Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Bendera Kuning



              Hari berganti bulan, bulanpun berganti tahun, tak terasa Anak-anak mereka sudah duduk di bangku kelas 3 SMP dan Minggu depan akan melaksanakan Ujian Akhir Sekolah, kedua Putra kembarnya sangat bersemangat dalam belajar, karna setelah Lulus Mereka akan melanjut ke SMK Negeri Komputer Terfavorit di kota nya, tentu saja dengan nilai yang tinggi agar bisa masuk ke sekolah tersebut.


        Hari ini seperti biasa mereka mengikuti kelas LES bersama teman-temannya, karna selain Guru menyarankan agar murid-murid nya belajar dengan tekun, Beliau juga membantu siswa siswi nya agar semua mata pelajaran yang tertinggal akan dipelajari secepat mungkin, sebelum Ujian Akhir sekolah tiba.


        Leon dan Leo pulang saat selesai Sholat Ashar, mereka naik motor masing-masing, namun saat akan tiba didepan rumahnya tubuhnya seakan tak bertulang ketika melihat Bendera kuning berkibar didepan rumahnya, dan banyak orang yang berkumpul dengan memakai pakaian serba hitam para lelaki juga memakai Kopia,  fikiran terbang entah kemana, perasaannya campur aduk, yang ia ingat saat berangkat sekolah semua anggota keluarganya baik-baik saja.


         Diky keluar rumah saat menyadari Anak-anaknya telah pulang dari LES, Dia menuntun Anak-anaknya masuk kedalam rumah, dan membawahnya disamping tubuh wanita paru baya yang telah tertutup kain kafan, Diandra memeluk Anak--anaknya, sambil menangis, tak sanggup rasanya melihat Wanita yang telah melahirkannya, Merawat serta membantu menjaga Anak-anaknya di masa Tuanya, kini pergi untuk selamanya,,


       Leo dan Leon sangat sedih melihat kepergian Sang Nenek, Beliau yang sering menjaga,merawat dan menemaninya bermain saat kedua orang tua nya sibuk,.Bahkan saat mereka Remaja tak henti-hentinya Nenek selalu memanjakannya, membuatk keduaNya sangat terpukul.


       "Nenek meninggak karna apa Mom, tadik waktu kami berangkat sekolah Nenek terlihat baik-baik saja?" Ucap Leon dengan isak tangisnya


"Penyakit Nenek kambuh lagi nag, tadik dibawah kerumah sakit, tapi Dokter tidak dapat menyelamatkan Nenek" Jawab Dian disela tangisnya


"Apa Nenek tidak akan bangun lagi Mom,?" Tanya Anjani dengan Polosnya


"Nggak sayang, Nenek sudah meninggal dan akan dikebumikan sebentar lagi" 


          Sore menjelang, acara pemakaman pun dilakukan, setelah selesai, para pelayatpun satu persatu meninggalkan tempat pemakaman, kini tinggal keluarga Diky, dan kedua Adik perempuan Diandra, yakni Azza dan Azura.


    "Dek', kita pulang yaa, kasian Anak-anak, ini udah mau malam, biarkan Mama istirahat dengan tenang," Ucap Diky sambil merangkul pundak istrinya, yang masih seperti tak rela ditinggal oleh Ibu nya.


"Hmmm....


"Dek' kita pulang Ayooo" Diandra mengajak Adik-adiknya....


            Saat sampai rumah, Diandra merasa sangat sepi, Ibunya yang selalu menemaninya merawat Anak-anak nya sejak masih kecil, kini telah tiada, Ibunya yang selalu memberi nasehat untuknya kini tlah pergi untuk selamanya.


"Dek', kalian tinggal disini yaa,, sama Kakak" Ucap Dian pada Adik-adiknya dengan penuh harap


"Maaf kak, tapi mungkin kami akan pergi Minggu depan, karna Kami banyak tugas-tugas dan akhir tahun nanti kami juga harus mengumpulkan Skripsi,, 


Dan insyaAllah tahun ini kami akan Wisuda.


" Sebenarnya Kakak pengen kalian disini saja, tapi kalian juga harus menyelesaikan sekolah Kalian" Ucap Diandra pada akhirnya.


        Azza dan Azura sekolah diluar negri dan tentu saja dibiayai oleh Diky, dan hanya pulang saat ada liburan dan tentu saja Anak-anak Diandra jarang bertemu dengan Bibi'nya..


