Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Sekolah Baru



***6 tahun kemudian***


Hari ini adalah hari kelulusan Siswa SD, Leo dan Leon sangat senang karena selain dapat Nilai yang sangat memuaskan Mereka juga akan lanjut Kesekolah Negeri impian mereka.



Semua siswa-siswi merayakan kelulusannya termasuk keluarga Diky,


Mereka memilih liburan ke Bali, karena Anak-anaknya sangat menyukai suasana pantai, dan kebetulan lagi ada pameran jadi sangat ramai membuat Anak-anaknya sangat bahagia, dan Beta liburan kesana.


"Dad, setelah masuk sekolah nanti, boleh dong kita minta dibeliin motor" ucap Leo


"Kenapa harus beli motor? kan, sudah ada pak Jono yang akan antar jemput kalian sayang" Ucap Dian menimpali


"yaaaa eelaaa Mommy, masa' ia Anak seganteng ini masih harus diantar jemput sopir sih"


jawab Leon menimpali, narsis nya kumat lagi


Leo dan Leon memang kembar namun wataknya sedikit berbeda, kalau Leo yang irit ngomong, hanya masalah-masalah penting saja, barulah Dia ngomong, berbeda dengan saudara kembarnya Leon, Dia kadang narsis, banyak tanya dan juga banyak Bicara.


"Bukannya Mommy nggak ngizinin kalian naik motor sayang, tapi Mommy nggak mau terjadi apa-apa pada kalian,"


ucap Dian menasehati Anak-Anaknya, yang tak mau Anaknya dikasih kebebasan karena menurutnya Anaknya masih kecil


"iyaa Mom,Dad, nanti Kakak' balap-balapan lagi, Aku nggak mau Kakak' benjol, entar teman-teman aku ngetawain kakak" Anjani menimpali


"Aduhh, Adek cantik, Kakak tuh udah Gede, bisa jaga diri sindiri, Aku juga ogaa balap-balapan entar wajahku yang ganteng pari purna ini jadi rusak" guman Leon sambil tertawa memperlihatkan kegantengannya


"Narsis_"Ucap Leo


"Udah, udah, jangan debat, ia Entar Daddy beliin asal janji jangan ngebut-ngebut apalagi keluyuran setelah pulang sekolah, Dan Daddy nggak mau dengar alasan apapun jika terjadi apa-apa pada kalian" Ucap Diky menegaskan


Dia pusing mendengar perdebatan Istri dan Anak-anaknya.


"yeaaaaa asyik, akhirnya bisa naik motor sendiri kesekolah" Ucap Leon kegirangan lupa bilang Terimakasih sangking senangnya


"Makasih ya Daddy" timpal Leo


"iyya sayang, sama-sama"


"Kok, di setuju i si Mas, kan mereka masih kecil, entar lah kalau udah SMA baru dibelin motor," protes Dian tak mau ambil resiko dan masih sangat khawatir dengan Anak-anaknya


"Nggak apa-apa sayang, mereka udah Gede, kok,


Yukkk beli makanan, Aku sudah lapar mendengar Anak-anak debat." ucap Diky memegangi perutnya dengan wajah cemberut dan merangkul istrinya


Liburan selama seminggu di Bali, akhirnya mereka akan pulang karena selain Anak-anaknya akan masuk sekolah Diky juga sudah harus masuk kantor,


Hari ini mereka berbelanja Oleh-oleh dan juga seragam sekolah untuk Anak-Anak nya,



Keesokan harinya pagi-pagi Diandra sudah berkemas dibantu Anak-anaknya dan bersiap kembali,


***Dirumah***


"Akhirnya sampai juga ya, capek banget" guman Leon.


Sedang Diandra terus kekamar membaringkan Anjani yang tertidur dalam perjalanan.


Saat baru sampai dalam rumah tiba-tiba ponsel Diky Berdering, dan ternyata panggilan dari Fikry,


"Ada apa Fik, aku baru saja tiba, kalau nggak terlalu penting, entar aja kamu nelponnya ya, Aku sangat capek," Ucap Diky saat sambungan telpon tersambung


"Maaf, Bos. tapi ini sangat penting, Pabrik kita yang ada di Kalimantan terbakar" Ucap Fikry dengan Nada rendah


"Aa_apa?


Siapkan mobil dan segala keperluan, lalu cepat jemput aku, aku akan segera bersiap-siap, Aku mandi dulu" Ucap Diky lalu mematikan telponnya


"*Nak, kalian bantu Pak Jono ya, turunin barang-barang, Daddy ada urusan*" Ucap Diky kepada Putra nya sambil berlalu kekamar


"Ada apa Mas?" Tanya Dian yang melihat wajah Diky nampak khawatir


"Pabrik ada yang kebakaran,"Ucap Diky sambil berlalu kekamar mandi


"innalilahi" Guman Dian sambil mengusap Dadanya


Sementara didepan Leo dan Leon sibuk membantu Pak Jono mengangkat barang-barang mereka, juga membawa barang belanjaan mereka kekamar masing-masing.


Tak berselang lama Fikry sudah ada didepan.


Tok tok tok


Dian lalu membuka pintu, karna Diky masih bersiap-siap,


"Maaf, Nyonya. didepan ada tuan Fikry" Ucap Pak Jono saat pintu sudah terbuka


"Baiklah" jawab Dian sambil menutup pintu kamar nya kembali saat Pak Jono sudah kembali


"Ada apa?" Tanya Diky


"Fikry, udah datang"


"Baiklah, Aku barangkat ya sayang" Ucap Diky sambil mencium kening istrinya


"Berapa lama kamu pergi,?"


