
Hujan yang deras menandakan hati yang sedang kacau dan air mata yang jatuh semakin kencang membuat hujan juga membasahi bumi dengan keras. Bumi tau kalau kita sedang bersedih hingga dia menurunkan air hujan yang menandakan bumi pun bersedih dan menangis
Xime dan sekretaris nya mencari mayle terus menerus entah apa yang dipikir kan oleh xime, diri nya merasa sangat bersalah karena ucapan xime mayle pergi dan meninggal kan rumah kata-kata xime sangat menusuk hati mayle. Sekretaris itu melihat tuan nya sangat bersalah wajah tuan nya sangat manyun dan sangat beranta kan
"Tuan apa anda baik-baik saja?"
Xime tidak menjawab pertanyaan sekretaris nya itu dia hanya memikirkan mayle terus hati nya sangat kacau.
"Apa tuan mau saya antar saja kerumah biar saya sendiri yang mencari nona kalau tuan sakit kasihan nona"
"Apa gua salah yah maka nya mayle pergi meninggal kan gua sebesar itu kah kesalahan gua terhadap mayle sehingga dia tidak kunjung pulang dan dari tadi juga tidak ada di sepanjang jalan"
"Nona pasti sedih karena merasa diri nya direndah kan oleh suami nya sendiri lagi pula nona makin sedih karena orangtua nona sudah lama meninggal kan nona oleh sebab itu hati nona mudah sekali rapuh nya"
"Tuan sabar dulu kita fokus saja mencari nona tuan jangan khwatir tuan kita pasti bisa mencari nona tuan tenang saja"
Xime terus memperhatikan jalanan dia melihat ke kanan dan juga ke kiri tapi hasil nya mayle tidak ada. Beberapa menit mereka mencari mayle dan mereka berhasil menemukan mayle, mayle berada di bawah pohon besar. Saat melihat istri nya ada dibawah pohon xime langsung keluar dan lari menuju mayle. Sekretaris yang melihat xime langsung segera turun dan bergegas dia membawa payung untuk tuan dan juga nona nya agar mereka tidak semakin kedinginan.
Xime melihat wajah mayle begitu pucat dan bibir mayle berubah menjadi biru xime sangat tidak tega melihat istri nya seperti itu dia segera menggendong tubuh mayle dan membawa nya masuk ke dalam mobil. Mayle sudah tidak sadar kan diri lagi xime meminta handuk pada sekretaris nya dan menutupi tubuh mayle dengan handuk xime juga mengoles kan minyak pada perut dan leher mayle dia juga memberi kan minyak itu ke hidung mayle agar dia cepat sadar. Xime juga menggosok-gosok kan tangan nya ke tangan mayle agar terasa hangat
"Cepat dong lu nyetir mobil nya selak mayle makin kedingginan gua gak mau dia sampai sakit "
"Iya tuan, tuan tenang saja"
Sekretaris itu makin mengencang kan mobil yang di kemudi kan nya agar cepat sampai kerumah mereka dan tubuh mayle tidak ke dinginan lagi.