Don't Go

Don't Go
Ucapan Xime



Berada dipelukan seseorang itu sangat nyaman apa lagi kalau seseorang itu bisa membuat kita tenang rasa nya tidak ingin jauh dari seseorang itu dan tidak ingin melepas kan nya.


"Tuan apa sekarang tuan ingin mandi?"


"Nanti aja"


"Tapiii"


 mayle sangat ingin melepaskan pelukan xime tapi xime terlalu kuat sehingga mayle sulit melepaskan nya.


"Kenapa setiap kali aku dekat sama si dingin selalu deg-degan yah hemm?" Mayle mulai berfikir


"Kamu lagi mikiri saya?"


Degg tiba-tiba jantung mayle langsung berdetak dengan cepat


"Lahh kok si dingin tau aku lagi membahas dia dengan pikiran ku apa si dingin punya keahlian membaca pikiran orang" mayle berfikir lagi kenapa xime bisa tau kalau mayle lagi memikir kan dia


"Kamu gak mikirin yang macam-macam kan kalau mau mikir yang gitu juga gak masalah aku bahagia"


"Ti... tidak tuan tadi saya cuman lagi mikir kenapa tuan bisa menikahi saya"


"Idihhh mikir macam-macam kamu kirain aku seperti kamu suka berpikiran yang gak jelas udah gak jelas dingin lagi" mayle berkata sendiri dalam pikirannya


Tiba-tiba hati mayle kacau karena perkataan xime, dengan kuat mayle melepaskan pelukan xime dan pergi keluar kamar. Xime merasa bersalah udah berkata hal kasar pada mayle


"Kok bodoh sih lu xime kenapa lu bilang kayak gitu sama mayle nah sekarang kan dia udah pergi lo bisa apa bodoh bodoh bodoh amat sihh gua kok bodoh sih" xime menyesal sudah mengatakan hal yang merendah kan diri mayle.


Sedang kan mayle yang keluar dari kamar segera menuju keluar rumah air mata mayle jatuh begitu deras mayle tidak menyangka xime yang mayle anggap pemuda yang baik walaupun dingin ternyata memiliki mulut yang jahat. Dengan cepat mayle menyuruh pengawal membukakan gerbang


"Bukain gerbang saya mau keluar bentar"


"Nona mau kemana?"


"Bodoamat gua mau kemana bukain cepat" karena udah kesal dan hati mayle sangat sakit mayle merampas kunci yang di pegang pengawal dan membuka gerbang. Mayle segera keluar dan lari menjauh dari gerbang yang masih dijaga oleh pengawal rumah xime. Mayle terus menangis tanpa henti kata-kata xime sangat menyakiti hati mayle "kamu itu cuman barang yang di barter" kata-kata xime itu terus terngiang di kepala mayle membuat mayle tidak tahan untuk lari lagi mayle mulai berjalan dengan santai


"Haaaaaaa ma pa aku ingin bersama kalian aja aku gak kuat lagi" mayle jatuh ke aspal yang dia injak mayle berteriak gak jelas untuk menghilang kan stres yang ada di dalam otak nya dia terus menangis dan tanpa henti


"Ma pa apa dosa yang udah aku buat kenapa masalah ini harus datang pada ku kenapa ma pa kenapa harus aku" tangisan mayle semakin menjadi-jadi dia tidak peduli dengan keadaan sekitar dia hanya bisa pasrah dengan kehidupan yang ia jalani sekarang


"Tuhan kenapa harus pria jahat itu menjadi suami ku kenapa bukan jo aja orang yang aku cintai dan yang aku sayang"


Mayle manangis begitu lama sampai air mata mayle habis. Entah berapa lama mayle nangis sampai hujan pun jatuh membasahi baju dan tubuh mayle tapi mayle tidak memperdulikan hujan yang turun bagi mayle Tuhan pun dapat merasakan bahwa mayle memang sangat sedih dengan ucapan jahat xime dia tidak memperdulikan lagi angin kencang yang membuat tubuh mayle kedinginan