
Bahagia pasti dimiliki oleh siapapun dan apa pun masalah terbesar seseorang pasti kelak akan mendapatkan sebuah kebahagian Tuhan tidak pernah memberikan masalah yang begitu berat terhadap umat nya dia pasti tau kapan seseorang itu bahagia dan kapan sesorang itu sedih semua itu ada siklus kehidupan duniawi.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah mayle terus membayangkan apa yang akan terjadi pada diri nya hukuman apa yang akan diberikan xime padanya apa dia akan disiksa atau dana yang diberikan pada om mayle akan dicabut. mayle tidak pernah terfikir apa yang akan terjadi kalau hal itu semua sampai terjadi jikalau hal itu terjadi pasti dia akan bunuh diri dan ikut bersama mama dan papa nya yang ada di sorga.
ntah apa saja yang dipikirkan oleh mayle sehingga dia tidak sadar kalau dirinya sudah sampai di gerbang rumah yang seperti istana
"mbak sudah sampai"
mayle tersadar dari lamunanya dan segera turun dari motor
"maaf pak saya tadi ketiduran"
"tidak masalah mbak"
mayle segera membayar dan mengucapkan terima kasih pada bapak gojek nya. mayle mulai mengetok gerbang besar itu dan tanpa berlama-lama pintu sudah di bukakan oleh penjaga.
"maaf nona saya lama membukakan"
"tidak apa-apa pak saya juga baru sampai kok" mayle segera masuk dan meninggal kan penjaga yang akan menutup pintu gerbang.
sampai didepan pintu mayle sudah melihat ibu mertuanya duduk di sofa sambil memainkan ponsel milik ibu mertua nya
" maaf bu tapi tadi saya baru saja dari apotik untuk membeli masker wajah"
"masker wajah? ha yang benar saja kamu mau sok cantik didepan anak ku ohoohoh itu tidak bisa mau gimana pun sekali kampungan selama nya tetap kampungan sama seperti wajah mu yang kampungan kamu tidak akan bisa cantik bagaimana pun cara nya" mertua mayle tertawa terbahak-bahak
"semua orang berhak cantik bu tidak hanya orang kaya saja harus cantik saya yang kampungan juga bisa bu"
"berani kamu yah melawan saya kamu itu cuman pelayan bagi anak saya dan bukan apa-apa kamu seharus nya tau diri dong jangan merasa sok hebat kamu masih orang baru disini kalau saya mau saya bisa usir kamu" mertua mayle mulai marah pada mayle, tetapi dengan sabar nya mayle hanya menjawab
" ohh gitu yah bu, hemm kalau ibu memang mau mengusir ku coba usir aja kalau tidak sebaliknya ibu yang di usir oleh xime"
"kamu memang sudah lancang yah"
"maaf bu kalau tidak ada lagi yang mau ibu sampai kan saya may ke kamar saja saya mau istirahat saya lelah harus melawan ibu saya takut dosa"
"heyy saya belum selesai kamu akan mendapat kan yang setimpal dari ini kamu tunggu saja awas kamu"
"aku tunggu bu" mayle berteriak sambil meninggalkan ibu mertua nya dia tidak mau melawan hanya saja mayle tidak suka di tindas seperti itu.
Didalam kamar mayle mulai merapikan isi tas nya dan mengambil masker dari dalam plastik yang ia bawa dari apotik tadi. mayle mulai memakai nya pada wajah nya dan mulai merebahkan diri nya diatas sofa untuk menghilangkan setres yang sedang dialaminya.