Don't Go

Don't Go
Tugas Seorang Istri



Xime dan Mayle menjalani malam yang sangat panjang mayle mendapatkan hal yang tak terduga dari xime yaitu ungkapan perasaan pelukan hangat dan kenyaman yang diberikan oleh xime sampai ingin tidur saja xime mencium kening mayle begitu lembut.


Pagi-pagi subuh mayle sudah terbangun dia melihat jam menunjukkan pukul 05:00 dia segera berjalan ke kamar mandi membersih kan wajah nya dan membereskan pakaian nya. Awalnya mayle ingin masak untuk xime tapi dia mengigat bahwa sekretaris itu pernah bilang kalau mayle tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah mayle cukup melayani xime dan jangan pernah membantah apa yang di perintah kan oleh xime dia tidak suka kalau yang dia katakan dibantah. mengigat hal itu mayle berjalan ke sofa dan mengambil ponsel nya dari dalam tas yang ia bawa dari rumah om nya. Mayle membuka pesan sangat banyak notif yang masuk dari kawan-kawan nya dan juga john satu hal yang membuat mayle sedih dia juga mendapat kan notif pesan dari universitas yang akan dia tempati tapi mayle harus menutup rapat-rapat kesempatan itu dia tidak bisa melanjutkan kuliah nya karena dia sudah harus menjadi istri dari orang yang sangat dingin. Mayle membuka pesan dari grup SMA nya dia membaca pesan itu satu persatu dan dia tertawa geli saat teman-teman nya mulai melakukan kekonyolan yang sering dilakukan saat mereka SMA


"Kok goblok banget sih besi mau dilawan pala lu yang bakal bocor hahahaha" mayle tertawa geli.


Mayle tidak sadar kalau xime sudah bangun mayle asik terus dengan ponsel nya sehingga dia tidak tau kalau xime bangun.


" ehemm aku haus"


mendengar suara xime mayle segera melihat ketempat tidur dan ternyata xime memperhati kan dia. mayle segera mengambil air minum di meja dan memberikan nya kepada xime


" ini tuan"


xime meminum air itu sampai habis sedangkan mayle ke kamar mandi untuk menyiap kan air hangat untuk xime mandi lalu mayle juga menyiap kan pakaian kerja xime.


" kalau udah pagi biasakan ucapkan selamat pagi bukan langsung pergi" mendengar perkataan xime mayle terkejut dan segera mengucapkan nya


" Selamat Pagi Tuan maaf saya tidak tau akan hal itu" mayle menundukkan kepalanya pada xime


Xime segera pergi kekamar mandi tanpa memperdulikan mayle. melihat xime masuk ke kamar mandi mayle mulai nyengir-nyengir sendiri


" mesti kali lah harus bilang selamat pagi toh kan dia udah tau kalau ini pagi dasar si dingin " mayle geram melihat tingkah laku dari xime.


" kenapa lah harus ada manusia secakep dia tapi hati nya bersifat monster dan dingin huff" mayle mulai melamun dia tidak sadar kalau yang dia keringkan tidak lagi rambut xime tetapi wajah xime


" kamu apa-apaan sih yang basah rambut saya bukan wajah saya" mendengar hal itu mayle sadar dari lamunan nya dan segara meminta maaf


" ma maaf tuan saya tidak sadar"


" tidak sadar yah wahh bagus-bagus berarti kalau perusahaan om kamu saya hancurkan berarti saya tidak sengaja juga yahh bagus-bagus"


mendengar perkataan xime seperti itu mayle segera berlutut dihadapan xime dan menangis


" saya minta maaf tuan saya tidak akan melakukan hal seperti ini lagi saya mohon tuan jangan lakukan apapun pada keluarga saya tuan bisa hukum saya tapi jangan keluarga saya, saya mohon tuan" mayle berlutut memeluk kaki xime dan menangis rintih


" ohh jadi kamu mau hukuman. oke nanti malam saya akan memberikan hukuman pada mu tapi sekarang aku harus berangkat kerja " xime beranjak dari hadapan mayle dan mulai memakai pakaian kerja nya. Mayle mengambil sepatu xime dan mulai memakai kan nya di kaki xime.


" Mari kita sarapan"


" baik tuan" mayle segera membuka pintu dan mereka berdua turun kebawah untuk sarapan.


" selamat pagi tuan dan nona silahkan" pelayan pria menyambut dan menyapa dengan baik. mereka berdua segera duduk dan mulai makan dengan tanpa suara apapun. selesai sarapan xime mulai berdiri dan mayle mengikuti nya dan mayle mengantar xime sampai kedepan mobil. saat mobil xime mulai melaju dan sudah tidak terlihat lagi mayle segera masuk dan pergi ke kamar nya lagi.