Don't Go

Don't Go
Kamar



Setelah selesai dengan urusan xime, mayle langsung pergi dari kamar mandi dan menghampiri xime


" tuan saya sudah menyelesaikannya"


" yasudah kalau gitu ayok kita mandi bersama" sontak mayle terkejut dan menggelengkan kepalanya tanda dia menolak ajakan dari xime


" kenapa kamu tidak mau?"


" tapi tuan saya harus menyiapkan pakaian tuan kalau saya mandi bersama tuan nanti baju tuan tidak ada yang mempersiap kan nya"jawab mayle gugup. ia takut kalau permintaan xime ia tolak secara mentah-mentah xime akan nekat melakukan sesuatu pada om dan tante nya, maka nya dia cari alasan yang bisa dimengerti oleh xime.


" saya hari ini tidak kemana-mana baju saya yang formal saja" berjalan menuju kamar mandi


" baik tuan" menundukkan kepala lalu segera kelemari mengambil baju, celana, dan pakaian dalam.


" ahhh gila ini lemari atau kamar sih kenapa sebesar ini padahal kan cuman kain dia doang isi nya. parah emang anak konglomerat ini lemari aja sebesar ini kalau aku ini ruangan aku jadikan kamar yang nyaman bukan tempat baju dasar boros" guman mayle sambil mencari baju xime. ia menemukan sebuah baju kaos yang begitu cantik dan tentu saja dia mengambilnya dan menyiapkan untuk dipakai oleh xime. 30 menit dia menunggu xime dalam kamar tapi xime tak kunjung keluar juga. Mayle mulai merebahkan dirinya keatas kasur dan mulai membayangkan apa yang tadi malam terjadi air mata nya kembali jatuh lagi, dia seperti wanita panggilan xime yang harus menuruti semua perintah dari xime. Setelah beberapa menit lama nya xime keluar juga dari kamar mandi menggunakan handuk dibagian bawah dan handuk leher untuk membersihkan rambut nya. Mayle tersontak melihat xime dia begitu tampan dan juga keren dada bidang xime begitu nyaman untuk dilihat terlihat sekali bahwa xime orang yang hobi olahraga. xime melempar handuk leher kearah mayle dengan sigap mayle menangkap handuk yang dilemparkan oleh xime.


" keringkan rambut saya"


" baik tuan" berjalan mendekati xime. mayle mulai memijit kepala xime menggunakan handuk dan dia juga mulai menggering kan nya dengan lembut dan perlahan. xime sangat menikmati pijatan kepala yang dibuat mayle dan membuat xime tertidur.


" lah dia kira aku tukang pijat, seenaknya aja tidur kalau mau di pijat bayar dong dasar pelit" batin mayle


setelah selesai dengan rambut xime mayle beranjak pergi ke kamar mandi untuk mandi. akan tetapi xime menahan tangan mayle dengan lembut


" kalau kamu setiap hari memijat kepala saya seperti itu pasti saya akan senang sekali karena kalau saya pergi ke salon mereka tidak memperlaku kan saya seperti itu kamu hebat juga kamu bisa semuanya kamu multitalenta bagus"


Xime menahan mayle lagi dan mulai bertanya pada mayle.


" ohh iya kegiatan kamu selanjut nya apa? " tanya xime


" saya kan baru tamat SMA seharus nya saya kuliah tapi karena tuan langsung menikahi saya yahh saya berhenti buat melanjut kan kuliah saya tuan"


" apa kamu masih ingin kuliah?"


" saya mau jadi istri yang baik saja, saya tidak mau menyusahkan anda tuan saya tidak mau karena saya kuliah kewajiban saya jadi istri terlupakan"


" kamu kan bisa kuliah sambil menjadi istri tohh gak bakal sulit kok"


" tidak tuan saya gak bisa untuk kuliah"


" yaudah lah terserah kamu mau gimana saya memberikan yang terbaik kamu malah menolak nya"


" maaf tuan, yasudah saya mandi dulu"


" kamu cepat mandi biar kita makan"


" baik tuan" mayle langsung bergegas pergi meninggalkan xime.