mobilnya, dan tak butuh waktu lama Fikry datang.
"Fik, bawah mobil aku yaa, kita ketemu di kantor, Aku mau antar Dian dulu ke rumah sakit, setelah itu baru kekantor"
"iya," jawab singkat Fikry yang tidak mau banyak bertanya
Setelah tukar mobil barulah Diandra bisa membuka penutup hidungnya, aahh leganya.
Sampai rumah sakit mereka lalu menuju ruangan Dokter, Namun Dokter menyarankan agar ke ruangan bidan dulu untuk melakukan Tes peck,
Sampai ruangan Bidan, Diandra lalu di sarankan agar melakukan Tes peck, Diky masih setia menunggu di luar ruangan, Dia tidak ikut masuk karna masih memeriksa beberapa File di Laptopnya.
"**Garis dua**"
Dian memberikan hasil tes peck itu pada Bidan,
"Selamat ya Buk, Anda positif hamil, tapi untuk lebih jelas kita lakukan USG terlebih dahulu" pinta Bidan.
Lalu Diandra di USG oleh Seorang Dokter Wanita Ahli kandungan.
"(Cantik bangat,Wajahnya kayak abis operasi plastik)
Ucap Diandra dalam hati,
"Selamat ya Buk, Anda positif Hamil 5 Minggu, masih sangat rentang harap dijaga baik-baik kandungannya"
Ucap sang Dokter Wanita dengan senyuman
"Terimakasih kasih Dok"
Ucap Dian tulus
"Sama-sama" jawabnya tulus
"Kalau nggak salah, apa kita perna ketemu sebelum nya, tapi dimana ya? Aku kaya' nggak asing sama Dokter" guman Diandra yang sedikit penasaran dengan Dokter yang memeriksanya.
" Mungkin kita perna ketemu tapi sudah lama karna Aku baru beberapa bulan tugas disini"
Ucap Dokter tersebut
"Maaf, nama Anda siapa?" Tanya Dokter sedikit penasaran
"Diandra Dok, sering dipanggil Dian" Jawabnya jujur
Dokter tampak memikirkan sesuatu
"Kemudian lanjut bertanya, maaf ini hamil anak pertama?" Tanya nya lagi
"Nggak Dok, ini Anak ke 3 dari kehamilan kedua, Anak pertama saya Kembar semua Laki-laki, aku harap kali ini perempuan"
jawabnya Penuh harap
"Aminnn, ngomong-ngomong kesini diantar siapa Buk?" tanya sang Dokter dengan basah-basih,
"Sama Suami Dok tapi ada di luar nungguin"
"Oh, gitu, Saya resepkan Vitamin ya Buk, bisa ambil di Apotek" Ucap Dokter.
Namun Saat Dokter menulis resep untuknya, Dian tak sengaja melihat Papan nama yang tertera di dada sang Dokter "AMELIA" wajahnya yang awalnya ceriah jadi berubah murung mungkin juga karna Efek ngidam, Dokter yang menyadari pasiennya pun bertanya.
"Maaf, apa Anda baik-baik saja?"
"ya, tak masalah, Apa nama Mu Amelia?" tanya Diandra dengan penuh penasaran
"iya itu benar"
"Kamu mantan istrinya Pak Diky?" tanyanya lagi
Karna Diandra masih kurang yakin kalau Amelia yang dihadapannya sekarang adalah Amelia yang perna bertemu dengannya 6 tahun yang lalu, sebab Amelia yang dulu Dia kenal penampilannya biasa saja dan juga hanya Lulusan SMA, namun karna tingkat penasaran nya sangat tinggi maka Dian pun akhirnya banyak bertanya, apalagi wajahnya yang hampir mirip.
"Maaf, Mungkin Ibu salah Orang, karna saya baru sekali menikah dan Suami saja juga Seorang Dokter Ahli beda"
jawabnya dengan jujur
(Tanpa Dia tahu bahwa Amelia yang dimaksud pasiennya benar Dirinya, Namun karena kejadian 2 tahun yang lalu membuat nya melupakan masa lalunya)
Setelah Dokter menulis resep untuknya Dian akhirnya pamit pulang, tanpa niat mempertemukan Suaminya dan Dokter.
***Flashback on***
Disebuah Kampus ternama tampak seorang Wanita Cantik sedang Asyik berfoto bersama keluarga dan teman-teman nya, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuknya, setelah sekian banyak cobaan yang ia lalui selama hidupnya, dan hanya bermodal Tekad, kecerdasan dan Kegigihannya juga kesabaran yang ia tanam dalam dirinya hingga bisa sampai di titik ini, dimana Dia bisa mendapat "**Gelar Sarjana Kedokteran**" Rasa bahagia begitu terlihat diwajahnya,
Namun kebahagiaan itu hanya sekejap ia rasakan, karna saat kembali ke kampung halaman dengan niat akan liburan sebelum kerja, hal tak terduga pun terjadi, Mobil yang Mereka kendarai menabrak tiang listrik hingga membuatnya kehilangan kesadarannya bahkan sampai kehilangan Ayahnya, Ayah yang selama ini selalu meneteskan keringat demi mencapai impiannya, menasehatinya bahkan selalu hadir saat-saat Dia membutuhkan Ayahnya.
Dan Karna kejadian itu Amel sampai harus Melakukan Operasi dan membuat sebagian ingatannya hilang.
4 bulan kemudian setelah benar-benar sembuh dari sakitnya Dia pun sudah bekerja di sebuah Rumah sakit ternama di Kota, Dia akhirnya di lamar Oleh seorang Dokter Alhi beda, sekaligus Anak Pemilik Rumah sakit tempat Dia bekerja,
Sebulan kemudian Setelah Menikah dengan Sang Dokter Dia akhirnya memustuskan untuk pindah kekota bersama Ibu nya, karna Dia tidak mungkin meninggalkan Ibu nya seorang diri di kampung halamannya.
***Flashback off***
Saat perjalanan pulang Diky mampir ke Apotek untuk membeli Vitamin yang sudah dokter resepkan untuk istrinya, Dia sangat bahagia setelah mendengar cerita dari Istrinya bahwa Dirinya sedang Hamil,
Dan setelah sampai rumah, Diky dan Diandra disambut oleh ke Dua putranya.
"Mommy, Daddy, Kok lama bangat sih, aku dari tadik pulang" Ucap kembar bersamaan
"Maaf, sayang Daddy sama Mommy lama soalnya singga di Apotek beli Vitamin untuk Mommy,
Mommy juga ada kabar bagus buat kalian"
Ucap Diky penuh kebahagiaan
"kabar apa Daddy?"
"bentar lagi kalian akan punya Adek, adiknya ada diperut Mommy, jadi mulai sekarang kalian harus jaga Mommy ya, nggak boleh lagi nakal-nakal, nggak boleh buat Mommy capek-capek soalnya ada Dede' bayi di perut Mommy" jelas Diky panjang lebar pada kedua Putranya agar tak lagi merengek pada Ibunya jika punya keluhan.
"Siap Daddy, mulai sekarang kami akan mandi sendiri, kalau tidak ia di mandiin Daddy."
jawabnya sambil tersenyum mengedipkan matanya membuat Diky dan Dian jadi Tertawa
Dikehamilan nya yang ke Dua Diandra merasa sangat bahagia karna selain ada Suami nya yang sangat perhatian juga ke dua putranya yang selalu siap Siaga menjaganya, meskipun usia nya baru 5½ tahun tapi Dia Cukup Cerdas dan pandai.
🌺🌺🌺❤️❤️🌺🌺🌺