Don't Go

Don't Go
pertemuan pertama



Setelah menandatangani semua isi perjanjian antara om dan perusahaan Tbest akhirnya semua petinggi itu pergi tinggallah satu orang dari antara meraka yaitu sekertaris nya xime yang bertugas menghantarkan mayle untuk bertemu xime hari ini di resto ternama di negri ini


" maaf nona, tuan besar tadi menyampaikan bahwa saya harus menjemput nona karena tuan ingin bertemu dengan nona untuk memberikan sesuatu kepada nona" kata sekretaris itu dengan ramah


" baiklah saya tukar pakaian dahulu baru akan berangkat" jawab mayle halus


mayle pun bergegas berganti baju lalu turun lagi kebawah untum menemui skretaris tadi. mayle memakai baju kemeja warna biru dipadu dengan celana jeans hitam ketat membuat dia sangat terlihat sempurna.


" om tante mayle pergi dulu yah" pamit mayle pada om dan tantenya


" iya nak hatihati yah" jawab tante sisca


" mari nona" kata sekretaris itu


mobil yang dinaiki oleh mayle begitu indah dan mewah. dia sempat berfikir kalau dia hanyalah sedang bermimpi.


tanpa sadar mayle sudah sampai di resto yang sangat terkenal dan sangat mahal tentunya. saat mayle sampai sudah ada pria yang duduk di meja vvip tersebut


" selamat siang tuan, maaf sudah membuat anda menunggu" kata skretaris itu


dia hanya menggeleng sambil menyuruh mayle untuk duduk dan menyuruh skretarisnya itu untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


" maaf tuan sudah membuat anda menunggu kedatangan saya"kata mayle


" kamu pikir saya sudi menunggu kamu" jawab xime ketus


mayle sudah ingin melemparkan meja yg didepannya kepada xime tetapi dia tetap bisa mengontrol emosinya


xime memberiakan map kepada mayle yang dimana tertera surat kontrak antara mereka berdua. mayle harus menuruti semua perintah dati xime dan harus bisa melayani apa yang harus xime inginkan.


setelah memberi itu xime langsung bangkit berdiri


" kamu harus menjalankan segala tugasmu yang ada di map itu. kamu tidak boleh membantah sekalipun. mengerti kamu" kata xime ketus


" iya tuan saya mengerti"


xime lalu pergi dia tidak lupa berkata bahwa dia akan diantar oleh skretarinya itu lagi.


mayle berdiri dan dia sudah pergi meninggal kan resto itu, dia berfikir bahwa dua hari lagi pernikahannya dengan xime tetapi disisi lain dia memikirkan jo. dia tidak tau apa yang harus dia katakan pada jo, ini semua sangat tidak adil bagi dirinya dan juga jo bagaimana kalau jo tidak bisa menerima ini semua mayle menarik nafas nya dalam dan sedikit lelah akan hatinya yang tidak tau apa yang harus dilakukannya.