
“KATAKAN! DIMANA KAU SEMBUNYIKAN HACS ITU!” teriak Carlota pada Elios yang sejak tadi hanya diam dan memandang wanita itu dengan wajah waspada. Sejak tidak sadarkan diri kemarin, mereka kebingungan dengan apa yang terjadi karena anak laki-laki itu sama sekali tidak membawa benda yang mereka cari. Sekarang usaha Carlota dan anak buahnya sama sekali sia-sia karena mereka tidak mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan. Carlota juga sudah mencoba mencari benda itu ke tempat semula mereka menemukan Elios. Tapi alat itu tidak juga mereka temukan di tempat kejadian. Bukan hanya itu, bahkan Rieko sudah mencoba melacaknya, dan hasilnya mereka malah kehilangan koneksi karena sepertinya GPS pada alat itu di nonaktifkan oleh seseorang.
“GRRR!!! GOO!” Elios masih bersiap di sana, anak itu masih tampak mencoba melindungi dirinya sendiri dari Carlota dan anak buahnya. Tubuh anak itu tampak jadi semakin berantakan dari sebelumnya, terlebih setelah kejadian kemarin, anak itu terus ditanyai mengenai alat yang mereka maksud, dan setiap kali Elios tak menjawabnya, mereka selalu memberikan hukuman dengan alat kejut yang ada di tangan Carlota.
HACS atau Human Automatic Control System, merupakan alat yang dibuat dan dirancang khusus oleh SOTD, sebuah perusahan pengembang teknologi yang selama ini selalu mencoba membuat inovasi dan terobosan baru dalam dunia teknologi. HACS merupakan alat pengontrol untuk mengendalikan senjata terbaru yang mereka rancang. Dengan menggunakan remote tersebut, maka mereka akan bisa mengontrol senjata yang sekarang masih dalam tahap percobaan dan masih belum stabil itu. Sayangnya sebelum mereka berhasil menyempurnakan teknologi terbaru mereka, remote itu sudah lebih dulu hilang akibat insiden yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Mereka sempat kehilangan HACS setelah Elios mengambilnya dan membawa alat itu pergi bersamanya yang melarikan diri serta hilang selama beberapa hari. Namun untungnya Carlota berhasil menemukan anak itu dan membawanya kembali. Walaupun sepertinya itu juga sama sekali tidak berguna karena anak itu juga tidak membawa HACS bersamanya.
SOTD atau Secret Organization of Technology Developers sendiri adalah sebuah organisasi yang beroperasi secara rahasia. Sebagai pengembang teknologi, mereka tidak mengembangkan teknologi biasa, karena mereka juga memiliki tujuan yang tidak biasa dengan menciptakan teknologi tersebut. Sebagian besar teknologi yang mereka kembangkan biasanya memiliki kaitan erat dengan dunia gelap dan apa yang ada di dalamnya. Secara harfiah, organisasi mereka beroperasi secara ilegal.
“BEDEBAH INI SEPERTINYA MEMANG TIDAK AKAN PERNAH MAU MENGATAKANNYA. KALAU BEGITU SEPERTINYA MEMANG TIDAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN KITA MEMBUATNYA JERA!” Carlota menggenggam alat kejut dalam genggamannya erat. Dia menekan alat itu hingga benda itu menyala. Dia berjalan perlahan menghampiri Elios, bersiap untuk memberi pelajaran pada anak itu.
Sementara itu, Elios bisa langsung menyadari adanya bahaya. Dia bergegas bergerak mundur sembari terus mencoba melindungi dirinya sendiri. Sayangnya usaha yang dia lakukan sama sekali sia-sia karena Carlota berkuasa di tempatnya. Wanita itu menyetrum tubuhnya berulang kali dengan alat kejut hingga membuat Elios hanya bisa mengerang kesakitan sebelum akhirnya jatuh terkulai di lantai dalam keadaan lemas dan nyaris tidak sadarkan diri. Anak itu sungguh tidak memiliki tenaga lagi untuk melindungi dirinya sendiri.
