
...***...
"Akhirnya dia pulang juga," gumam Sheilla pelan seraya mengusap rambut Miss. Sarah. Memperbaiki poni yang menutupi sebagian besar alis nya itu.
"Aku sangat senang hari ini, karena aku bisa berkumpul dengan mereka lagi," ucap Callista seraya menatap suaminya—Hans yang berdiri tepat di samping nya itu.
"Aku juga senang karena bisa berkumpul dengan mereka lagi," sahut Hans yang masih memandangi jalan dimana mobil yang di tumpangi sahabat mereka itu menghilang.
Kepingan salju yang turun menghiasi pekarangan rumah mereka, di tambah dengan udara dingin yang amat menusuk, membuat mereka ke dinginan.
"Udaranya sangat dingin lebih baik kita masuk! Ayo. Lagipula tidak baik untuk kita berlama-lama di sini!" Ujar Hans yang kemudian menggendong Sheilla dalam dekapan nya.
"Aku juga ke dinginan. Ayo masuk," Callista ikut melangkah masuk bersamaan dengan Hans yang kini membawa Sheilla masuk dengan cara menggendong tubuh mungil nya.
Tiba di dalam rumah, Hans dan Callista lantas segera menutup pintu masuk. Agar udara dingin tidak ikut masuk ke dalam rumah mereka.
...*...
"Anda mau tambah teh nya nona?" Sheilla lagi-lagi berdialog dengan mainan nya. Saat ini diri nya tengah asik bermain pesta minum teh di dalam kamar nya dengan di temani oleh beberapa mainan nya yaitu Miss. Sarah, Miss. Tammy, Mrs. Susan, Sir. Anthony, dan satu lagi Mr. Jack. Semua boneka milik nya itu, ia duduk kan di kursi kecil yang cocok untuk ukuran Sheilla. Mereka duduk mengelilingi meja berbentuk bundar yang kini di isi dengan beberapa makanan yang terbuat dari plastik dengan alas piring kecil yang terbuat dari bahan yang sama.
Sementara itu, Sheilla duduk di antara Miss. Sarah yang duduk di samping kanan nya, dan Mr. Jack di samping kiri nya. Sheilla mengenakan rok tutu berwarna merah muda yang di padukan dengan hoodie dengan kupluk di bagian belakang nya. Sementara itu, rok tutu yang di kenakan oleh nya beradu dengan celana tidur panjang nya yang berwarna putih lengkap dengan kaos kaki nya. Sebenarnya, Sheilla masih mengenakan piyama tidur nya. Ia baru saja bangun tidur dan langsung bermain setelah sarapan bersama dengan kedua orang tua nya.
Sudah berapa waktu berlalu dan sekarang sudah memasuki bulan januari. Salju masih lebat di luar sana, namun kehidupan orang-orang sudah kembali beraktivitas seperti biasanya.
Kegiatan harian Sheilla setiap hari hanyalah bermain bersama mainan nya di dalam kamar, atau kalau tidak, ia biasanya bermain di luar. Bermain banyak kegiatan seperti misalnya membuat boneka salju, atau igloo untuk bermain. Berbeda dari hari kemarin, hari ini Sheilla memutuskan bermain sepanjang hari di dalam kamar nya.
"Anda ingin tambah teh nya Mr?" Sheilla kembali memonolog bersama para mainan nya. Ia kemudian mengangkat teko mainan kecil yang terbuat dari plastik di tangan nya itu lalu memiringkan nya, layak nya tengah menuangkan air ke dalam cangkir kosong di dekat nya.
"Silahkan di minum," tutur nya kemudian seraya menyodorkan kembali cangkir yang baru saja di isinya dengan udara yang di anggapnya air, itu kembali ke hadapan Mr. Jack.
