Don't Go

Don't Go
pernikahan(III)



Setelah john pergi mayle dan sekretaris nya xime langsung masuk kesebuah meja makan yang sangat indah dan rapi dan tentunya banyak kerabat dan rekan bisnisnya xime.


"gila lu xime ini istri lo?" tanyak seorang kerabat pada xime


"pakai pelet apa lu xime, istri loh muda banget deh beda jauh sama lu" kata kerabat xime lagi sambil tertawa


"ahhh lu pasti udah melet dia pakai jampi-jampi yahh. kasih tau dong jampi apa" kata kerabat xime lagi


"sudahlah kalian terlalu banyak berdrama, yahh ini lah istri gua Mayle Xime Alexxander. dia mau nikah sama gua karna dia terlalu nyaman sama gua. jadi kalian gak usah macam-macam bilang yang lain-lain" xime mulai angkat bicara pada kerabat-kerabat nya.


mayle udah pengen keluar dari ruangan itu karena dia tidak bisa tahan dengan alkohol walaupun xime tidak meminumnya.


"maaf tuan boleh saya pulang diluan saya sudah tidak tahan lagi disini tidak ada ruangan buat saya bernafas semua bau alkohol" kata mayle yang sudah mulai sesak


" hemmm" jawab xime singkat


mayle langsung lari keluar untuk mencari udara segar, dia sudah tidak tahan lagi kalau nanti xime nyuruh dia buat masuk kedalam


"bisa mati aku kalau didalam itu terus" kata mayle sambil menarik nafas panjang.


"kamu pulang diluan saja, saya akan menyusul kamu nanti saya masih banyak pekerjaan disini" kata xime pada mayle


"baik tuan" jawab mayle


"kamu urus dia ingat pesan saya tadi" kata xime lagi pada sekretarisnya itu sambil pergi dari tempat yang masih ada mayle dan sekretarisnya.


"silahkan nona" sekretaris itu mempersilahkan aku untuk berjalan diluan


"hemmm terima kasih" jawabku


"aku gak tau bagaimana kelanjutan hidupku ini yang aku tau aku tidak bisa berharap apa pun pada xime bahkan berharap punya anal aja saja pasti bakal susah. ohh Tuhan dulu aku sudah punya rencana yang indah bagaimana kelanjutan hubungan ku dengan john tapi sekarang itu semua hanya di pikiran ku saja, ingin sekali aku mengenal jo lebih awal lagi agar aku tidak merasakan sakit yang amat dalam ini. kenapa harus orang dingin itu yang menjadi suamiku kenapa tidak jo saja yang menjadi suamiku apa dosa dan salahku begiti hebat sehingga tuhan mengirimkan orang dingin ini menjadi suami ku padahal kan diluar sana masih banyak banget perempuan yang cantik bahkan sexy tapi kenapa harus aku sih"batin ku yang sudah mulai gak tau harus gimana lagi


setelah sekian lama melamun sekretaris itu langsung menyadarkan lamunan ku


"maaf nona kita harus segera pulang" kata sekretaris itu


"hemm iyaiya" jawabku singkat