
Hujan semakin deras kesedihan dan kerinduan masih terus ada sampai saat ini bagaimana cara ku untuk melupakan rasa sakit ini.
beberapa menit mayle pergi tapi tidak kunjung datang xime mulai panik apa yang harus dia lakukan karena binggung xime menelfon sekretaris nya
"selamat malam tuan ada yang bisa saya bantu" suara sekretaris terasa berat yah tentu berat kan baru istrihat dari semua tugas-tugas yang diberikan xime pada diri nya.
"cepat amat lu tidur. mayle pergi dan belum juga pulang gua harus gimana "
"kok bisa tuan? sekarang juga lagi hujan pasti nona lagi kedinginan kenapa tuan gak menjaga nona sih kasihan nona"
"apa hujan? saya gak mau tau lima menit lagi lo udah harus sampai rumah gua kalau gak habis lu gua buat"
"baik tuan"
xime sangat cemas ketika dia tau bahwa sedang turun hujan xime mondar mandir dikamar gak jelas xime tidak bisa begini dia langsung keluar kamar dan memanggil semua penjaga untuk berkumpul setelah semua nya berkumpul xime mulai menanyak kan tentang mayle pada para penjaga
"kemana mayle?"
semua penjaga tunduk tidak berani bicara kalau xime sedang marah saat seperti ini kalau mereka salah bicara bisa-bisa mereka akan kehilangan pekerjaan dan tidak akan kerja lagi untuk selama-lamanya. seorang penjaga mengacungkan tangan nya dan mulai menjelaskan peristiwa yang sudah terjadi pada nona mereka
"maaf kan saya tuan tadi nona sempat nangis saat keluar dari rumah, saya tidak tau apa yang membuat nona menangis nona memaksa saya untuk membuka gerbang saat saya tanya nona mau kemana nona hanya bilang bodoamat sama saya saya sangat takut kalau sampai membuat nona marah pada saya maaf kan saya tuan saya tau saya salah saya tidak berani melawan nona" pengawal meminta maaf dan menunduk kan kepala nya. xime sangat menyesal karena sudah membuat mayle menangis xime melihat hujan sangat deras dan mayle pun tidak tahu keberadaan nya dimana.
"selamat malam tuan maaf saya lama"
"gua gak mau tau gimana cara nya lu harus nemuin mayle sekarang kalau tidak kalian semua bakalan gua pecat gua gak peduli lagi"
"tuan sebaik nya tuan tenang dulu"
"haaa tenang lu bilang saat istri gua lagi kedinginan diluar sana lu malah bilang sama gua buat tenang lu nyarik mati sama gua kalau lu yang diluar sana gak masalah dia itu perempuan dan jalanan sini dia tidak tau sama sekali"
"tuan tidak boleh sepanik ini kalau tuan seperti ini pikiran tuan makin kacau dan masalah tidak akan terselesaikan sebaik nya tuan releks terlebih dahulu dan coba tuan jelas kan apa yang sudah terjadi kenapa tiba-tiba nona semarah ini pada tuan pasti semua ini ada sebab akibat nya maka nya nona sampai meninggal kan rumah"
xime menjelaskan semua nya dia menjelaskan bahwa tadi dia tidak sengaja membuat kata-kata yang membuat mayle nangis dan langsung lari dari kamar
"wajar tuan, nona semarah itu kata-kata tuan sangat buruk pada nona pasti nona sangat kecewa pada tuan maaf tuan bukan saya menyalah kan tuan tapi hati nona mayle itu masih belum sekuat baja yang bisa tuan katain sesuka hati tuan pada diri nona"
"itulah kenapa gua bilang gua sangat menyesal udah berkata seperti itu pada mayle gua memang jahat"
"kalau begitu tuan mari ikut dengan saya untuk mencari nona"
"saya ambil sweter dulu untuk mayle kalau nanti dia kedinginan" xime beralri kekamar untuk mengambil apa-apa saja yang akan ia butuh kan.