"Mungkin 2-3 hari jika kerjaan lancar, dan kebakaran tidak terlalu besar"


"Lusa, Leo dan Leon masuk sekolah, Mereka aka ikut TES " Ucap Dian mengingatkan Suaminya, karena Anak-anaknya akan sedih kalau hari pertama tidak di antar oleh Daddy nya


"Akan aku usahakan pulang cepat, istirahat lah, aku pamit" Ucapnya sambil berlalu


Dian lalu mengantar Suaminya kedepan, lalu bersiap membersihkan Diri sebelum makan malam bersama Anak-anaknya, tak lupa Dia juga memandikan Anjani, karna meskipun Anjani sudah masuk SD kelas 1 tapi Dia selalu dimandiin Mommynya, karna jika Dia mandi sendiri, bakal lama karna bukannya mandi tapi Dia akan berendam dan main sabun hingga kedinginan, jadi Dian memutuskan akan selalu membantu Futri nya untuk mandi.



Sementara ditempat lain Diky dan Fikry tiba di lokasi pabriknya tuk meninjau kebakaran yang terjadi,


"Fikry berapa kira-kira kerugian yang dialami," tanya Diky sambil menatap Gedung pabriknya yang sudah terbakar sebagian,


"Sekitar 1½ M Bos, beruntung semuanya tidak terbakar hangus karna masih bisa diselamatkan oleh anggota pabrik lainnya, dan juga pemadam kebakaran datang cepat, Namun beberapa pekerja yang terkena luka bakar kini dirawat di rumah sakit umum, semuanya sudah ditangani."


"Baiklah, lakukan tugasmu dengan baik, aku percaya padamu, rasanya badanku masih pegal-pegal semua, setelah perjalanan dari Bali aku langsung berangkat dan jangan lupa cari tahu penyebab kebakaran, apa benar karena kabel yang kosleting atau ada hal lainnya, entah perasaan ku saja atau tidak aku merasa ini karena disengaja, sebelumnya tidak pernah terjadi hal-hal seperti ini, mengingat kemarin ada beberapa karyawan baru yang masuk," Ucap Diky Jujur


"Apa kita cari makan dulu, besok pagi kita kesini lagi, Aku sudah menghubungi pekerja yang akan mengerjakan semua kerusakan, besok materialnya akan masuk." Jelas Fikry


"Sebaiknya begitu, aku sangat lapar"


\*\* 2 hari berlalu\*\*


"Mom, Daddy belum pulang ya?" Tanya Leon disaat mereka sarapan bersama Namun Dia tak melihat Daddy-nya dan berfikir kalau Dia belum pulang


"Udah kok ada diatas, masih tidur semalam pulang jam 03:00 Am " Mommy nggak bangunin, kasian Daddy mu, pasti capek bangat, Udah kalian habisin Sarapannya, biar nggak telat entar Mommy yang antar" Ucap Dian sambil tersenyum agar Anak-anaknya nggak kecewa


"yahh udah Deh" jawabnya memelas


"Aku yang antar kalian, abis itu baru kekantor" Ucap Diky yang tiba-tiba datang dari arah tangga sudah rapi dengan pakaian kantornya


"yessssss kirain Daddy lupa kalau hari ini kami udah masuk TES," ucap Leon tampak Bahagia


"Mana mungkin Daddy lupa, hanya saja Daddy selalu sibuk,, " Ucapnya langsung bergabung ikut sarapan dengan keluarga kecilnya,


"Mas, Gimana pabriknya ?"


"Udah ditangani, tapi masih dalam penyelidikan apakah benar kebakaran disebabkan kosleting listrik atau disengaja,"


"Oohh gitu,, aku harap semua kembali seperti semula ya Mas."


Selesai sarapan, Diky lalu mengantar Anak-anak nya kesekolah, Lumayan jauh, hampir 1 jam baru sampai.


Saat sampai depan sekolah, mereka lalu turun, dan mencium punggung tangan Daddy nya,,


"Dad, kita masuk dulu ya, takut telat, jangan lupa janjinya beliin motor," Ucap Leon sambil mengedipkan matanya


"iya, setelah kalian selesai TES, baru Daddy beliin motor."


Mereka masuk barengan dengan saudara kembarnya, banyak pasang mata yang tertujuh padaNya, apalagi para Gadis-gadis. pasalnya selain memilikinwajah yang tampan, Mereka juga sangat mirip akan susah untuk membedakannya, hanya karakternya saja yang berbeda,



Sekolah mereka memang sekolah Elit, hanya Orang-orang mampu yang bisa bersekolah disana.


Ting Ting Ting


Suara bel berbunyi tanda masuk, TES akan berlangsung sebentar lagi, semua siswa baru berlari keruangannya bersiap akan melaksanakan TES hari ini, begitupun Leo dan Leon menuju ruangan mereka masing-masing, Namun Guru menyarankan agar mereka 1 ruangan tapi beda tempat duduk, karna sangat susah untuk membedakan.



Selama TES berlansung Semua siswa fokus dengan tugasnya karna ini hasilnya yang menentukan mereka bisa lolos kesekolah tersebut atau tidak, Karna jumlah pendaftar ada sekitar 500 siswa, sedang yang akan lolos dan diterima hanya 300, jadi semua harus belajar dengan Gigih agar bisa lolos, karena banyaknya saingan, dan hanya Lulusan dari sekolah ini bisa lanjut hingga ke SMA ter Favorit di kota ini.



🌺🌺🌺❤️🌺🌺🌺