Duda Perjaka Sang Ceo

Duda Perjaka Sang Ceo
Resmi bercerai (memulai kehidupan yang baru)



Bugh


Ibu... Panik Amelia yang melihat ibu nya jatuh pingsang.


Pak Hasan segera memapa Istrinya lalu membawanya kekamar..



Sepertinya Buk Maya sangat Syok mendengar kejujuran  Anaknya.



sementara Amelia memberikan minyak kayu putih pada sang Ibu sambil sesekali memijitnya, Dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Ibunya.



Setelah Buk Maya siuman barulah Diky pamit pulang, Dia akan lanjut mengurus perceraian Mereka, setelah sampai di kota.


"Mel, jujur sama Ibu, apa yang kamu katakan tadik benar-benar serius, bahwa selama kalian menikah Dia  tak perna menyentuhmu?"


Tanya Buk Maya yang masih penasaran dan juga kurang percaya dengan apa yang Putri nya katakan.


"iya Buk, Maafkan Amelia, sudah membuat Ibu dan Bapak kecewa."


" tapi kenapa Nak?" tanya Buk Maya memastikan Anaknya baik-baik saja.


"Amel juga nggak tau Buk, setiap kali Dia mau nyentuh Amel,  badan Amel terasa dingin Buk, dan Aku takut Buk, Amel minta maaf sama Ibu," 


ucap nya disela tangisnya, seakan tak percaya atas apa yang telah terjadi pada Dirinya.


Pak Hasan yang mendengar Percakapan istri dan Anaknya, tampak memikirkan sesuatu, lalu Diapun beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana pak?" tanya Buk Maya pada Suaminya


"Bapak ada urusan, mau ketemu seseorang !" jawabnya tanpa melihat kebelakang dan langsung pergi


Amelia hanya meratapi nasibnya, namun karna Dia punya sedikit uang dari Diky Dia berfikir akan membuka usaha kecil-kecilan sambil menabung, barang kali Dia bisa lanjut Kuliah tahun depan, cita-citanya yang ingin jadi Dokter kandungan sangat besar, namun kandas karena selain tidak punya biaya Dia juga dijodohkan Ibunya dengan Diky.



Amelia hanya lulusan SMA namun tak bisa lanjut Karna faktor ekonomi dan Ibunya sudah bertekad menjodohkan nya dengan Pria Kaya, dengan alasan agar hidupnya terjamin, namun harapannya sia-sia saat mendengar kata cerai dari mulut sang Anak dan Menantunya.



Sampai dikota Diky langsung mengurus perceraian nya ke KUA, Dia berharap urusannya berjalan mulus tanpa kendala.



Tak terasa seminggu berlalu surat perceraian nya sudah keluar dan Diky benar-benar menyandang 'Duda Perjaka' selama 6 bulan menikah Dia sama sekali tak perna menyentuh istri nya, ataupun berhubungan dengan wanita lain.


*Dikantor*


"Dik, gue nggak nyangkah kamu benar-benar menyandang status  Duda diusia mudah"


Ucap Fikry sambil ber bahak-bahak


"Sialan loh Ngetawain Gue"


Balasnya dengan Geram sambil melotot


" Maaf, Bos, Tapi benaran kalian tak perna bersama?"


tanyanya masih penasaran


"Loh kira Gue boong, lagian kalau aku perna menyentuhnya tentu saja Aku mana tega Ceraikan Dia, selain Cantik, Dia juga nggak perna menuntut apapun."


"Terus gimana hubungan loh sama Diandra?"


"Gue akan lamar Dia secepatnya"


2 bulan  berlalu hari ini Diky akan melamar sang Pujaan Hati, yang sudah lama ia kenal jauh sebelum pernikahannya dengan Amelia.



Acara lamaran pun dimulai dan memutuskan pernikahan akan diadakan 2 Minggu kedepan, melihat keadaan dan untuk mempersiapkan perlengkapan tentu memakan waktu yang tak sedikit.



2 Minggu terasa sangat lama bagi kedua Insan yang sangat menanti hari bahagianya, terutama Diandra yang tak perna menyangka akan bisa menikah dengan Diky setelah sekian lama terpisah, apalagi Diky sempat menikah dengan wanita lain.



Ya begitulah kalau masih Jodoh meskipun telah terpisahkan oleh jarak dan waktu namun aka dipertemukan oleh Waktu yang telah ditentukan.



Setelah persiapan hampir selesai esok adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Diandra, rasanya deg degan ini adalah pernikahan pertamanya dengan sang kekasih yang sempat terpisah.


"Kamu belum tidur nak?" tanya Ibu Diandra


"Belum Buk' Dian tak bisa tidur"


"Tidurlah, esok hari pernikahan mu,  kalau kamu tak tidur matamu akan bengkak apa kamu mau mempermalukan calon Suamimu, dan kamu akan lelah setelah acara selesai"


"Iya Buk, Dian akan tidur sekarang"


Keesokan harinya, Dian dirias oleh MUA profesional yang sudah dipesan oleh Diky, dan Dian benar-benar sangat Cantik.


"Kamu benar-benar Cantik sayang, semoga ini awal kehidupanmu yang lebih baik, semoga kamu bahagia selalu,


Ucap Ibu dengan Suara bergetar, bagaimana tidak  ia Sedih Dian adalah Putri sulungnya dan jadi tulang punggung keluarganya setelah sang Suami meninggal Dunia.


