Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Lahirnya sang Pewaris



*3 bulan kemudian**


Hoeeekkkkkk hoeekkkkk


Diandra yang sedang sarapan pagi bersama Suaminya, memuntahkan seluruh makanannya hingga habis, meskipun hanya tinggal air yang keluar ia tak henti-hentinya muntah, membuat badannya jadi lemas, Diky yang khawatir dengan keadaan istrinya membantunya mengoles minyak kayu putih pada perutnya, lalu memijat punggungnya.


" Dek, kita kedokter ya, sepertinya kamu kurang sehat, wajahmu pucat sekali" Ucap Diky yang nggak tega melihat wajah istrinya yang pucat


"Aku nggak apa-apa kak, Kamu kekantor aja, kan ada meting, mungkin aku masuk angin"


"Benar nggak apa-apa?" Tanyanya memastikan


"Iya, nggak apa-apa"


Hoekkkk hoeekkkk


Namun Diky yang baru berdiri niat mau kekantor jadi batal, karna Diandra masih saja muntah-muntah.


"Kita kedokter sekarang juga," Ucap Diky dengan tegas tidak ingin ada penolakan dari sang istri


Akhirnya Diandra hanya mengangguk, sudah tak sanggup banyak bicara, badannya benar-benar lemas.


Sampai rumah sakit setelah diperiksa oleh Dokter umum mereka di anjurkan ke dokter kandungan melihat kondisi pasien dan juga gejalanya, Sang Dokter menyimpulkan kemungkinan karena penyebab hamil, namun agar lebih pasti Diandra disarankan melakukan USG, Dokter pun membuatkan rujukan ke Dokter kandungan.


"Selamat ya Pak, istrinya benar-benar hamil, Kandungannya jangan lupa dijaga dengan baik, perhatikan kesehatan Ibu karena Kondisi janinnya lemah, dan Ibu juga banyak istirahat karena tekanan darahnya rendah apalagi Ibu tidak hanya mengandung Satu janin tapi dua"


Ucap Dokter panjang lebar


"Dua Dok?" tanya Diky memastikan, Dia tidak mau kalau ini salah dengar.


"Iya, Dua."


Jawab sang Dokter lalu mengarahkan monitor agar Diky bisa melihatnya meski masih sangat kecil


Dengan wajah yang sangat bahagia Diky lupa kalau pagi ini ada meting.


Dia memeluk istrinya lalu mencium keningnya lupa kalau Dokternya masih ada.


Heemmmmm hhmmmm


Dian bersuara agar Diky bisa kontrol Diri, lalu Dia mengingat kan Suaminya kalau pagi ini ada Meeting.


" Kak, kamu langsung kekantor aja kan katanya pagi ini ada meeting."


"eh iya aku lupa, tapi Aku akan antar kamu pulang dan jagain kamu, biar Fikry saja yang mewakili ku meting.


Akhirnya Diky memutuskan untuk mengantar istrinya pulang, tak lupa Mereka singga di supermarket untuk belanja keperluan sang istri, juga Di apotek untuk mengambil Vitamin dan Obat-obatan yang sudah Dokter resepkan sebelumnya.


Sampai rumah Diky memutuskan untuk Cuti hati ini karna ingin mengurus istrinya, karena kondisi Dian masih lemas.


"Dek, ada yang pengen kamu makan?"


"Nggak, aku hanya ingin istirahat"


"Istirahat lah, aku akan buatkan Sop untukmu"


Ketika Dian sudah tertidur dengan dipijat Diky, barulah Diky kedapur membuat SOP untuk sang istri, Dia harus jaga Kehamilan Diandra, selain karena Kondisi janin lemah Dian juga masih kurang sehat, ini juga adalah kehamilan pertamanya dan juga Anak yang sudah ditunggu-tunggu keluarganya selama ini,


Diky hanya Anak tunggal dan Bapak nya juga hanya Anak tunggal.


Sedangkan Fikry adalah sepupu dari Mamanya


Setelah SOP jadi Diky mengantarnya kekamar dan Menyuapi sang istri.


Pagipun tiba, Diky sudah siap kekantor hari ini Dia bersiap-siap tanpa membangunkan Diandra yang masih Beta tidur,


setelah siap barulah ia membangunkan istrinya.


"Dek, aku berangkat ya, jangan lupa sarapan lalu minum Obat, aku sudah menyuruh Bik Maryam agar mengantar Makanan kesini, dan juga agar berbelanja kebutuhan dapur, kalau ada apa-apa segera telpon aku, ingat jangan melakukan apapun"


Pesan Diky pada istrinya


"Aku kekantor hari ini soalnya ada rapat, akan ku usahakan pulang cepat"


" Iya, hati-hati ya, Kalau udah pulang bawakan aku rujak"


"Siap tuan putri" Ucapnya sambil tersenyum


Bugh


Dian memukul lengan suaminya sambil tersenyum


"Jangan lupa Rujaknya"


Selama kehamilan Diandra, Diky sudah tak perna keluar kota atau bahkan pulang malam juga jarang, karna sang istri tidak akan tidur tanpa ditemani sang suami, hingga tak terasa Hari yang mereka nanti-nanti akan tiba, HPL sudah semakin dekat.