"Hallo, ini Ponakanku Kak, Ganteng-ganteng, juga sangat Cantik", sambil mencolek Dagu Anjani yang menurutnya sangat Lucu dan Imut.


"iyaa, Namaku Leon dan ini Kka' Leo dan berwajah Datar, " Ucapnya sambil terkekeh sedangkan Leo hanya tersenyum sambil menjabat tangan Bibi'nya.


          Setelah berbincang-bincang mereka akhirnya membersihkan Diri, lalu makan malam bersama, Keluarga Fikry juga hadir bersama Putra semata wayangnya Abizar...


     Selesai makan, Diandra, dan kedua adiknya juga Dea, berbincang-bincang didepan TV sedangkan, Leo dan Leon sedang menjahili Adiknya yang kini bermain dengan Abizar.


       Diky dan Fikry tentu saja diruang tamu membahas soal kerjaan....


Setelah lama berbincang, Fikry memutuskan untuk pulang dengan keluarganya, karna besok harus masuk kantor dan berangkat pagi,,,


   Setelah kebakaran yang menimpa Pabrik Diky tempo hari membuat Fikry dan Diky bekerja lebih maksimal,


Diandra mengantar Adiknya kebandara, sedang Diky ada meting di kantor jadi tidak bisa ikut mengantar, 


Dan kedua Anak kembarnya berangkat pagi-pagi karna akan ada Ujian akhir sekolah jadi mereka pun diantar Pak Jono.


"Dek', kalian hati-hati disana ya, ingat jaga kesehatan, kalau ada waktu libur datanglah jenguk kakak, kakak masih sangat merindukan kalian." Pesan Diandra pada kedua adiknya, sambil memeluk Adiknya satu persatu


"iyaa, kak. kakak juga jaga diri, dan jaga kesehatan kami akan sedih kalau kakak sakit," Ucap tulus adeknya sambil memeluk Diandra.


"iyaa, pasti kakak jaga diri kok, ya udahh kalian berangkat, sebentar lagi pesawatnya lepas landas, jangan lupa hubungi kakak kalau udah sampai "


"iyaa kak, kami berangkat ya.


*


*


            Sementara ditempat yang berbeda, disebuah rumah Megah nampak keluarga kecil yang sangat harmonis dan bahagia, ditambah dengan adanya Putri semata wayang mereka, melengkapi kebahagiaan nya,,


          Tingkahnya yang menggemaskan membuat kedua orang tuanya sangat bahagia, walau terkadang mereka sedih karna tak bisa menjadi Orang tua pada Umumnya yang selalu punya waktu luang bersama keluarganya, hanya hari Minggu saja itupun jika tidak ada panggilan Darurat, pekerjaan keduanya yang menjadi Seorang Dokter Ahli membuat mereka sering menitipkan Putri mereka pada sang Ibu, 


terkadang mereka sangat sedih, namun disisi lain mereka juga bersyukur karna Anaknya tumbuh menjadi Anak yang cerdas dan mampu memahami kesibukan kedua orang Tuanya, sejak kecil sering dibawah ke Rumah sakit membuatnya mengerti betapa berharganya nyawa seseorang ditangan kedua orang tua nya.


"Bunda, hari Libur nanti kita jalan-jala ya, kata Ayah kita akan jalan-jalan sampai puas" Ucap sang Gadis kecil yang tengah makan sambil disuap Ibu.nya


"iyaa, sayang inssyaAllah nggak ada halangan yaa" jawab Ibu nya, yang sebenarnya belum bisa berjanji pada Anaknya, mengingat Dirinya yang Ahli kandungan terkadang hari Minggu pun tak ada liburnya.


"Mudah-mudahan ya Bun, aku pengen bangat liburan sama Ibu dan Ayah" rengek anaknya


"iyaa sayang, Bunda usahakan yaa....""


Ucap sang Ibu yang tak tega pada Putri mereka,...


"Horeeee... Janji ya Bun" dengan wajah sumringah


"iyaa Sayang," Ucapnya sambil memeluk Anaknya


    Saat sedang berpelukan, Suaminya muncul dari arah pintu masih dengan seragamnya serba putih,,


"Anak Ayah kenapa Hemm??


"Lyaa, pengen bangat liburan Ayah, kan Ayah udah janji sama Lyaa" Ucap Lyaa


"iyaa sayang, entar hari libur yaa..."


"Okee Ayah,,, Lyaa sayang Ayah sama Bunda..."


                     🌺🌺🌺💖💖💖💖🌺🌺🌺