“Ini akibatnya kalau kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya!” Carlota menatapnya dengan wajah puas, anak itu sungguh tidak berdaya lagi setelah dia menyetrum tubuhnya berulang kali. Di tengah apa yang sedang dia lakukan, tiba-tiba perhatian mereka beralih pada suara pintu terbuka yang baru saja mereka dengar. Semua orang di dalam sana langsung berbalik dan mendapati Alejandro yang kini melangkah masuk bersama Rieko. Semua orang langsung membungkukan tubuh mereka, memberi hormat pada lelaki itu begitu dia tiba di dalam sana.
“Bagaimana? Apakah dia sudah mau mengatakan keberadaan HACS?” tanya lelaki itu yang kini terdiam sambil memandangi Carlota dan anak buahnya di sana. Carlota dan anak buahnya hanya bisa termangu dalam keadaan mulut bungkam. Tidak ada satupun di antara mereka yang berani mengatakan apa yang terjadi karena mereka terlalu takut dengan amarah lelaki itu. “KENAPA KALIAN DIAM SAJA!”
“Maaf—“
“CUKUP! AKU TIDAK SUKA MENDENGAR KALIMAT ITU KELUAR DARI MULUTMU, KARENA AKU BISA LANGSUNG MENEBAK APA YANG AKAN KALIAN KATAKAN. KALIAN GAGAL KAN?!”
“Dia sama sekali tidak mau mengatakan keberadaan HACS itu. Bahkan kami sudah menanyainya sejak kemarin, tuan...”
“Ya, tuan?”
“Apakah ada perkembangan baru mengenai keberadaan HACS?”
Rieko beralih fokus pada sebuah tablet yang sejak tadi digenggamnya. Wanita itu langsung mengecek kembali lokasi dari HACS yang sedang mereka cari, tapi dari apa yang dilihatnya, dia sama sekali tidak menemukan perubahan. “Masih belum ada perkembangan, tuan. HACS masih dalam keadaan GPS mode off.”
“Memangnya kau tidak bisa melacak lokasi terakhir dari HACS?”
“Mengenai hal itu, HACS dirancang dengan sistem lokasi yang berbeda, tuan. Fitur lokasi HACS hanya bisa ditemukan ketika GPS dalam keadaan on, dan ketika GPS dalam keadaan off, sistemnya akan secara otomatis menghapus jejak lokasi terakhir sinyalnya ditangkap. Dan dari data yang aku dapatkan, hal ini memang sengaja dirancang oleh tim pusat guna menghindari setiap pelacakan dan serangan yang tidak diinginkan.”
“Maksudmu, kita tidak akan bisa melacak keberadaan HACS lagi?”
“Tidak jika HACS dalam keadaan off, namun jika ada seseorang yang tidak sengaja mengaktifkannya lagi, maka kita akan bisa menemukan lokasinya.”
“Aku tidak punya banyak waktu. Kita hanya punya waktu tiga hari, dan dalam tiga hari itu, aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya kalian harus bisa menemukan HACS sebelum Bos mengetahui hal ini. Pokoknya aku tidak ingin masalah ini sampai bocor ke kantor pusat, dan siapapun yang berani membocorkannya, maka bersiaplah untuk menanggung akibatnya!” Alejandro berbalik, bersiap untuk melangkah pergi. Namun baru satu langkah lelaki itu berjalan, dia langsung berhenti ketika dia ingat kalau masih ada hal yang harus dia katakan.
“Oh! Dan satu lagi, Carlota! Aku ingin kau menemukan teman-teman si bedebah itu. Temukan mereka dalam waktu tiga hari, karena dalam tiga hari lagi, kita akan menyerahkan mereka semua ke kantor pusat!”
Carlota membelalakan matanya. Begitu juga dengan Rieko dan yang lainnya, mereka sungguh terkejut dengan apa yang baru saja lelaki itu katakan. “Maksud anda, kita akan meninggalkan Argentina, tuan?”
“Bukankah itu sudah jelas?” Alejandro berlalu meninggalkan mereka semua yang kini masih terdiam. Semua orang masih terkejut dengan ucapan pria tadi. Dia meminta mereka untuk mengumpulkan semua alat mereka dalam tiga hari sebelum mereka akan pergi meninggalkan Argentina dan pergi ke kantor pusat.
...***...