
Hari libur telah tiba kini Kedua putra kembar Diky bersiap-siap ingin kepuncak sesuai janji Daddy nya,
Meski kini usia kandungan Diandra memasuki usia keenam bulan, masa di mana Janin sedang aktif-aktifnya namun tak membuat Dian mengeluh, meski terkadang Dian merasa kelelahan tapi Dian tak perna banyak mengeluh kepada Suaminya, entah mengapa di kehamilannya yang ke dua membuatnya giat mengurus taman bunganya yang ada didepan rumahnya, meski sering kali ditegur oleh suaminya agar jangan capek-capek tapi Dian hanya menjawab dengan senyuman,
•"Mommy, belum siap- siap, kan besok kita mau kepuncak?" Tanya Leo pada Mommynya
•"kan kepuncak nya besok sayang, bukan hari ini, lagian Daddy kalian belum pulang" Ucap Diandra
"kan hanya siap-siap sambil nungguin Daddy"
"iya kalian siap-siap aja, Mommy mau kebelakang dulu ya, Nemuin nenek kalian"
"iya Mom"
Pagi hari keluarga kecil Diky Termasuk Ibu Martuanya sudah bersiap-siap akan ke puncak, tak lupa Dia juga mengajak Fikry dan Dea ikut serta, katanya biar ramai, Dia juga mengajak pak Jono dan Istrinya Bik Maryam, juga Anaknya Dion yg kini duduk di bangku kls 6 SD,
Diky mengajak keluarga Pak Jono biar ada yang bantu-bantu mengingat istrinya sedang Hamil.
Sepanjang perjalanan si kembar tak henti-hentinya mengoceh mempertanyakan apa yang terlihat aneh baginya atau hal-hal yang barusan Mereka lihat,
Mereka benar-benar menikmati perjalanannya, kerena Diky menyetirnya pelan dan paling belakang karna mobil Fikry dan Mobil yang dikendarai pak Jono sudah laju didepan, terkadang Fikry dan Pak Jono sesekali menunggu Bos mereka karena takut terjadi apa-apa, tak biasanya Diky menyetir sangat pelan, mungkin karna istrinya lagi hamil besar,
tak terasa mereka sampai di Vila milik keluarga Diky, Sikembar sangat senang.
"Horeeee akhir nya liburan juga, bosan dirumah terus" celoteh Leo dan Leon
Mereka sangat menikmati suasana di vila, apalagi yang letaknya di puncak membuat angin tak henti-hentinya tertiup kencang.
Para lelaki membantu Pak Jono mengangkat barang-barang mereka, sedang Bik Maryam dan Ibunya Dian langsung menuju Dapur untuk memasak, beruntung Diandra mengingatkan Bik Maryam agar membawa beberapa bahan makanan yang masih tersedia di kulkas, takutnya Pas sampai mereka belum sempat belanja dan sudah keburuh lapar.
Selesai dengan beberes Diky mengajak Fikry untuk jalan-jalan keliling Vila, sedang Anak-anak asyik bermain dengan Dion dekat kolam renang.
Sambil menunggu sang suami Dian dan Dea duduk didekat kolam renang sambil ngemil.
" Kak, usia kandungan nya berapa bulan?" Tanya Dea pada Diandra
"6 bulan," jawabnya singkat
"Nggak berasa ya, bentar lagi bakal punya bayi lagi"
"iya, semoga kamu juga cepat nyusul ya" Ucapnya dengan tulus
"Aminn"
Tak lama kemudian Diky dan Fikry datang membawa mangga yang Mereka petik tak jauh dari Vila.
"*Kita bikin rujak yuk, Kayaknya enak*" guman Diandra
"ayo, aku ambil bahannya dulunya ya kak" Ucap Dea sambil berlalu ke dalam rumah
Setelah rujak selesai para istri memakannya dengan sangat lahap sedang Diky dan Fikrry hanya mencicipi beberapa saja, mereka tidak tahan karna Asam.
"Dek, makannya jangan terlalu banyak, nanti Maag nya kambuh lagi" Ucap Fikry pada istrinya
"Tapi ini enak bangat Mas, aku masih mau" jawabnya dengan polos
Tanpa Dea sadari kalau Dia sudah makan rujaknya terlalu banyak, rasanya selalu pengen nambah.
Saat Malam tiba, dan benar saja apa yang di khawatir Fikry terjadi, Dea sakit perut dan juga maag nya kambuh, karena malam sudah larut Fikry hanya memijatnya saja, besok baru diantar ke Puskesmas terdekat.
Besok pagi Fikry mengantar Dea ke puskesmas karena Dia khawatir dengan keadaan istrinya yang sakit perut hingga mual-mual dari tadik pagi, Beruntung ditempatnya, Puskesmas tidak terlalu jauh.
