
01:00
xime belum juga tidur dia masih di meja makan menatap gelas kosong yang di genggam nya tanpa sadar xime melempar gelas kosong itu kelantai dengan keras dan pecah. suara gelas pecah membangunkan hampir seluruh orang seisi rumah. Xime yang menyadari kegaduhan yang ia buat segera bangkit
"Maaf tuan ada apa?" pembantu perempuan bertanya pada xime
"tidak, besok bersih kan pecahan kaca ini agar tidak melukai orang"
"Baik tuan"
Xime meninggal kan pembant nya dan mulai naik keatas untuk tidur
Sesampai nya di kamar Xime tidak langsung tidur dia kembali lagi duduk di balkon dan menikmati malam yang begitu dingin dia melihat mayle yang masih tidur diatas tempat tidur.
Mayle yang sudah bangun karena suara pecahan kaca hanya berpura-pura tidur dia tidak mau sampai xime melihat nya sudah bangun. Mayle melirik xime yang duduk dibalkon sambil memegang sebuah kertas. Tidak ada seorang pun yang mengerti hati dan pikiran xime sehingga kalau xime pun marah tidak ada yang berani bertanya kenapa dia marah dan apa yang sedang terjadi pada diri nya
Xime menatap langit malam dengan mata yang berkaca-kaca dia tidak sadar kalau air mata nya jatuh di pipi nya. Baru kali ini xime menangis karena perempuan biasa nya juga perempuan yang di buat nya menangis
"kenapaaa"
xime berteriak dengan kuat dan mulai mengacak-acak kan rambut nya dia sedang kacau dan hancur. mayle yang tidak tega melihat xime langsung menghampiri nya dan memegang pundak xime
"kamu kenapa?"
xime terkejut dan spontan menghapus air mata nya dia tidak mau kalau mayle melihat dia menangis
"kamu kenapa?" mayle bertanya kembali
"kamu udah bangun, apa kamu udah sehat?"
"udah kok tuan saya sudah mulai enakan"
"yaudah sekarang kita tidur lagi kamu pasti masih sakit"
"aku mohon tuan jujur sama ku tuan kenapa? saya tidak mau kalau tuan sampai kenapa-kenapa lagian kan saya istri tuan saya berhak tau apa yang terjadi dengan tuan suami saya"
"udah deh kamu gak usah ribet dulu"
"saya mohon tuan jangan tutupi apa pun dari saya"
"kamu pasti marah sama saya kan?"
"kenapa saya harus marah sama tuan? emang tuan salah apa sama saya"
"kamu jangan berbohong"
"apa yang mau saya bohong kan tuan semua nya pasti tuan tau"
"kamu marah kan sama saya karena kejadian tadi"
"awal nya saya memang marah tuan tapi saya juga berfikir tuan kan suami saya ngapai juga saya marah sama tuan sampai lama"
"tapi kata-kata saya sangat menyakit kan hati kamu pasti nya"
"memang tuan tapi saya sudah melupakan nya saya tidak ingin mengingat hal itu lagi"
"maaf kan saya, saya sudah salah terhadap kamu tidak seharus nya saya berkata seperti itu pada mu"
"tidak masalah tuan, sekarang mari kita istirahat besok tuan harus bekerja saya tidak may tuan sampai kelelahan"
"saya mau bersih-bersih dulu"
xime langsung menuju kamar mandi dan segera bersih-bersih
Setelah xime selesai dari kamar mandi dia segera mendekati mayle
"aku pengen"
"Tapi"
xime langsung ******* bibir mayle dengan halus, mayle tidak memberontak nya karena dia tahu kalau xime sedang kacau
Xime tidak hanya ******* bibir mayle tetapi dia mulai membuka piyama mayle dan mulai memainkan tubuh mayle sampai akhir nya mereka mencapai kepuasan mereka masing-masing. mayle yang kelelahan menghadapi xime langsung tertidur tanpa memakai pakaian apa pun xime yang melihat mayle yang sudah tertidur segera menutut tubuh mayle dengan selimut dan mencium bibir mayle tapi hanya sebentar
"terima kasih kamu memang dewasa aku sayang kamu mayle"
xime memeluk tubuh mayle dan mulai tertidur lelap disamping mayle.