Dear Enemy

Dear Enemy
Bab 25 - Kecelakaan Kecil



“Bagaimana mungkin kita bisa menghubunginya? Saat ini dia pasti sudah naik ke dalam pesawat dan dia tidak akan mungkin bisa menerima telepon dari kita!” ujar Trez.


“Kita harus cari cara agar Rieko tahu mengenai hal ini. Kita pergi ke bandara sekarang juga. Mungkin saja kita bisa meminta bantuan pada temannya yang ada di bandara.”


“Tapi kita sama sekali tidak tahu siapa koneksinya di bandara kan? Bagaimana kita bisa tahu?”


“Kau benar…” Jefferson terdiam membenarkan ucapan wanita itu. Dia berpikir sesaat memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa memberitahu Rieko mengenai hal ini dengan tepat waktu. Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya dia menemukan sebuah ide.


“Aku punya rencana!” Jefferson beranjak dari tempatnya. Lelaki itu segera keluar dan menghampiri mobilnya dengan Trez yang mengekor dari arah belakang. Wanita itu masih bertanya-tanya apa rencana yang dia miliki sebenarnya. “Apa rencana yang kau miliki?”


“Akan aku jelaskan begitu kita tiba di bandara!” ujar Jefferson yang langsung melajukan mobil mereka dengan kecepatan penuh menuju arah bandara. Mereka harus tiba di sana secepatnya. Sepanjang perjalanan, Jefferson mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Bahkan saking cepatnya, Trez sampai harus berpegangan guna memastikan keselamatannya.


“Jeff, aku belum ingin mati!” tukas Trez. Dia mendelik ke arah lelaki yang mengendarai mobilnya seperti orang yang kesetanan.


“Diamlah. Kalau tidak seperti ini kita akan kehabisan waktu!” balas Jefferson yang kemudian menekan klakson berulang kali. Meminta mobil di depannya untuk menyingkir dari hadapannya. Mereka bahkan berulang kali menyalip beberapa mobil di hadapannya.



...*...


“Apa yang sebenarnya kau rencanakan? Kenapa kita malah putar balik? Apakah kau tidak sadar, kita semakin kehabisan waktu!” Sheilla jadi semakin geram dengan Grayson. Sejak mereka pergi dari bandara beberapa menit yang lalu, lelaki yang menjadi suaminya itu sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam dan terus melajukan mobil mereka menuju arah yang berlawanan dengan bandara. Dia melajukannya pergi dari sana, dan kini mereka sudah bergerak sangat jauh entah kemana. Di hadapan mereka, Sheilla bisa melihat layar hologram yang mendeteksi lokasi James masih menyala dan dia juga bisa melihat titiknya terus bergerak. Posisinya semakin jauh meninggalkan kota London, bahkan keluar dari Inggris Raya.


“GRAYSON!” Sheilla mulai kehabisan kesabaran.


“Tapi apa rencanamu sebenarnya? Setidaknya beritahu aku. Seharusnya dalam situasi seperti ini kita bekerja sama agar kita bisa menemukan anak kita secepatnya—akh!” Sheilla meringis kesakitan saat kepalanya membentur dashboard mobil dengan begitu kencang hingga bisa merasa kepalanya hampir benjol.


“Argghhh!” Grayson memegangi kepalanya. Dia juga mengalami hal yang sama dengannya. Grayson sejak tadi berusaha untuk fokus menyetir. Namun fokusnya terganggu ketika dia secara tidak sengaja melihat mobil yang berjalan dengan ugal-ugalan dari arah yang berlawanan dengan mobil mereka hingga nyaris bertabrakan satu sama lain. Beruntung refleksnya cepat. Grayson langsung membanting stir guna menghindari tabrakan yang tidak diinginkan.


Akibat apa yang terjadi itu, keduanya jadi mengalami luka ringan, dan alat pelacak yang diberikan oleh Ella jatuh dan hilang entah kemana.


Keduanya mendongakkan kepala mereka secara perlahan sembari memegangi keningnya yang terasa sakit. “Sshh…”


“Kau tidak apa-apa?” Grayson bergegas menoleh ke arah wanita yang menjadi istrinya dengan wajah panik.


“Aku baik-baik saja. Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kenapa kau tiba-tiba membanting stir? Itu tadi sangat berbahaya.”


“Kau tidak lihat? Tadi ada mobil yang nyaris menabrak mobil kita dari arah depan! Kalau aku tidak melakukan itu, mungkin saja kita sudah mati.”


Sheilla dan Grayson terdiam untuk sesaat sembari mengatur napas mereka yang tak beraturan akibat apa yang baru saja terjadi. Mereka masih syok dengan kejadian yang nyaris menimpa mereka.


“Kau sungguh baik-baik saja? Apakah keningmu terluka?” Grayson menatap Sheilla guna memastikan sekali lagi. Wanita itu mengatakan kalau dia baik-baik saja. Sebaliknya dia malah lebih cemas dengan kondisi Grayson. Lelaki itu sepertinya menghantam setir lebih kencang daripada apa yang dia alami.


...***...