"Saya terimah Nikah dan Kawinnya Diandra binti [Almarhum[ Yusuf  dengan Mahar Seperangkat Alat Sholat, sebuah rumah, dan Emas 50 Gram dibayar tunai"


Ucap Diky dengan Lantang


"SAHH


Suara itu menggelegar diruangan,


Mama Dian meneteskan Air mata Haru, akhirnya putri sulungnya telah jadi milik orang lain.



Acara demi acara berlangsung dengan lancar  dan Resepsi akan diadakan malam ini di Hotel.



Disebuah Desa kecil tampak seorang Wanita mengamati Poto pernikahan seseorang, mereka nampak bahagia, acara nya berlansung cukup meriah, tak terasa setetes demi setetes Ari mata jatuh membasahi pipinya, bagaimana tidak baru jelang 3 bulan setelah Mereka bercerai Mantan Suaminya sudah menikah dengan Gadis yang selama ini membuatnya berubah dan lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya daripada bersama istri sendiri.



ya Amelia kini merintis usahanya, meski hanya usaha kecil-kecilan tapi Dia berharap  bisa membuat kehidupan nya jauh lebih baik dari sebelumnya, Amel sudah bertekad akan melanjutkan kuliah tahun depan.



Di sebuah kamar hotel, setelah malam  panjang yang tlah dilalui oleh kedua sejoli pengantin baru,  Diky benar-benar sudah melepas masa perja\*\*nya  dengan Gadis pilihannya,



Hari ini Diky berniat akan membawa Dian kerumahnya, rumah dimana yang telah Dia tempati selama 6 bulan bersama Amelia, Awalnya Dian keberatan ada rasa cemburu dihatinya, namun setelah mendengar pengakuan dari Diky bahwa Dia tak perna menyentuh Amel karena alasan tertentu, terpaksa Dian menyetujui, Dia juga tak mau egois membuat sang Suami kesulitan.



Setelah perjalanan hampir 1 jam, akhirnya mereka sampai dirumah,  Mereka disambut Oleh satpam Diky sudah mempekerjakan Satpam dan Pembantu Rumah tangga, sehari setelah Amelia pergi, Karna Diky tak pandai mengurus rumah, jadi Dia memutuskan untuk mangambil pembantu,  Dan mereka adalah sepasang Suami istri.


[Pak Jono dan Bik Maryam], mereka memiliki satu Anak laki-laki bernama Dion usia 5 tahun, dan Diky menyuruhnya memasukkan TK terdekat, agar Bik Maryam bisa antar jemput Anaknya setelah pekerjaannya selesai.


"Dek, ayo masuk, ini kamar kita, aku sudah menyuruh Bik Maryam membersihkan dan mengganti saprey juga gorden, kalau ada yang tidak kamu sukai kamu boleh menggantinya sesuai kesukaanmu"


Ucap Diky dengan senyuman.


Dian hanya tersenyum lalu masuk kekamar yang akan Dia tempati bersama Suaminya, Dia lanjut merapikan barang-barangnya sedang Diky juga turut mambantu nya, meski Dian menolak tapi Diky tetap kekeh ingin membantu.



Malam pun tiba mereka turun untuk makan malam setelah seharian dikamar, ketiduran setelah pertempuran semalam hingga subuh membuat keduanya lelah dan mengantuk.



Mereka hanya makan berdua karna Bik Maryam dan Suami serta Anaknya akan makan setelah majikannya makan, kadang juga makan didapur belakang.



Saat sedang makan tiba-tiba ponsel Diky berdering tanda ada panggilan masuk, awalnya Diky abaikan Krn ini waktu nya makan, namun karna ponsel terus berdering terpaksa Dia mengangkatnya.


"Halo dengan siapa?" Tanya Diky karena yang memanggil adalah nomor baru


"Benar dengan Pak Diky?" Ucap seseorang disebrang sana


"ya benar"


"Maaf Pak, Kami dari pihak Rumah sakit ingin menyampaikan bahwa Asisten Bapak yang bernama Fikry mengalami kecelakaan dan saat ini kami membutuhkan persetujuan keluarganya karena beliau akan dioperasi, sebelum Pasien tak  sadarkan diri beliau hanya  mengatakan nama Pak Diky."


Bugh


Ponsel ditangan Diky terjatuh, setelah mendengar kata Operasi Dia yakin kalau Fikry terluka parah.


Makan malamnya terpaksa berhenti dan Dia segera kerumah sakit.


"Dek, maaf ya tapi aku harus kerumah sakit sekarang"


Ucapnya memelas merasa bersalah pada istrinya, tapi Dia juga tidak bisa kalau tidak segera kesana.


"iya Kak, nggak apa-apa, siapa yg kecelakaan?"


"Fikry" Diky berjalan sambil meraih ponsel dan kunci mobilnya


"hati-hati kak jangan ngebut, ingat keselamatan kakak" teriak Diandra yang melihat Diky berjalan dengan terburu-buru.


Seketika Diky menoleh lalu mencium kening istrinya dan berlalu.


"Jaga Dirimu aku akan kembali"