Mr. Jack adalah boneka babi berwarna merah muda dengan pita di bagian lehernya dan topi kecil di kepalanya. Mr. Jack adalah salah satu mainan kesukaan Sheilla. Pernah beberapa kali dirinya tidak bisa tidur karena Mr. Jack kesayangannya itu hilang, yang ternyata dirinya hanya lupa dimana ia menaruh Mr. Jack nya. Dan begitu Mr. Jack di temukan oleh Kenneth—kakak nya di taman menuju labirin, ia sangat senang dan bisa kembali tidur dengan nyenyak setelahnya.
Fokus Sheilla yang semula terus bermain, tiba-tiba beralih ketika pintu kamarnya di ketuk oleh Callista yang kemudian masuk setelah mendapatkan izin dari Sheilla.
Tiba di dalam kamar putrinya, Callista kemudian duduk di dekatnya.
"Apa yang ingin mama tanyakan?" Sheilla balik bertanya dengan raut wajah bingung.
"Mama hanya ingin tahu cerita lengkapnya mengenai bagaimana caranya kau bisa bertemu dengan Grayson, dan kenapa kau sangat tidak suka padanya," jelas Callista menyampaikan maksudnya.
"Mengenai itu..." Sheilla kemudian menceritakan semua kejadian yang terjadi dan menjelaskan nya secara rinci pada Callista mengenai bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Grayson sampai alasannya mengapa ia sangat tidak suka pada anak itu. Sementara Sheilla menjelaskan, Callista hanya diam dan menyimak semuanya dari awal sampai akhir hingga benar-benar selesai penjelasannya.
"Jadi begitu ya," Callista menanggapi ketika Sheilla mengakhiri ceritanya.
"Iya," sahut Sheilla seraya menganggukkan kepalanya, mengiyakan ucapan dari Callista yang kini tampaknya mulai mengerti duduk permasalahan dan alasan munculnya perseteruan antara Sheilla putrinya dengan Grayson. Sekarang, Callista bisa memikirkan cara untuk bisa memecahkan masalahnya dan mendamaikan putrinya dengan Grayson.
"Ngomong-ngomong kenapa mama menanyakan hal itu?" Tanya Sheilla yang seketika membuat Callista tersadar dari lamunan nya.
"Ah? Huh? Oh, itu… mama hanya ingin tahu, karena mama tidak terlalu memperhatikan secara rinci ketika waktu itu kau menjelaskannya," jawab Callista.
"O-ooh begitu," Sheilla mengangguk-angguk kan kepala nya.
"Iya. Ya, sudah kalau begitu kau kembali main saja. Mama akan kembali ke bawah," ujar Sheilla yang kemudian beranjak dari tempat duduk nya.
"Baiklah," Sheilla tersenyum. Callista kemudian melangkah keluar dari dalam kamar Sheilla, meninggalkan gadis kecil itu seorang diri di dalam kamar nya.
Sepeninggalan nya Callista dari kamar Sheilla, gadis kecil itu kemudian kembali di sibuk kan dengan bermain bersama para mainan nya.
"Baiklah, apa lagi yang kalian inginkan nona-nona dan tuan-tuan?" Sheilla berucap yang kemudian kembali menatap mainan nya yang kini terduduk di antara meja berbentuk bundar yang terdapat tepat di hadapan mereka.
Sheilla kembali bermain seperti sebelum Callista tiba di dalam kamar nya.
"Apakah kalian ingin cake baru?" Tanya Sheilla. Ia kemudian beranjak dari tempat duduk nya, lalu melangkah menghampiri microwave mainan yang terbuat dari plastik yang jarak nya tidak terlalu jauh dari tempat ia berada. Sheilla kemudian mengeluarkan sebuah cake yang terbuat dari plastik yang kemudian ia hidangkan di atas sebuah piring mainan kecil. Setelah itu, Sheilla kemudian membawa nya menuju arah meja tempat semula ia duduk kemudian menaruh nya di tengah.
"Ini adalah cake yang baru saja aku buat! Kalian harus mencoba nya," tutur Sheilla pada mereka.
...***...