Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Rencana perceraian



Malam pun tiba, Amelia masuk kamar disusul Diky.


"Dek, ada yang pengen aku bicarakan dengan mu, ini penting" ucapnya sambil melirik Amelia


Amelia yang salah tingkah mengira Diky akan kembali meminta Hak nya setelah sekian lama tak Dia ucapkan.


"Soal apa kak?" Tanya nya


"Tentu saja soal hubungan kita. Dia menekankan kata hubungan kita agar istrinya sedikit mengerti dan memberi peluang untuknya"


"Emangnya mau ngomong apa? Ngomong aja"


[ Masih tenang]


"Maaf ya Mel, tapi Aku mau tanya sesuatu sama kamu, pernikahan kita udah berjalan selama 6 bulan dan kamu sama sekali tidak perna memberikan apa yang aku butuhkan, sebagai pria normal tentu aku tersiksa, dan kurasa sudah cukup kamu menyiksa batinku"


[Amelia mulai mengerti arah pembicaraannya]


"Dan aku mau tanya apa kamu sama sekali nggak punya Na*su sama Aku atau kamu punya Kekasih yang kamu cintai?" Lanjut Diky


"Maafkan Aku kak, tapi jujur aku juga nggak tau, kenapa aku sama sekali nggak punya Na*su saat sama Kakak, dan Soal kekasih, Aku nggak perna Pacaran sebelumnya" jawabnya jujur  sambil tertunduk matanya kini berkaca-kaca


"Kalau Gitu aku punya pilihan sama kamu?" [terdiam sejenak]


"Kamu mau di madu atau kita bercerai, karena kufikir mau Sampai kapan hubungan kita seperti ini, dan Kamu tau sendiri kalau Kakek pengen Cepat-cepat punya Cicit,


Tapi kamu harus terima konsekuensinya kalau kamu mau Dimadu, kamu mengerti kan maksud Aku" Tambah Diky


"Apa nggak ada jalan lain kak?"


"Maaf, nggak ada Mel, ini sudah keputusan bulat, kalau Kamu mau dimadu kamu aka tetap tinggal dirumah ini, dan Aku akan tetap memberikanmu uang belanja dan juga uang Nafkah, tapi tentu kamu tau kalau aku akan tidur dengan Istri Mudaku"


Mendengar kata Istri Muda rasanya Amelia sudah tak tahan, setetes demi setetes air matanya mulai tumpah, sungguh Dia tak perna membayangkan kalau pernikahannya akan berakhir seperti ini, Namun Dia juga tak bisa egois tentang kekurangannya.


Akhirnya dengan suara Bergetar  Amelia Memutuskan


"Kakak urus aja perceraian kita"


Diky yang sebenarnya tak tega, sebab Amelia sangat Baik padanya perhatian dan juga selalu mempersiapkan segala keperluan nya, Namun sebagai Laki-laki normal, mana tahan kalau hanya tinggal serumah bahkan sekamar tanpa melakukan apa-apa.


"Baiklah jika itu keputusanmu, aku akan urus besok lusa dan mungkin aku akan pulang malam karna aku akan kerumah kakek"


Sampai kantor Diky lalu mengirim Chat kepada sang Pujaan hati.


"Dian, Aku punya kabar baik untukmu"


(Namun tak ada balasan dari Diandra)


Selesai dengan pekerjaannya Diky memutuskan untuk ke Kediaman sang Kakek, Dia akan memberitahukan Maksud dan tujuan kedatangannya.



Namun saat sampai Rumah Dia tak melihat sang Kakek, Diapun bertanya pada sang pembantu.


"Bik Kakek kemana?" Ucapnya


"Kekantor Den, belum pulang" kata Bik Ijah pembantu Rumah tangga dirumah Kakeknya


"Sebaiknya Aku menunggu Kakek saja dari pada bolak balik, Mana jalanan macet' lagi" bathinku


Saat Hari sudah mulai gelap barulah Kakek datang bersama Mama dan Papa, seperti nya dari kantor.


"Kebetulan Kalian datang bersamaan, ada hal yang pengen aku sampaikan pada Kakek," Ucapku


Melihat Ekspresi kedua orang tuanya yang sedikit bingung, Diky lalu duduk diruang keluarga dan yang lainnya pun ikut menyusul.


