
Tidak ada satupun yang ada di sana mengalihkan pandangan dari seorang lelaki yang mendadak menodongkan senjata ke arah Lucio. Semua orang panik, dan hal itu menyebabkan seisi bandara ricuh dengan apa yang telah terjadi. Dan dengan apa yang baru saja terjadi membuat Kenneth semakin kesulitan untuk menemukan keberadaan James yang sekarang entah ada di mana. Lelaki itu berulang kali terdorong oleh beberapa orang yang berlarian.
Sial, apa yang telah terjadi? Ini sungguh menghambat pergerakanku. Aku harus melakukan sesuatu untuk keluar dari sini dan mengejar James. Aku tidak ingin sampai kehilangan jejaknya! Kenneth menekan sebuah tombol pada Neoglass nya dan mengaktifkan mode pendeteksi, mencari lokasi James dengan menggunakan GPS yang sebelumnya terhubung dengan Neoglass nya. Begitu dia menemukan titik lokasi James, Kenneth segera mengecek rute alternatif yang bisa digunakan untuk pergi dari sana.
Berkat bantuan dari Neoglass nya, dia jadi bisa dengan mudah menemukan jalan keluar. Dia hanya perlu mengikuti setiap instruksi yang ada pada benda itu dan terus berjalan menuju James yang kini masih mencoba melarikan diri.
Sementara yang lain ribut dengan apa yang terjadi di dalam, beda halnya dengan James yang kini terus berlari dan sudah sampai di luar. Anak itu sama sekali tidak tahu kemana dia harus pergi. Yang ada dipikirannya hanyalah melarikan diri tanpa tahu arah tujuan. Di belakang sana, dia melihat satu dari dua pria tadi masih mengejarnya.
Di tengah usahanya melarikan diri, James tiba-tiba melihat sebuah mobil berhenti di tapi jalan yang sedang dilaluinya. Tanpa aba-aba seseorang membuka pintu dan langsung menyeretnya masuk hingga anak itu tak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. James nyaris berteriak, tapi gagal karena pergerakan mereka begitu cepat dengan langsung membekap James dengan obat bius hingga anak itu tidak sadarkan diri.
...*...
Rieko berlari keluar dari dalam bandara. Dengan terengah-engah, wanita itu berusaha untuk mengatur napasnya. Dia terdiam sambil meratapi ponselnya yang kini sudah dalam keadaan rusak. Sebelumnya benda itu sempat jatuh hingga mati, ditambah dengan insiden seorang pria yang membawa pistol tadi, terjadi kerusuhan yang menyebabkan ponselnya terinjak dan berakhir rusak. Layarnya pecah dan sama sekali tidak bisa dinyalakan. Hal itu sungguh membuatnya benar-benar kebingungan. Entah apa yang harus dia lakukan sekarang.
“Sial! Gara-gara anak itu bangun aku jadi sampai kesulitan seperti ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Ponselku mati dan aku sama sekali tidak bisa kehilangan jejak anak bedebah itu. Kalau hal ini sampai diketahui oleh tuan, maka aku akan berada dalam masalah besar. Sepertinya lebih baik sekarang aku pergi ke markas dan mempersiapkan segalanya. Aku juga harus memperbaiki ponselku, lalu aku akan menghubungi seluruh kenalanku di sini untuk mencari anak itu. Bagaimanapun caranya aku harus bisa menemukan anak itu sebelum tuan dan yang lainnya tiba di Roma!”
Rieko mengepalkan kedua tangannya. Dengan wajah gusar wanita itu berjalan menghampiri tempat taksi biasanya berhenti dan mencari penumpang dari bandara. Begitu menemukan taksi kosong, dia segera naik dan meminta si sopir mengantarkannya ke markas. Setelah apa yang terjadi barusan, setidaknya dia masih beruntung karena bisa menjaga HACS. Jika benda itu ikut hilang bersama James, maka masalahnya akan menjadi semakin rumit.
...*...
Kenneth akhirnya berhasil keluar dari dalam bandara setelah perjuangan habis-habisan. Begitu tiba di luar, dia langsung mengecek Neoglass nya guna memastikan lokasi James masih berada dalam jangkauannya. “Aku sungguh tidak menyangka kalau James akan berlari secepat ini. Apa yang sebenarnya tadi terjadi di dalam? Kenapa keadaan tiba-tiba saja ricuh? Kalau saja tanpa bantuan Neoglass ku ini, mungkin aku akan terjebak lebih lama di dalam sana. Sekarang yang harus aku lakukan adalah kembali fokus pada James.”
Kenneth mencoba mengecek kemana James bergerak. Ketika dia melihat titik lokasi anak itu yang bergerak dengan begitu cepat, dia jadi merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi. “Ini tidak masuk akal. James tidak mungkin bergerak secepat ini. Pasti ada sesuatu yang tidak beres, dan aku yakin ini masih ada hubungannya dengan wanita yang sudah menculik James. Sialnya aku ketinggalan jauh. Aku tidak akan mungkin bisa mengejarnya. Sepertinya aku harus menyusun rencana terlebih dulu. Karena aku yakin, dia mungkin saja sekarang sedang bergerak menuju markas mereka.”
...***...