
Rasa bersalah yang ada di hati xime sangat besar dia tidak bisa membayang kan apa yang akan terjadi pada nya kalau mayle pergi meninggal kan nya. Sudah lama ia memperhati kan wajah cantik mayle yang tertidur pules yang sedari tadi dia tunggu-tunggu agar bangun tapi mayle tak kunjung bangun. Xime menjaga mayle dengan sangat baik dia mengoles kan minyak terus menerus ke tangan dan juga hidung mayle agar dia segera sadar. Sangat lama xime menemani mayle sampai akhir nya xime tertidur diatas tangan mayle, xime tertidur dengan sangat pules sampai saat mayle mulai sadar xime tidak mengetahuinya xime sangat lelah karena sehabis pulang kerja dia harus mencari istri nya yang pergi dari rumah akibat ulah xime sendiri.
"Aww tangan ku rasa nya keram"
Xime mulai menyadari suara itu dan dia segera bangun dia melihat mayle sudah bangun dari tidur panjang nya
"Kamu udah sadar"
Mayle masih sangat kesal pada xime dan mayle juga tidak suka pada xime
"Ngapain kamu disini?"
"Lahh ini kan kamar saya suka hati saya dong kenapa kamu yang sibuk"
Mayle sangat kesal saat dia bangun yang pertama kali dia lihat monster mengerikan yang ada di depan mata nya dan monster itu juga yang membuat tangan mayle keram dan susah untuk digerak kan.
"Yaudah saya mau keluar"
Mayle mulai bangkit dari tempat tidur tapi xime menahan nya
"Kamu bodoh yah"
"Tadi kan tuan yang bilang ini kamar tuan saya kan cuman sebagai pembantu, emang pembantu bisa apa saat majikan sudah berkata sesuatu"
Xime mulai kesal dengan perkataan mayle dia mendekat kan wajah nya kearah wajah mayle. Mayle mulai ketakutan dan menutup wajah nya dengan kedua tangan milik nya
"Saya minta maaf nona mayle yang terhormat saya sudah salah"
Mayle terkejut dengan kata-kata xime dia sampai terpelongok karena perkataan xime. Mayle berfikir kalau xime akan mencium dia tapi nyatanya xime mala meminta maaf.
"Kenapa kamu benggong kamu ada masalah sama saya?"
"Tidak tuan"
Mayle mulai menunduk kan kepala nya
"Kamu pasti berfikir macam-macam kan"
"Yakin gak ada guna nya"
Xime mulai menggoda mayle sampai membuat wajah mayle merah seperti terbakar akibat ulah xime
"Apaan sih saya mau kedapur ambil minum dulu saya haus"
Mayle mencoba menjauh dari xime agar dia tidak terbawa perasaan pada xime
"Kamu gak usah cari alasan deh lihat noh wajah mu aja udah merah kayak api gitu masih belum berani jujur juga"
Mayle tertangkap basah dia malu pada xime dia tidak pernah memikirkan hal ini akan ternadi
"Udah deh mending kamu jujur aja kamu tadi mikir apa saat aku mendekatkan wajah ku kewajah mu jujur aja deh
"Enggak kok aku gak mikir apa-apa"
"Yakin"
"Iya"
"Kalau kamu ketahuan bohong aku hukum yah dan hukuman kamu akan semakin berat urusan nya"
"Oke oke tadi aku mikir kalau kamu bakalan nyium aku ternyata itu tidak"
"Ohh jadi kamu ingin aku cium yah"
Sontak mayle terkejut dan mengalihkan pandangan nya pada tempat lain
Xime segera memegang tangan mayle dan mulai mendekat kan tubuh dan wajah nya pada mayle
"Aku akan penuhi keinginan mu"
Tanpa menunggu lama xime segera mencium mayle dengan sangat halus dan lembut sehinggal mayle dapat merasa kan ciuman halus dari xime dan mayle juga membalas ciuman hangat dari suaminya.