"Dik, apa yang Mau kamu sampaikan, kalau nggak terlalu penting lebih baik besok aja ya, Kakek capek baru pulang dari kantor, tadik ada sedikit masalah makanya Kakek harus turun tangan" Ucap sang kakek


"Ini penting Kek, dan nggak bisa ditunda"Ucap Diky penuh harap semoga saja sang kakek mendengarkannya


"Kalau gitu sekarang ngomong lah Kakek mau istirahat"


Diky akhirnya menceritakan maksud dan tujuannya menemui kakeknya, dengan ingin menceraikan istrinya jika tidak mau di madu tidak lupa Dia juga terpaksa menceritakan sebab permasalahannya mengapa Diky memilih jalan seperti ini, Agar kakek dapat memutuskan yang terbaik untuknya, sebab segala urusan harus dengan keputusan sang kakek, jika tidak maka siap-siap namanya dihapus dari Daftar penerima Warisan, dan semua warisan milik kakeknya akan disumbangkan ke panti asuhan, meskipun mereka memiliki usaha sendiri tapi itu tak seberapa bila tidak ada bantuan dari kakek.




Setelah berfikir Cukup lama akhirnya Kakek mengatakan bahwa keputusan ada pada Diky karena ini rumah tangganya, Namun jika Diky berniat menikah lagi harus benar-benar pilihannya dan kalian saling mencintai satu sama lain, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.


Ucap Kakek penuh penegasan


Diky yang sudah dapat jawaban dari sang kakek segera pulang.



Saat sampai rumah Dia tidak menemukan Amelia di kamarnya melainkan dikamar Tamu yang sudah tidur pulas.



Diky memilih membersihkan diri lalu tidur, besok Dia akan mengantar Amelia kerumah orang tua nya, walau bagaimanapun Amelia adalah wanita baik-baik, dan terlebih selama menjadi istrinya Dia tak perna mengeluh bahkan selalu memenuhi kebutuhanNya hanya saja satu kekurangannya yang tidak perna ia penuhi sebagai seorang istri.


Pagi hari Amelia bangun pagi-pagi  Dia bergegas kedapur menyiapkan sarapan lalu Mandi.


"Mungkin ini terakhir kali aku akan menyiapkan sarapan untukmu kak" Bathinnya


Saat selesai mandi Dia lanjut kedapur dan menata makanan di atas meja, tiba-tiba Diky datang dari atas tangga lalu menghampirinya.


" Dek, kamu masak pagi ini?"


"iya, mungkin ini terakhir kali Aku buatkan sarapan untuk Mu, karena sebentar siang aku akan kerumah Ibu" jawabnya dengan suara sedikit bergetar menahan agar tidak menangis


"Aku akan mengantarmu sekalian pamit pada Ibu dan juga Bapak" Ucap Diky


"Nggak usah Kak, Aku bisa sendiri, apa yang akan Kakak katakan pada mereka? Lanjutnya


"Bilang aja kalau kita nggak cocok"


"Terserah kakak aja, Aku minta maaf" Ucapnya dengan kepala tertunduk


"nggak apa-apa, Maaf juga karena aku perna kasar padamu" ucapnya tulus, menyesal telah berbuat kasar pada seorang wanita


Selesai sarapan Diky memenuhi janjinya Dia mengantar Amelia pulang ke kampung halamannya, tak lupa Dia memberikan Uang 10 juta, walaupun Amelia menolak tapi Dia mengatakan kalau ini sebagai tanda perpisahan dan bisa buat Modal usaha dikampung, hingga terpaksa Amelia menerima uang tersebut.



Sejujurnya Dia sedikit kasian sama kehidupan Amelia, mungkin akan dicibir orang dikampung karena belum lama Nikah pulang-pulang udah jadi janda, apalagi melihat kehidupannya dikampung yang  jauh dari kata cukup.


tapi mau bagaimana lagi Diky Sudah tidak tahan, dan tak punya pilihan lain.


**Kampung Amelia**


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mereka sampai di rumah Amelia.


Kebetulan orang tua Amelia ada dirumah jadi Diky dan Amelia berniat langsung memberitahukan  perpisahan mereka.



Pak Hasan dan Buk Maya yang melihat Anak dan Menantu datang, mengajaknya masuk rumah Mereka tampak bahagia karena Mereka sangat jarang mengunjunginya.


Diky  masuk menyusul Amelia yang duduk diruang tamu bersama Ibu dan Bapaknya.


Lalu Amel membuka suara dan memberitahu maksud Diky mengantar Amel, juga penyebab permasalahan mereka.


Apa.......?


Ibu dan Bapak Amelia sama- sama terkejut mendengar Amel mengatakan sejujurnya alasan mereka berpisah.


Dan


Bugh


Brak.