
Sepanjang perjalanan menuju mall xime dan mayle hanya saling diam sedang kan sekretaris itu hanya menyetir dengan santai. Xime sibuk dengan ponsel nya sedang kan mayle asik melihat pemandangan diluar, terkadang dia melihat orang tertawa melihat orang berpegangan tangan dan saat dilampu merah mayle terkejut tiba-tiba saja ada seorang anak yang menawar kan ia sekotak tissu dan benar mayle jatuh kepangkuan xime dan ponsel yang dipegang xime jatuh kebawah.
" Ahhhh" teriak mayle saat anak itu muncul dan sontak xime dan sekretaris itu menoleh kearah mayle.
" maaf nona itu hanya anak gelandangan saja saya akan memberikan dia uang dan dia pasti akan pergi nona tidak usah kahwatir"
" wahh sosweet nya kalian berdua ini didepan ku saja berani seperti ini apalagi dibelakangku hemm" kata-kata xime sangat menusuk.
" tapi tuan sekretaris tuan hanya memberi tahu saya saja tidak lebih kok"
" wahh ternyata kamu sudah berani yah melawan aku tidak takut sama aku " senyum tipis keluar dari bibir xime membuat batin mayle ketakutan. saat mayle hendak duduk kembali tiba-tiba xime menahan nya dia tidak mau melepaskan wanita yang sudah berani melawan perkataan xime.
" tadi kamu melawan kan sama diriku dan sekarang aku ingin kamu mendapat hukuman" xime langsung menjatuhkan bibir nya ke arah bibir mayle sangat lembut dan sangat dalam mereka berdua berada dalam adu asmara yang dimana mereka tidak memperdulikan orang yang membawa mereka berdua tetapi mayle mengingat kalau mereka berdua tidak ada dirumah melainkan mereka berdua berada di dalam mobil mayle sangat malu dan mulai melepaskan ciuman dari xime tapi xime tidak bisa dikalahkan xime terus saja mencium bibir mayle sampai akhirnya mayle menggigit bibir xime
" kamu apa-apaan sih kamu mau aku marah sama kamu lebih dalam "
" maaf tuan tapi ini bukan rumah melainkan ini mobil saya malu tuan" mayle mulai duduk dan merapikan rambut nya dan baju nya yang sudah mulai terangkat keatas akibat xime terus menarik dia agar ciuman mereka berdua bisa terasa nikmat.
" buat apa lu lihat-lihat istri gua lu sor sama istri gua" sambil menendang kursi kemudi sekretarisnya dengan santai akan tetapi sekretaris nya itu hanya diam saja dan tersenyum tipis
" beneran kayak ABG nih tuan xime lah lagian yang dinikahi dia juga anak SMA yang baru saja tamat berarti mah ini sama saja tuan xime tidak ingat umur toh umur mereka lumayan jauh berbeda" sekretaris itu mulai tersenyum dan mulai geleng-geleng kepala.
" ngapain lu senyum-senyum mesum lu yah yaudah nanti pulang lu main aja sama sabun biar hasrat lu terbuang" kata xime mulai tertawa
" dasar manusia aneh" kata mayle pelan terapi xime mendengar hal itu
" aneh? siapa yang aneh? maksut kamu sayang yang aneh?"
"ti... tidak tuan tadi saya cuman melihat gelandangan saja maka nya saya berkata hal itu"
" kamu jangan pernah macam-macam sama saya dan kamu jangan lihat keluar jendela lagi kamu lihat saya saja. mengerti" kata xime lagi sambil mengarahkan wajah mayle kearah xime. mobil jalan dengan santai dan sudah dekat dengan mall yang mereka tuju.