Sampai Puskesmas Dea langsung diperiksa oleh Dokter, Namun melihat Dea yang sedikit pucat dan mual Dia menyarankan agar ke ruangan Bidan untuk di periksa, sampai di ruangan Bidan, Dea langsung disuruh untuk Tespek kehamilan,
_Dan hasilnya Positif_
"Selamat ya Buk, Anda positif hamil harap dijaga baik-baik, saya akan resepkan Vitamin" ucap Bidan yang memeriksa Dea
Saat keluar dari ruangan Bidan, Dea memberikan hasil Tespek nya kepada Fikry yang perlihatkan Garis 2, Fikry yang melihat itu langsung berdiri memeluk istrinya sambil menciumnya, lupa sudah kalau mereka masih di puskesmas.
Setelah selesai mengambil obat dan Vitamin untuk Dea, mereka lalu memustuskan untuk kembali ke Vila,
"iya kak, terimakasih ya, Aku bahagia bangat, akhirnya aku bisa hamil setelah beberapa bulan kami nikah"
"Kalau gitu kita nggak bisa dong lama-lama disini, kasian kamu yang lagi hamil muda."
"iya nggak apa-apa kok kak, kan aku juga nggak ngapa-ngapain"
Sore hari mereka mancing di kolam dekat Vila, sambil menemani si kembar yang tak henti-hentinya bersorak jika dapat ikan, mereka sangat menikmati hari libur kali ini, karna jika Mommy nya sudah Lahiran maka akan jarang mereka liburan atau bahkan bepergian.
Setelah seminggu mereka di Vila, hari ini mereka akan kembali ke kota, selain karena Anak-anaknya yang akan masuk ke sekolah, istri-istri nya juga dalam keadaan Hamil, apalagi Dea yang masih hamil muda harus banyak-banyak istirahat,
Meskipun si Kembar belum mau pulang tapi Diky membujuk Anak-anak nya agar pulang hari ini karna lusa sudah harus masuk sekolah.
"Daddy tapi kami masih mau di sini"ucap si kembar
"Nggak bisa sayang, Mommy kan harus banyak istirahat, Kalian juga harus masuk sekolah dan Daddy juga banyak kerjaan di kantor, kalau ditinggal bisa-bisa Daddy bangkrut dong"
"yaahhh Daddy, iya udaahhh dehhhh," Ucapnya memelas
"Nanti kalau ada kesempatan kita kesini lagi, ya Sayang, jagoan Daddy"
"iya dehh"
3 bulan kemudian hari ini Jadwal Operasi SC untuk Diandra, karna kesehatannya kurang baik dan juga BB anaknya yang lumayan berat Maka Dokter menyarankan untuk melakukan Operasi SC,
[Tentu Dia akan di operasi oleh Dokter Amelia]
"Pasiennya sudah siap pak?
1 jam lagi Operasi dilakukan, harap beri ketenangan pada pasien agar tekanan darahnya tidak naik" Ucap Dokter Wanita yang akan melakukan Operasi SC untuk Diandra.
Namun bukannya menjawab Diky Mala fokus pada papan nama yang tertera di dada sang Dokter apalagi wajahnya yang mirip dengan mantan istrinya.
"Maaf, apa Anda baik-baik saja" Ucap sang Dokter sambil melambaikan tangannya didepan Diky
Barulah Diky tersadar dari lamunannya.
"Eee iya maaf, tadik bilang apa?"
tanyanya.
Dan akhirnya sang Dokter mengulang perkataanya.
"Baik Dokter" Ucap Diky pada akhirnya
Namun saat sang Dokter balik badan niat akan kembali, Diky kembali bertanya.
"Maaf, apa kita perna bertemu sebelumnya?"
"Kurasa tidak, ini hari pertama kita ketemu" jawabnya dengan jelas
"Maaf, mungkin ini bersifat pribadi tapi aku sangat penasaran boleh kutanyakan satu hal?"
"Silahkan Pak, saya tidak punya banyak waktu"
sebenarnya Dr. Amel akan pergi melihat persiapan ruang Operasi namun menurutnya tak ada salahnya jika Suami pasien bertanya padanya.
"Apakah Anda perna menikah sebelumnya?"
"Aku baru sekali menikah mungkin setahun yg lalu, Maaf, aku harus pergi,"
Ucap Dr. Amelia lalu melangkah pergi karena menurutnya pertanyaan Diky tidak terlalu penting.
"Hhmm baiklah,"
[ Aku penasaran siapa Dokter itu, aku bahkan belum memastikan nama nya] Bathinnya
Selama Operasi berlangsung Mama dan Ayah Diky dan juga Martuanya menunggu diluar, sedang Diky menemani istrinya karena Dian tidak mau jika tidak ditemani oleh Suaminya dan terpaksa Dia harus dibius setengah badan.
Meskipun ruangan Operasi sangat dingin namun Diky tetap setia menemani istrinya yang sedang berjuang, untuk bayi mereka.
*Ooeekk ooeekk*
Setelah beberapa saat terdengar Suara bayi, semua mengucap Syukur, Namun diruang Operasi terjadi hal tak terduga.
Aakkkkhhhhhh