Dan Diky sudah mengingatkan Bik Maryam agar selalu menemani istrinya diwaktu senggang, karna Dia khawatir kalau istrinya kesakitan jika Diky lagi di kantor.


Diandra yang sedang jalan pagi dihalaman tiba-tiba merasa perutnya mulas namun Dia hanya berfikir kalau itu biasa terjadi dikehamilan Tua nya,


Namun semakin lama sakit yang Dia rasakan semakin lama,


akhirnya Dia memutuskan untuk masuk kedalam  kerumah.


[Berjalan sambil memanggil Bik Maryam]


Bik Maryam datang ter gopoh-gopoh dari arah dapur, rupahnya Dia sedang memasak.


"iya Nyonya?"


"Tolong telpon Diky ya, perut ku sakit bangat"


[sambil menahan sakit]


"Baik nyonya, akan ku antar kekamar dulu ya"


"Hmm iya"


Saat Dian sudah dikamar Bik Maryam segera menelpon Diky dan memberi tahu kalau sepertinya Dian sudah kontraksi



Mendengar kabar istrinya akan melahirkan, Diky menyerahkan tugasnya  kepada Fikry termasuk meting yang akan dilakukan sebentar lagi.



Tak butuh waktu lama Diky sudah sampai dirumah tak lupa Dia menghubungi Mama dan Martuanya agar segera menyusul ke rumah sakit karna Dia akan langsung membawah  Dian kerumah sakit.



Dengan tergesa-gesa Dia mengangkat Istrinya ke mobil ditemani Bik Maryam, dan Pak Jono tentunya, karena Dia tidak bisa Nyetir  sendiri, Diky harus memegang istrinya yang sesekali kesakitan.



Sampai Rumah sakit Diky langsung diarahkan keruang Bersalin, Tentu dia tak mau meninggalkan istrinya yang kesakitan jadi Dia meminta kepada Bidan agar bisa menemani istrinya, dan Bidan pun memperoleh kan.



Panas dingin, serta takut  yang Diky rasakan melihat  sang istri yang berteriak-teriak kesakitan, sedang berjuang demi buah hati mereka, beberapa kali Diky menyarankan untuk Operasi CS saja, tapi Dian ngotot akan melahirkan normal selagi masih bisa.


Oekkkkkk Ooeekkkkk


Ooeekk Ooeekkk


Setelah berjuang hampir 4 Jam akhirnya Kedua Putra nya lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun.



Diky yang masih setia menemani istrinya beberapa kali mencium kening istrinya yang penuh keringat, hingga meneteskan air mata, Dia bisa melihat sendiri bagaimana perjuangan istrinya saat melahirkan Anak kembar mereka.



Setelah sang istri sudah dibersihkan Bidan, Diky pamit keluar untuk mencari Air minum, sekalian memberitahukan Orang tua nya,



Ketika Diky membuka pintu ternyata Ibu, Mertua, Ayah dan Kakeknya sudah menunggu, mereka sudah datang sekitar 3 jam yang lalu.


"Gimana keadaan istri dan bayi mu nak, kami  masuk ya?" Ucap  Ibunya Diandra


"Alhamdulillah, mereka sehat Buk, masuklah"


"Alhamdulillah"


Mereka mengucap Syukur hampir bersamaan


"Laki-laki apa Perempuan nak?" Tanya sang kakek


" Alhamdulillah, mereka Laki laki kek"


"Alhamdulillah"


"Kalau gitu kami masuk dulu ya, kamu mau kemana?"


"Cari makan kek, Buat Diandra, sekalian buat kita semua"


" Baiklah kamu hati-hati, jangan lama-lama kasian istrimu"


Diky datang membawa banyak makanan, lalu menyerahkan kepada Ibu nya, dan Dia lanjut menyuapi istrinya.


"Apa kalian sudah punya nama untuk anak kalian?" Tanya sang kakek


"Udah kek" Guman Diky


"Apa nama cucuku?"


"Leo Diky Pratama dan Leon Diky Pratama"


"Nama yang bagus sayang, kelak anak-anak mu akan jadi Anak yang sukses, Mereka akan jadi Ahli Waris ku" Ucap kakek tulus


Setelah menyuapi istrinya, Suster datang membawa Bayi mereka untuk di Adzan ni.


Diky segera mengadzani Anak-Anaknya Dengan raut wajah penuh kebahagiaan.